Javascript must be enabled to continue!
Bata Beton Geopolimer Dari Bahan Fly Ash Limbah PLTU Tanjung Jati Memiliki Banyak Keunggulan
View through CrossRef
<p><em>PLTU Tanjung Jati merupakan pembangkit listrik cukup besar, saat ini mampu memasok listrik sebesar 12 % untuk kebutuhan listrik Jawa, Bali dan Madura. (suaramerdeka.com, Suara Muria, 21 Maret 2013 ). Di sisi lain limbah hasil pembakaran batu bara sebagai bahan energi PLTU Tanjung Jati berupa fly ash dan botom ash merupakan masalah yang harus ditangani dengan bijaksana karena menurut PP. No 85 tahun 1999. Fly Ash dan Bottom Ash Tergolong limbah B3 artinya limbah ini tergolong bahan berbahaya dan beracun maka tidak boleh sembarangan dibuang, harus ada upaya pengolahan atau sistem penampungann yang baik. Dalam upaya mengatasi masalah limbah tersebut, maka diadakan penelitian ini sehingga limbah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi Bata Beton geopolimer. Penelitian dibatasi pada tinjauan pengaruh moralitas aktivator terhadap kuat tekan, suction rate dan bobot isi. Penelitian yang dilakukan dengan percobaan laboratorium yaitu Fly Ash limbah PLTU Tanjung Jati yang dikaji pemanfaatannya , digunakan sebagai bahan perekat pembuatan bata Geopolimer. Metode yang dilakukan dengan mereaksikan Fly Ash limbah PLTU Tanjung Jati tersebut dengan NaOH dan Na SiO<sup>2</sup>. Sehingga menjadi binder mortar bata geopolimer yang kemudian dicetak sebagai benda uji. Dari benda uji yang dibuat kemudian dilakukan pengujian, jenis ujinya antara lain; Kuat Tekan, Uji Bobot Isi dan Uji Suction Rate. Variasi campuran pada penelitian ini dengan moralitas binder 8 molar, 12 molar dan 16 molar. Dari analisis diperoleh hasil untuk Kuat Tekan 8 M sebesar 13,3 Kg/Cm<sup>2</sup>; 12 M sebesar 18,3 Kg/Cm<sup>2</sup>; 16 M swbwsar 58,6 Kg/Cm<sup>2</sup>; Untuk Siction Rate diperoleh hasil 8 M sebesar 15,6 gr/dm<sup>2</sup>/menit; 12 M sebesar 10 gr/dm<sup>2</sup>/menit; 16 M sebesar 6,4 gr/dm<sup>2</sup>/menit; sedang untuk Uji bobot isi menunjukkan hasil, tidak ada pengaruh kepekatan binder terhadap bobot isi yaitu semua memiliki bobot isi 2,1 ton/m<sup>3</sup>. </em></p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em> : Fly Ash, Batu bata, Beton Geopolimer</em>
Politeknik Negeri Semarang
Title: Bata Beton Geopolimer Dari Bahan Fly Ash Limbah PLTU Tanjung Jati Memiliki Banyak Keunggulan
Description:
<p><em>PLTU Tanjung Jati merupakan pembangkit listrik cukup besar, saat ini mampu memasok listrik sebesar 12 % untuk kebutuhan listrik Jawa, Bali dan Madura.
(suaramerdeka.
com, Suara Muria, 21 Maret 2013 ).
Di sisi lain limbah hasil pembakaran batu bara sebagai bahan energi PLTU Tanjung Jati berupa fly ash dan botom ash merupakan masalah yang harus ditangani dengan bijaksana karena menurut PP.
No 85 tahun 1999.
Fly Ash dan Bottom Ash Tergolong limbah B3 artinya limbah ini tergolong bahan berbahaya dan beracun maka tidak boleh sembarangan dibuang, harus ada upaya pengolahan atau sistem penampungann yang baik.
Dalam upaya mengatasi masalah limbah tersebut, maka diadakan penelitian ini sehingga limbah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi Bata Beton geopolimer.
Penelitian dibatasi pada tinjauan pengaruh moralitas aktivator terhadap kuat tekan, suction rate dan bobot isi.
Penelitian yang dilakukan dengan percobaan laboratorium yaitu Fly Ash limbah PLTU Tanjung Jati yang dikaji pemanfaatannya , digunakan sebagai bahan perekat pembuatan bata Geopolimer.
