Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemanfaatan dan Pengaruh Fly Ash Batu Bara Sebagai Substitusi Sebagian Semen Terhadap Nilai Kuat Tekan Bata Ringan Jenis Cellular Lightweight Concrete (CLC)

View through CrossRef
Bata ringan berdimensi seragam dan berukuran lebih besar daripada bata merah, bata ringan memiliki ketahanan sekuat beton dan bobot bata ringan juga lebih ringan daripada bata merah serta beton biasa. Proses penambahan gelembung udara ke campuran semen, air dan agregat halus akan menghasilkan bata ringan. Penambahan gelembung udara tersebut mengurangi berat bata yang dihasilkan. Bata ringan terbagi menjadi dua jenis, yaitu Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dan Cellular Lightweight Concrete (CLC). Harga bata ringan berjenis CLC lebih hemat jika dibandingkan dengan bata ringan berjenis AAC. Fly ash merupakan abu terbang hasil pembakaran. Fly ash adalah partikel halus yang bersifat pozzolan. Reaksi hidrasi semen dan air akan menyebabkan fly ash berubah bentuk dari partikel halus menjadi massa padat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperoleh manfaat dan pengaruh fly ash batu bara sebagai substitusi sebagian semen terhadap nilai kuat tekan bata ringan berjenis CLC. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen yang mensubstitusikan sebagian semen menggunakan fly ash batu bara. Variasi persentase substitusinya terdiri dari 0%, 20%, 30%, 40% dan 50% terhadap berat semen. Bata ringan dilakukan pengujian kuat tekan ketika umur perawatan telah mencapai 28 hari. Hasil penelitian kuat tekan bata ringan berjenis CLC memperoleh nilai kuat tekan maksimum, yaitu 8,539 MPa dengan variasi fly ash 30% dan memperoleh nilai kuat tekan minimum, yaitu 5,351 MPa dengan variasi fly ash 50%. Berdasarkan hasil penelitian, nilai persentase optimum fly ash batu bara sebagai substitusi sebagian semen terhadap nilai kuat tekan maksimum bata ringan berjenis CLC diperoleh pada variasi 30%.
Title: Pemanfaatan dan Pengaruh Fly Ash Batu Bara Sebagai Substitusi Sebagian Semen Terhadap Nilai Kuat Tekan Bata Ringan Jenis Cellular Lightweight Concrete (CLC)
Description:
Bata ringan berdimensi seragam dan berukuran lebih besar daripada bata merah, bata ringan memiliki ketahanan sekuat beton dan bobot bata ringan juga lebih ringan daripada bata merah serta beton biasa.
Proses penambahan gelembung udara ke campuran semen, air dan agregat halus akan menghasilkan bata ringan.
Penambahan gelembung udara tersebut mengurangi berat bata yang dihasilkan.
Bata ringan terbagi menjadi dua jenis, yaitu Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dan Cellular Lightweight Concrete (CLC).
Harga bata ringan berjenis CLC lebih hemat jika dibandingkan dengan bata ringan berjenis AAC.
Fly ash merupakan abu terbang hasil pembakaran.
Fly ash adalah partikel halus yang bersifat pozzolan.
Reaksi hidrasi semen dan air akan menyebabkan fly ash berubah bentuk dari partikel halus menjadi massa padat.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperoleh manfaat dan pengaruh fly ash batu bara sebagai substitusi sebagian semen terhadap nilai kuat tekan bata ringan berjenis CLC.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen yang mensubstitusikan sebagian semen menggunakan fly ash batu bara.
Variasi persentase substitusinya terdiri dari 0%, 20%, 30%, 40% dan 50% terhadap berat semen.
Bata ringan dilakukan pengujian kuat tekan ketika umur perawatan telah mencapai 28 hari.
Hasil penelitian kuat tekan bata ringan berjenis CLC memperoleh nilai kuat tekan maksimum, yaitu 8,539 MPa dengan variasi fly ash 30% dan memperoleh nilai kuat tekan minimum, yaitu 5,351 MPa dengan variasi fly ash 50%.
Berdasarkan hasil penelitian, nilai persentase optimum fly ash batu bara sebagai substitusi sebagian semen terhadap nilai kuat tekan maksimum bata ringan berjenis CLC diperoleh pada variasi 30%.

Related Results

Analisis Kuat Tekan Bata Ringan (CLC) Berbahan Dasar Pasir Fakfak Dengan Penambahan Zat Aditif
Analisis Kuat Tekan Bata Ringan (CLC) Berbahan Dasar Pasir Fakfak Dengan Penambahan Zat Aditif
Bata ringan Celullar Lightweight Concrete (CLC) bahan konstruksi yang telah umum di pakai dalam pembangunan gedung-gedung bertingkat bahkan juga rumah tinggal. Dengan material dasa...
Pengaruh Penambahan Batu Cadas Terhadap Agregat Kasar Untuk Pengujian Kuat Tekan pada Beton
Pengaruh Penambahan Batu Cadas Terhadap Agregat Kasar Untuk Pengujian Kuat Tekan pada Beton
: Batu cadas (batu trass) adalah batuan yang telah mengalami perubahan komposisi kimia yang di sebabkan oleh pelapukan dan pengaruh kondisi air bawah tanah. Bahan galian ini berwar...
PENGARUH KLINKER FACTOR TERHADAP KUAT TEKAN SEMEN DI INDUSTRI SEMEN JAWA TIMUR
PENGARUH KLINKER FACTOR TERHADAP KUAT TEKAN SEMEN DI INDUSTRI SEMEN JAWA TIMUR
Proses produksi semen menggunakan bahan baku yang berasal dari tambang yang digunakan untuk proses produksi semen yaitu batu kapur, batu silika, tanah liat dan pasir besi dengan ko...
ANALISA PENGGUNAAN FLY ASH PLTU OMBILIN SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BETON
ANALISA PENGGUNAAN FLY ASH PLTU OMBILIN SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BETON
Penggunaan material beton dalam bidang pembangunan konstruksi seperti gedung, jembatan, jalan raya mengalami perkembangan kemajuan yang semakin pesat. Material beton dapat dimanfaa...
Pengaruh Pelapukan Tanah Liat Terhadap Kuat Tekan Bata Merah Di Dataran Tapus Kabupaten Rejang Lebong
Pengaruh Pelapukan Tanah Liat Terhadap Kuat Tekan Bata Merah Di Dataran Tapus Kabupaten Rejang Lebong
Bata merah merupakan material konstruksi yang banyak digunakan masyarakat Dataran Tapus Kabupaten Rejang Lebong. Kualitas bata merah sangat dipengaruhi oleh sifat tanah liat sebaga...
Pengaruh Jarak Antara Elemen Batang Tekan Ganda Terhadap Kuat Tekan
Pengaruh Jarak Antara Elemen Batang Tekan Ganda Terhadap Kuat Tekan
Kayu sering digunakan sebagai batang tekan pada kuda-kuda dan kolom. Untuk mendukung bebanbesar dibutuhkan dimensi batang tekan tunggal cukup besar. Batang tekan tunggal dapat diga...

Back to Top