Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISA ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING PEMETAAN JUMLAH TINDAK PIDANA

View through CrossRef
<p><em>Marine fisheries is an effort to catch marine fish, fishermen catch fish in the sea using two kinds of ways, namely through traditional and modern methods. to support the daily lives of fishermen looking for sea fish. the abundance of marine fish in the Indonesian sea means that the processed food is also very diverse. The high level of crime in the Indonesian sea is a mirror of the quality of the Indonesian navy's military defense, considering that the Indonesian sea is very rich in marine resources which makes fish thieves from neighboring countries tempted to catch fish in the Indonesian sea. in general it can be called a crime if unlicensed fishermen, illegal fishing gear, without permission and illegal fishing gear, falsification of documents, incomplete documents, shocking (ACCU), carrying explosives / bombs, fishing ground, fishing ground and illegal logging equipment , fish transportation / transhipment, without information on criminal types of fisheries, transhipment and fishing gear, no transmitter, theft of coral reefs, unsuitable fishing gear (SIPI), incomplete documents and fishing ground, foreign crew members not suitable for SIPI, not fishing in accordance with SIKPI, documents are incomplete and there are no transmitters, SIB is not valid, SLO (SIB is not in accordance with SIPI), without permits and fake documents, sea sand without documents, do not have SLO, loading and unloading is not SIPI, uses chemical / biological / explosives, fishing in the Gray Area / illegal fishing equipment / returned to the country of origin related to the MoU. Based on the background described there are problems that occur, the formulation of the problem in this study are: Analyzing k-means clustering by using proximity euclidean distance distance, How to group data using K-means clustering for illegal fishing crime into the category of illegal crime fishing the highest, medium, and sufficient cases in 266 data with the euclidean distance calculation.</em></p><p><strong><em>Keywords : </em></strong><em>criminal act, </em><em>clustering, k-means</em><strong><em> </em></strong></p><p><em>Perikanan laut merupakan usaha menangkap ikan laut, para nelayan menangkap ikan di laut menggunakan dua macam cara yaitu melalui cara traditional dan modern. untuk menunjang kehidupan sehari-hari nelayan mencari ikan kelaut. melimpahnya ikan laut di laut Indonesia berarti menjadikan olahan masakannya juga sangat beragam. Tingginya tingkat kejahatan di laut Indonesia merupakan cermin kualitas pertahanan militer angkatan laut Indonesia, mengingat laut Indonesia sangat kaya akan baharinya yang membuat para pencuri ikan dari negara-negara tetangga menjadi tergiur untuk menangkap ikan di laut Indonesia. secara umum bisa disebut tindak kejahatan bila mana nelayan tanpa ijin, alat tangkap terlarang, tanpa ijin dan alat tangkap terlarang, pemalsuan dokumen, dokumen tidak lengkap, penyetruman (ACCU), membawa bahan peledak/bom, fishing ground, fishing ground dan alat tagkap terlarang, pengangkutan ikan/transhipment, tanpa keterangan jenis pidana perikanan, transhipment dan alat tangkap, tidak ada transmitter, pencurian terumbu karang, alat tangkap tidak sesuai ijin (SIPI), dokumen tidak lengkap dan fishing ground, ABK asing tidak sesuai SIPI, menampung ikan tidak sesuai SIKPI, Dokumen tidak lengkap dan tidak ada transmitter, SIB tidak berlaku, SLO (SIB tidak sesuai dengan SIPI), tanpa ijin dan dokumen palsu, pasir laut tanpa dokumen, tidak memiliki SLO, bongkar muat tidak sesuai SIPI, menggunakan bahan kimia/biologis/peledak, penangkapan ikan di daerah Grey Area/alat tangkap terlarang/dikembalikan ke negara asal terkait MoU. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan terdapat permasalahan yang terjadi, rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah : Menganalisa k-means clustering dengan menggunakan kedekatan jarak euclidean distance, Bagaimana melakukan pengelompokan data menggunakan K-means clustering bagi tindak pidana ilegal fishing  kedalam kategori tindak pidana ilegal fishing paling tinggi, menengah, dan cukup.studi kasus pada 266 data dengan perhitungan euclidean distance.</em></p><p><strong><em>Kata Kunci : </em></strong><em>tindak pidana, clustering, k-means</em></p>
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: ANALISA ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING PEMETAAN JUMLAH TINDAK PIDANA
Description:
<p><em>Marine fisheries is an effort to catch marine fish, fishermen catch fish in the sea using two kinds of ways, namely through traditional and modern methods.
to support the daily lives of fishermen looking for sea fish.
the abundance of marine fish in the Indonesian sea means that the processed food is also very diverse.
The high level of crime in the Indonesian sea is a mirror of the quality of the Indonesian navy's military defense, considering that the Indonesian sea is very rich in marine resources which makes fish thieves from neighboring countries tempted to catch fish in the Indonesian sea.
in general it can be called a crime if unlicensed fishermen, illegal fishing gear, without permission and illegal fishing gear, falsification of documents, incomplete documents, shocking (ACCU), carrying explosives / bombs, fishing ground, fishing ground and illegal logging equipment , fish transportation / transhipment, without information on criminal types of fisheries, transhipment and fishing gear, no transmitter, theft of coral reefs, unsuitable fishing gear (SIPI), incomplete documents and fishing ground, foreign crew members not suitable for SIPI, not fishing in accordance with SIKPI, documents are incomplete and there are no transmitters, SIB is not valid, SLO (SIB is not in accordance with SIPI), without permits and fake documents, sea sand without documents, do not have SLO, loading and unloading is not SIPI, uses chemical / biological / explosives, fishing in the Gray Area / illegal fishing equipment / returned to the country of origin related to the MoU.
Based on the background described there are problems that occur, the formulation of the problem in this study are: Analyzing k-means clustering by using proximity euclidean distance distance, How to group data using K-means clustering for illegal fishing crime into the category of illegal crime fishing the highest, medium, and sufficient cases in 266 data with the euclidean distance calculation.
</em></p><p><strong><em>Keywords : </em></strong><em>criminal act, </em><em>clustering, k-means</em><strong><em> </em></strong></p><p><em>Perikanan laut merupakan usaha menangkap ikan laut, para nelayan menangkap ikan di laut menggunakan dua macam cara yaitu melalui cara traditional dan modern.
untuk menunjang kehidupan sehari-hari nelayan mencari ikan kelaut.
melimpahnya ikan laut di laut Indonesia berarti menjadikan olahan masakannya juga sangat beragam.
Tingginya tingkat kejahatan di laut Indonesia merupakan cermin kualitas pertahanan militer angkatan laut Indonesia, mengingat laut Indonesia sangat kaya akan baharinya yang membuat para pencuri ikan dari negara-negara tetangga menjadi tergiur untuk menangkap ikan di laut Indonesia.
secara umum bisa disebut tindak kejahatan bila mana nelayan tanpa ijin, alat tangkap terlarang, tanpa ijin dan alat tangkap terlarang, pemalsuan dokumen, dokumen tidak lengkap, penyetruman (ACCU), membawa bahan peledak/bom, fishing ground, fishing ground dan alat tagkap terlarang, pengangkutan ikan/transhipment, tanpa keterangan jenis pidana perikanan, transhipment dan alat tangkap, tidak ada transmitter, pencurian terumbu karang, alat tangkap tidak sesuai ijin (SIPI), dokumen tidak lengkap dan fishing ground, ABK asing tidak sesuai SIPI, menampung ikan tidak sesuai SIKPI, Dokumen tidak lengkap dan tidak ada transmitter, SIB tidak berlaku, SLO (SIB tidak sesuai dengan SIPI), tanpa ijin dan dokumen palsu, pasir laut tanpa dokumen, tidak memiliki SLO, bongkar muat tidak sesuai SIPI, menggunakan bahan kimia/biologis/peledak, penangkapan ikan di daerah Grey Area/alat tangkap terlarang/dikembalikan ke negara asal terkait MoU.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan terdapat permasalahan yang terjadi, rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah : Menganalisa k-means clustering dengan menggunakan kedekatan jarak euclidean distance, Bagaimana melakukan pengelompokan data menggunakan K-means clustering bagi tindak pidana ilegal fishing  kedalam kategori tindak pidana ilegal fishing paling tinggi, menengah, dan cukup.
studi kasus pada 266 data dengan perhitungan euclidean distance.
</em></p><p><strong><em>Kata Kunci : </em></strong><em>tindak pidana, clustering, k-means</em></p>.