Metode yang dilakukan dengan mereaksikan Fly Ash limbah PLTU Tanjung Jati tersebut dengan NaOH dan Na SiO<sup>2</sup>.
Sehingga menjadi binder mortar bata geopolimer yang kemudian dicetak sebagai benda uji.
Dari benda uji yang dibuat kemudian dilakukan pengujian, jenis ujinya antara lain; Kuat Tekan, Uji Bobot Isi dan Uji Suction Rate.
Variasi campuran pada penelitian ini dengan moralitas binder 8 molar, 12 molar dan 16 molar.
Dari analisis diperoleh hasil untuk Kuat Tekan 8 M sebesar 13,3 Kg/Cm<sup>2</sup>; 12 M sebesar 18,3 Kg/Cm<sup>2</sup>; 16 M swbwsar 58,6 Kg/Cm<sup>2</sup>; Untuk Siction Rate diperoleh hasil 8 M sebesar 15,6 gr/dm<sup>2</sup>/menit; 12 M sebesar 10 gr/dm<sup>2</sup>/menit; 16 M sebesar 6,4 gr/dm<sup>2</sup>/menit; sedang untuk Uji bobot isi menunjukkan hasil, tidak ada pengaruh kepekatan binder terhadap bobot isi yaitu semua memiliki bobot isi 2,1 ton/m<sup>3</sup>.
</em></p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em> : Fly Ash, Batu bata, Beton Geopolimer</em>.
Related Results
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mem...
EFEK PERAWATAN TERHADAP KARAKTERISTIK BETON GEOPOLIMER
EFEK PERAWATAN TERHADAP KARAKTERISTIK BETON GEOPOLIMER
Geopolymer concrete is a kind of concrete that does not use portland cement as binder but utilizes natural material that contents silica as fly ash, rice husk ash, etcetera.The use...
Studi Karakteristik Kuat Tekan Beton Geopolimer Berbahan Dasar Abu Sekam Padi
Studi Karakteristik Kuat Tekan Beton Geopolimer Berbahan Dasar Abu Sekam Padi
Beton geopolimer menjadikan alternatif ramah lingkungan bagi beton konvensional karena memiliki potensi untuk mengurangi emisi karbon. Abu sekam padi yang merupakan limbah pertania...
Pemanfaatan dan Pengaruh Fly Ash Batu Bara Sebagai Substitusi Sebagian Semen Terhadap Nilai Kuat Tekan Bata Ringan Jenis Cellular Lightweight Concrete (CLC)
Pemanfaatan dan Pengaruh Fly Ash Batu Bara Sebagai Substitusi Sebagian Semen Terhadap Nilai Kuat Tekan Bata Ringan Jenis Cellular Lightweight Concrete (CLC)
Bata ringan berdimensi seragam dan berukuran lebih besar daripada bata merah, bata ringan memiliki ketahanan sekuat beton dan bobot bata ringan juga lebih ringan daripada bata mera...
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Limbah sering digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam rekayasa bahan bangunan. Salah satu jenis limbah yang masih jarang diteliti sebagai campuran dalam pe...
PENGARUH PERSENTASE RETARDER TERHADAP WAKTU IKAT BETON GEOPOLIMER BERBASIS FLY ASH TIPE C
PENGARUH PERSENTASE RETARDER TERHADAP WAKTU IKAT BETON GEOPOLIMER BERBASIS FLY ASH TIPE C
Peningkatan dampak kerusakan pada lingkungan dari pembuatan bahan bangunan seperti semen Portland menjadikan dorongan besar pada beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan pemanfaa...
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
Air laut memiliki kandungan garam yang tinggi yang dapat menggerogoti kekuatan dan keawetan beton. Hal ini disebabkan klorida yang terdapat pada air laut yang merupakan garam yang ...
ANALISISA CAMPURAN GREEN MATERIAL SEBAGAI ALTERNATIF PEMBUATAN BATA RINGAN UNTUK PEKERJAAN DINDING
ANALISISA CAMPURAN GREEN MATERIAL SEBAGAI ALTERNATIF PEMBUATAN BATA RINGAN UNTUK PEKERJAAN DINDING
Didalam dunia konstruksi, dinding merupakan elemen penting. Selain sebagai pembentuk utama suatu bangunan, fungsi lain dari dinding sebagai pemberi penampilan artistik dari banguna...

