Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

IMPLIKASI PEMAAFAN KORBAN TINDAK PIDANA TERHADAP PUTUSAN HAKIM DALAM PERSPEKTIF HUKUM PROFETIK

View through CrossRef
Dalam perspektif hukum profetik pemaafan terhadap korban artinya korban telah memberikan ampun kepada pelaku dengan landasan rasa iklas dan sabar. Dalam perjalanan kasus pidana yang terjadi di Indonesia, korban sering memberikan maaf kepada pelaku dengan berbagai macam alasan, oleh sebab itu penelitian ini akan melihat dari segi hukum profetik seberapa besar implikasi maaf korban tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (concelptual approach) dengan analisis bahan hukum yang digunakan adalah analisis preskriptif yaitu untuk memberikan argumentasi atas hasil penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pada intinya hukum profetik berbasis pada nilai-nilai ketuhanan yang bersumber dari Al-Qur’an, Hadist dan Kesepakatan ulama. Hukum profetik itu sudah ada di dalam setiap orang namun terkadang orang-orang tidak menggunakan rasionlitas berpikir secara profetik itu sendiri. Dalam kerangka putusan hakim, pemaafan korban selalu dipertimbangkan oleh hakim untuk dasar pengambilan keputusan hakim. Hukum profetik memandang pemaafan korban memiliki implikasi yang signifikan dalam putusan hakim karena sebenarnya hukum profetik sudah sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI 1945.  
Title: IMPLIKASI PEMAAFAN KORBAN TINDAK PIDANA TERHADAP PUTUSAN HAKIM DALAM PERSPEKTIF HUKUM PROFETIK
Description:
Dalam perspektif hukum profetik pemaafan terhadap korban artinya korban telah memberikan ampun kepada pelaku dengan landasan rasa iklas dan sabar.
Dalam perjalanan kasus pidana yang terjadi di Indonesia, korban sering memberikan maaf kepada pelaku dengan berbagai macam alasan, oleh sebab itu penelitian ini akan melihat dari segi hukum profetik seberapa besar implikasi maaf korban tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (concelptual approach) dengan analisis bahan hukum yang digunakan adalah analisis preskriptif yaitu untuk memberikan argumentasi atas hasil penelitian yang dilakukan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Pada intinya hukum profetik berbasis pada nilai-nilai ketuhanan yang bersumber dari Al-Qur’an, Hadist dan Kesepakatan ulama.
Hukum profetik itu sudah ada di dalam setiap orang namun terkadang orang-orang tidak menggunakan rasionlitas berpikir secara profetik itu sendiri.
Dalam kerangka putusan hakim, pemaafan korban selalu dipertimbangkan oleh hakim untuk dasar pengambilan keputusan hakim.
Hukum profetik memandang pemaafan korban memiliki implikasi yang signifikan dalam putusan hakim karena sebenarnya hukum profetik sudah sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI 1945.
 .

Related Results

POLITIK KRIMINAL TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DALAM PUTUSAN PENGADILAN NEGERI KUPANG
POLITIK KRIMINAL TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DALAM PUTUSAN PENGADILAN NEGERI KUPANG
Perdagangan orang adalah bentuk modern dari perbudakan manusia. Perdagangan orang  merupakan salah satu bentuk perlakuan terburuk dari pelanggaran harkat dan martabat manusia. Suat...
KETURUTSERTAAN DALAM TINDAK PIDANA
KETURUTSERTAAN DALAM TINDAK PIDANA
Tindak pidana yang dalam Bahasa Belanda disebut strafbaar feit, terdiri atas tiga suku kata, yaitu straf yang diartikan sebagai pidana dan hukum, baar diartikan sebagai dapat dan b...
Pertanggungjawaban Pidana Koorporasi Lingkungan Hidup Pasca Peraturan Mahkamah Agung No. 13 Tahun 2016
Pertanggungjawaban Pidana Koorporasi Lingkungan Hidup Pasca Peraturan Mahkamah Agung No. 13 Tahun 2016
Korporasi adalah kumpulan orang dan/atau kekayaan yang terorganisir, baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum. Dalam kaitannya korporasi sebagai subjek hukum pada tindak...
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta memahami urgensi pengaturan AI dalam UU Hak Cipta di Indonesia serta potensi AI sebagai subjek hukum dalam sistem hukum di Indonesia...
Hak Restitusi Terhadap Anak Korban Tindak Pidana dan Implementasinya Dalam Putusan Hakim
Hak Restitusi Terhadap Anak Korban Tindak Pidana dan Implementasinya Dalam Putusan Hakim
Satu diantara hak anak adalah berhak memperoleh restitusi yang dimana tertuang pada Pasal 71D Undang-Undang Perlindungan anak. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adala...
ANALISIS UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN ANAK TERHADAP KORBAN (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR: 36/PID.SUS/2023/PN. LBB)
ANALISIS UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN ANAK TERHADAP KORBAN (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR: 36/PID.SUS/2023/PN. LBB)
Undang-undang perlindungan anak berfungsi sebagai representasi fisik dari perlindungan terhadap anak. Idealnya, perlindungan ini tidak hanya sekedar membantu anak-anak yang menjadi...

Back to Top