Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Pelapukan Tanah Liat Terhadap Kuat Tekan Bata Merah Di Dataran Tapus Kabupaten Rejang Lebong

View through CrossRef
Bata merah merupakan material konstruksi yang banyak digunakan masyarakat Dataran Tapus Kabupaten Rejang Lebong. Kualitas bata merah sangat dipengaruhi oleh sifat tanah liat sebagai bahan baku utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik tanah liat yang mengalami pelapukan, pengaruh tingkat pelapukan tanah liat terhadap kuat tekan bata merah yang dihasilkan, serta nilai optimal kuat tekan bata merah berdasarkan tingkat pelapukan tanah liat di Dataran Tapus. Metode yang digunakan meliputi pengambilan sampel tanah liat dengan variasi waktu pelapukan (1 hari, 2 hari, dan lebih dari 2 hari), pengujian kadar air tanah liat, serta pengujian kuat tekan bata merah hasil produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air tanah liat dipengaruhi oleh tingkat pelapukan dan kondisi cuaca, dengan kadar air tertinggi pada sampel B2 (pelapukan 2 hari) sebesar 39,05% akibat hujan sebelumnya. Tingkat pelapukan tanah liat berpengaruh signifikan terhadap kuat tekan bata merah. Pelapukan selama 2 hari menghasilkan kuat tekan bata merah yang optimal, sedangkan pelapukan yang lebih singkat (1 hari) atau lebih lama (lebih dari 2 hari) menurunkan kuat tekan bata. Nilai optimal kuat tekan bata merah berdasarkan tingkat pelapukan tanah liat adalah 7,809 MPa, diperoleh pada tanah liat yang mengalami pelapukan selama 2 hari (sampel B2).
Title: Pengaruh Pelapukan Tanah Liat Terhadap Kuat Tekan Bata Merah Di Dataran Tapus Kabupaten Rejang Lebong
Description:
Bata merah merupakan material konstruksi yang banyak digunakan masyarakat Dataran Tapus Kabupaten Rejang Lebong.
Kualitas bata merah sangat dipengaruhi oleh sifat tanah liat sebagai bahan baku utamanya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik tanah liat yang mengalami pelapukan, pengaruh tingkat pelapukan tanah liat terhadap kuat tekan bata merah yang dihasilkan, serta nilai optimal kuat tekan bata merah berdasarkan tingkat pelapukan tanah liat di Dataran Tapus.
Metode yang digunakan meliputi pengambilan sampel tanah liat dengan variasi waktu pelapukan (1 hari, 2 hari, dan lebih dari 2 hari), pengujian kadar air tanah liat, serta pengujian kuat tekan bata merah hasil produksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air tanah liat dipengaruhi oleh tingkat pelapukan dan kondisi cuaca, dengan kadar air tertinggi pada sampel B2 (pelapukan 2 hari) sebesar 39,05% akibat hujan sebelumnya.
Tingkat pelapukan tanah liat berpengaruh signifikan terhadap kuat tekan bata merah.
Pelapukan selama 2 hari menghasilkan kuat tekan bata merah yang optimal, sedangkan pelapukan yang lebih singkat (1 hari) atau lebih lama (lebih dari 2 hari) menurunkan kuat tekan bata.
Nilai optimal kuat tekan bata merah berdasarkan tingkat pelapukan tanah liat adalah 7,809 MPa, diperoleh pada tanah liat yang mengalami pelapukan selama 2 hari (sampel B2).

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Optimalisasi Kuat Tekan Bata Merah dengan Penambahan Fly Ash dan Abu Sekam Padi
Optimalisasi Kuat Tekan Bata Merah dengan Penambahan Fly Ash dan Abu Sekam Padi
Bata merah merupakan jenis batu bata yang umum digunakan di Indonesia untuk pembuatan rumah, pagar. Kelebihan dari bata merah adalah tahan cuaca dan tahan asam, polusi dan api. Sem...
Pengaruh Jarak Antara Elemen Batang Tekan Ganda Terhadap Kuat Tekan
Pengaruh Jarak Antara Elemen Batang Tekan Ganda Terhadap Kuat Tekan
Kayu sering digunakan sebagai batang tekan pada kuda-kuda dan kolom. Untuk mendukung bebanbesar dibutuhkan dimensi batang tekan tunggal cukup besar. Batang tekan tunggal dapat diga...
UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER CINTA TANAH AIR MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMA NEGRI 10 REJANG LEBONG
UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER CINTA TANAH AIR MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMA NEGRI 10 REJANG LEBONG
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter cinta tanah air pada siswa di SMA 10 Kabupaten Rejang Lebong, mendeskripsikan upaya pembentukan karakter cinta tana...
Kontribusi Limbah Batu Bata Merah Sebagai Alternatif Pengganti Parsial Semen Pada Beton
Kontribusi Limbah Batu Bata Merah Sebagai Alternatif Pengganti Parsial Semen Pada Beton
Batu bata merah adalah bahan bangunan sejenis batako yang terbuat dari tanah liat dan dibakar pada suhu tinggi. Tanah liat merupakan bahan utama pembuatan batu bata merah ini jika ...
Pemanfaatan Serat Polypropylene untuk Meningkatkan Kuat Tekan Mortar dan Kuat Tekan Pasangan Bata
Pemanfaatan Serat Polypropylene untuk Meningkatkan Kuat Tekan Mortar dan Kuat Tekan Pasangan Bata
Kuat tekan mortar merupakan parameter utama untuk menentukan kualitas mortar. Kuat tekan didefinisikan sebagai perbandingan antara beban yang diberikan dan luas penampang sampel mo...
Legalisasi Aset Dalam Reforma Agraria (Studi Kasus: Di Kabupaten Rejang Lebong)
Legalisasi Aset Dalam Reforma Agraria (Studi Kasus: Di Kabupaten Rejang Lebong)
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui tentang: 1. Legalisasi asset dalam Reforma Agraria di Kabupaten Rejang Lebong; 2.  Petani peserta legalisasi asset dalam Reforma Agraria...

Back to Top