Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN

View through CrossRef
Air laut memiliki kandungan garam yang tinggi yang dapat menggerogoti kekuatan dan keawetan beton. Hal ini disebabkan klorida yang terdapat pada air laut yang merupakan garam yang bersifat agresif terhadap bahan lain, termasuk beton. Kerusakan dapat terjadi pada beton akibat reaksi antara air laut yang agresif yang terpenetrasi ke dalam beton dengan senyawa-senyawa di dalam beton yang mengakibatkan beton kehilangan sebagian massa, kehilangan kekuatan dan kekakuannya serta mempercepat proses pelapukan (Mehta, 1991). Sehingga perlu dilakukan penelitian tentang penurunan mutu beton struktural akibat pengaruh air laut pada masa pemeliharaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh air laut pada masa pemeliharaan terhadap penurunan kuat tekan dan kuat lentur beton struktural dan mengetahui penurunan kuat tekan dan kuat lentur beton struktural terbesar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian dirancang dengan 5 perlakuan untuk uji kuat tekan beton dan 5 perlakuan untuk uji kuat lentur beton, masing – masing diulang 3 kali. Perlakuan yang diujicobakan antara lain beton dengan mutu K 200, K 250, K 300, K 350 dan K 400. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemeliharaan beton dengan menggunakan air laut berpengaruh terhadap kuat tekan dan kuat lentur beton dimana terjadi penurunan kuat tekan dan kuat lentur beton. Penurunan kuat tekan beton K 200 sebesar 17,32%, beton K 250 sebesar 16,34%, beton K 300 sebesar 14,93%, beton K 350 sebesar 11,11% dan beton K 400 sebesar 9,33%. Penurunan kuat lentur beton K 200 sebesar 15,56%, beton K 250 sebesar 15,11%, beton K 300 sebesar 13,03%, beton K 350 sebesar 10,34% dan beton K 400 sebesar 9,25%. Penurunan kuat tekan dan kuat lentur beton  terbesar akibat pengaruh air laut pada masa pemeliharaan terjadi pada beton K 200 dengan penurunan kuat tekan sebesar 17,32% dan penurunan kuat lentur sebesar 15,11%.  
Title: ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
Description:
Air laut memiliki kandungan garam yang tinggi yang dapat menggerogoti kekuatan dan keawetan beton.
Hal ini disebabkan klorida yang terdapat pada air laut yang merupakan garam yang bersifat agresif terhadap bahan lain, termasuk beton.
Kerusakan dapat terjadi pada beton akibat reaksi antara air laut yang agresif yang terpenetrasi ke dalam beton dengan senyawa-senyawa di dalam beton yang mengakibatkan beton kehilangan sebagian massa, kehilangan kekuatan dan kekakuannya serta mempercepat proses pelapukan (Mehta, 1991).
Sehingga perlu dilakukan penelitian tentang penurunan mutu beton struktural akibat pengaruh air laut pada masa pemeliharaan.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh air laut pada masa pemeliharaan terhadap penurunan kuat tekan dan kuat lentur beton struktural dan mengetahui penurunan kuat tekan dan kuat lentur beton struktural terbesar.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen.
Penelitian dirancang dengan 5 perlakuan untuk uji kuat tekan beton dan 5 perlakuan untuk uji kuat lentur beton, masing – masing diulang 3 kali.
Perlakuan yang diujicobakan antara lain beton dengan mutu K 200, K 250, K 300, K 350 dan K 400.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pemeliharaan beton dengan menggunakan air laut berpengaruh terhadap kuat tekan dan kuat lentur beton dimana terjadi penurunan kuat tekan dan kuat lentur beton.
Penurunan kuat tekan beton K 200 sebesar 17,32%, beton K 250 sebesar 16,34%, beton K 300 sebesar 14,93%, beton K 350 sebesar 11,11% dan beton K 400 sebesar 9,33%.
Penurunan kuat lentur beton K 200 sebesar 15,56%, beton K 250 sebesar 15,11%, beton K 300 sebesar 13,03%, beton K 350 sebesar 10,34% dan beton K 400 sebesar 9,25%.
Penurunan kuat tekan dan kuat lentur beton  terbesar akibat pengaruh air laut pada masa pemeliharaan terjadi pada beton K 200 dengan penurunan kuat tekan sebesar 17,32% dan penurunan kuat lentur sebesar 15,11%.
 .

Related Results

ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mem...
PENGARUH PENGGUNAAN VARIASI PH AIR TERHDAPA KUAT TEKAN BETON NORMAL
PENGARUH PENGGUNAAN VARIASI PH AIR TERHDAPA KUAT TEKAN BETON NORMAL
Dalam pembuatan betonair sangat diperlukan untuk memicu proses kimiawi semen, membasahi agregat halus, dan memberikan kemudahan dalam pekerjaan beton. Pada dasarnya air yang diguna...
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Limbah sering digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam rekayasa bahan bangunan. Salah satu jenis limbah yang masih jarang diteliti sebagai campuran dalam pe...
BETON STRUKTURAL MENGGUNAKAN AGREGAT PASIR - BATU ALAM
BETON STRUKTURAL MENGGUNAKAN AGREGAT PASIR - BATU ALAM
Kuat tekan beton, selain dipengaruhi oleh mutu perekat (semen), juga ditentukan oleh mutu agregat yang digunakan sebagai bahan pengisinya. Hal ini terlihat dari komposisi agregat d...
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Beton merupakan material konstruksi yang bersifat getas. Kombinasinya dengan baja pada material beton bertulang menjadikan material beton yang getas getas menjadi daktail. Pada bet...
PERBANDINGAN LAJU KOROSI PADA TULANGAN BETON BUSA NORMAL DAN BETON BUSA POZZOLAN
PERBANDINGAN LAJU KOROSI PADA TULANGAN BETON BUSA NORMAL DAN BETON BUSA POZZOLAN
Abstract: Reinforced concrete foam is one alternative to replace conventional reinforced concrete on structural elements. This study aims to measure the The media immersion and var...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Optimasi Substitusi Expanded Polystyrene (EPS) sebagai Agregat Kasar dalam Beton Ringan Non-Struktural
Optimasi Substitusi Expanded Polystyrene (EPS) sebagai Agregat Kasar dalam Beton Ringan Non-Struktural
Beton merupakan material konstruksi dengan densitas tinggi. Beton berdensitas tinggi dapat dibuat lebih ringan dengan mengganti agregat kasar menggunakan Expanded Polystyrene (EPS)...

Back to Top