Related Results

KETURUTSERTAAN DALAM TINDAK PIDANA
KETURUTSERTAAN DALAM TINDAK PIDANA
Tindak pidana yang dalam Bahasa Belanda disebut strafbaar feit, terdiri atas tiga suku kata, yaitu straf yang diartikan sebagai pidana dan hukum, baar diartikan sebagai dapat dan b...
Pertanggungjawaban Pidana Koorporasi Lingkungan Hidup Pasca Peraturan Mahkamah Agung No. 13 Tahun 2016
Pertanggungjawaban Pidana Koorporasi Lingkungan Hidup Pasca Peraturan Mahkamah Agung No. 13 Tahun 2016
Korporasi adalah kumpulan orang dan/atau kekayaan yang terorganisir, baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum. Dalam kaitannya korporasi sebagai subjek hukum pada tindak...
Kebijakan Hukum Pidana dalam Pertanggung Jawaban Korporasi yang Melakukan Tindak Pidana Korupsi
Kebijakan Hukum Pidana dalam Pertanggung Jawaban Korporasi yang Melakukan Tindak Pidana Korupsi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan hukum pidana dalam pertanggungjawaban pidana oleh korporasi di Indonesia, dan untuk menganalisis penerapan sanksi pidana terha...
Penjatuhan Pidana Mati Sebagai Upaya Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
Penjatuhan Pidana Mati Sebagai Upaya Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tidak pernah diterapkannya atau tidak pernah dijatuhkannya pidana mati bagi pelaku tindak pidana korupsi di Indonesia. Tidak dijatuhkannya sank...
KEBIJAKAN KRIMINALISASI DAN PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA DALAM TINDAK PIDANA FISKAL
KEBIJAKAN KRIMINALISASI DAN PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA DALAM TINDAK PIDANA FISKAL
Tindak pidana fiskal adalah perbuatan tertentu di bidang fiskal yang diberi sanksipidana. Peraturan perundang-undangan di bidang fiskal memuat tindak pidana fiskal yangmerupakan su...
ANALISIS HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA HAK CIPTA (DI TINNJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA)
ANALISIS HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA HAK CIPTA (DI TINNJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA)
Hak cipta haruslah benar-benar lahir dari kreativitas manusia, kreativitas dan aktivitas manusia menjadi kata kunci dalam kelahiran atau kemunculan hak cipta. Hal ini membuktikan b...
POLITIK KRIMINAL TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DALAM PUTUSAN PENGADILAN NEGERI KUPANG
POLITIK KRIMINAL TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DALAM PUTUSAN PENGADILAN NEGERI KUPANG
Perdagangan orang adalah bentuk modern dari perbudakan manusia. Perdagangan orang  merupakan salah satu bentuk perlakuan terburuk dari pelanggaran harkat dan martabat manusia. Suat...

Back to Top