Javascript must be enabled to continue!
Konsep Pertanggungjawaban Pidana Korporasi (Corporate Crime) Dalam Sistem Hukum Pidana Indonesia
View through CrossRef
Perkembangan struktur ekonomi dan organisasi dalam masyarakat modern telah mendorong munculnya berbagai bentuk kejahatan yang dilakukan melalui korporasi dengan konsekuensi yang signifikan terhadap kepentingan publik. Fenomena ini menimbulkan persoalan mendasar dalam hukum pidana, khususnya terkait konstruksi pertanggungjawaban pidana yang secara tradisional berorientasi pada pelaku individual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pertanggungjawaban pidana korporasi serta relevansinya dalam sistem hukum pidana Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan pertanggungjawaban pidana individual tidak lagi memadai dalam merespons kejahatan korporasi yang bersifat kolektif dan sistemik. Oleh karena itu, pengakuan korporasi sebagai subjek hukum pidana menuntut penafsiran konsep kesalahan secara fungsional dan institusional. Penerapan model pertanggungjawaban pidana korporasi seperti strict liability, vicarious liability, dan identification theory dipandang relevan untuk menjembatani kesenjangan antara doktrin hukum pidana klasik dan realitas kejahatan korporasi modern. Dalam konteks hukum pidana Indonesia, diperlukan penataan kerangka normatif yang lebih koheren agar pertanggungjawaban pidana korporasi dapat diterapkan secara konsisten dan memberikan kepastian hukum.
Title: Konsep Pertanggungjawaban Pidana Korporasi (Corporate Crime) Dalam Sistem Hukum Pidana Indonesia
Description:
Perkembangan struktur ekonomi dan organisasi dalam masyarakat modern telah mendorong munculnya berbagai bentuk kejahatan yang dilakukan melalui korporasi dengan konsekuensi yang signifikan terhadap kepentingan publik.
Fenomena ini menimbulkan persoalan mendasar dalam hukum pidana, khususnya terkait konstruksi pertanggungjawaban pidana yang secara tradisional berorientasi pada pelaku individual.
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pertanggungjawaban pidana korporasi serta relevansinya dalam sistem hukum pidana Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual.
Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan pertanggungjawaban pidana individual tidak lagi memadai dalam merespons kejahatan korporasi yang bersifat kolektif dan sistemik.
Oleh karena itu, pengakuan korporasi sebagai subjek hukum pidana menuntut penafsiran konsep kesalahan secara fungsional dan institusional.
Penerapan model pertanggungjawaban pidana korporasi seperti strict liability, vicarious liability, dan identification theory dipandang relevan untuk menjembatani kesenjangan antara doktrin hukum pidana klasik dan realitas kejahatan korporasi modern.
Dalam konteks hukum pidana Indonesia, diperlukan penataan kerangka normatif yang lebih koheren agar pertanggungjawaban pidana korporasi dapat diterapkan secara konsisten dan memberikan kepastian hukum.
Related Results
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta memahami urgensi pengaturan AI dalam UU Hak Cipta di Indonesia serta potensi AI sebagai subjek hukum dalam sistem hukum di Indonesia...
Nasib Korban Kejahatan Korporasi
Nasib Korban Kejahatan Korporasi
Perkembangan industri di Indonesia semakin hari semakin meningkat. Pada tahun 2013, pertumbuhan perindustrian di Indonesia mencapai 7%(www.kemenperin.go.id). Bahkan e koran detik.c...
Pertanggungjawaban Pidana Koorporasi Lingkungan Hidup Pasca Peraturan Mahkamah Agung No. 13 Tahun 2016
Pertanggungjawaban Pidana Koorporasi Lingkungan Hidup Pasca Peraturan Mahkamah Agung No. 13 Tahun 2016
Korporasi adalah kumpulan orang dan/atau kekayaan yang terorganisir, baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum. Dalam kaitannya korporasi sebagai subjek hukum pada tindak...
ANALISIS SUBSTANSI PIDANA UANG PENGGANTI DALAM KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI
ANALISIS SUBSTANSI PIDANA UANG PENGGANTI DALAM KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI
Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 menyebut...
Kebijakan Hukum Pidana dalam Pertanggung Jawaban Korporasi yang Melakukan Tindak Pidana Korupsi
Kebijakan Hukum Pidana dalam Pertanggung Jawaban Korporasi yang Melakukan Tindak Pidana Korupsi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan hukum pidana dalam pertanggungjawaban pidana oleh korporasi di Indonesia, dan untuk menganalisis penerapan sanksi pidana terha...
Urgensi Pembaharuan Kebijakan Hukum Pidana Terhadap Pertanggungjawaban Pidana Kejahatan Korporasi
Urgensi Pembaharuan Kebijakan Hukum Pidana Terhadap Pertanggungjawaban Pidana Kejahatan Korporasi
Dewasa ini korporasi sudah menjamur di Indonesia bahkan tak jarang menimbulkan permasalahan yang berkepanjangan terutama terkait kejahatan korporasi yang mana kejahatan ini dilaku...
PENERAPAN HUKUM PIDANA DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI YANG DILAKUKAN OLEH KORPORASI
PENERAPAN HUKUM PIDANA DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI YANG DILAKUKAN OLEH KORPORASI
Penelitian ini membahas sistem pertanggungjawaban pidana korporasi dan hambatan yang dihadapi jaksa dalam menangani tindak pidana korupsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem...
PEMIDANAAN DAN PERTANGGUNG JAWABAN KORPORASI PADA BUKU JOKO SRIWIDODO DALAM SISTEM HUKUM PIDANA INDONESIA
PEMIDANAAN DAN PERTANGGUNG JAWABAN KORPORASI PADA BUKU JOKO SRIWIDODO DALAM SISTEM HUKUM PIDANA INDONESIA
Penelitian ini mengkaji konsep pertanggungjawaban pidana korporasi serta bentuk-bentuk pemidanaan yang dapat dijatuhkan kepada korporasi dalam sistem hukum pidana Indonesia. Perkem...

