Javascript must be enabled to continue!
Pemanfaatan Serat Polypropylene untuk Meningkatkan Kuat Tekan Mortar dan Kuat Tekan Pasangan Bata
View through CrossRef
Kuat tekan mortar merupakan parameter utama untuk menentukan kualitas mortar. Kuat tekan didefinisikan sebagai perbandingan antara beban yang diberikan dan luas penampang sampel mortar yang diuji, yang dinyatakan dalam kg/cm². Sedangkan pengujian kuat tekan batu bata merah dilakukan untuk mendapatkan nilai kuat hancur,yang merupakan perbandingan antara beban maksimum yang diberikan sampai batu bata merah hancur. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental tentang kuat tekan mortar dan kuat tekan pasangan bata dengan penambahan serat Polypropylene. Sampel uji mortar adalah kubus berukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm. Ada lima puluh sampel mortar yang dihasilkan dari pengujian ini. Lima sampel untuk setiap mortar dan mortar normal dengan penambahan persentase serat polypropylane yang berbeda. Persentase yang digunakan antara lain 0,5%, 1%, 1,5%, 3%, 8%, 13%, 18%, 23%, dan 28% dari berat semen. Beban maksimum yang dapat diangkut adalah 3656 kgf dengan kuat tekan rata-rata mortar normal 146,24 kg/cm2 dan beban maksimum yang dapat ditahan oleh mortar serat polypropylane 8% adalah 4082 kgf dengan kuat tekan 163,28 kg/cm2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serat polypropylene 8% meningkatkan kuat tekan mortar.
Title: Pemanfaatan Serat Polypropylene untuk Meningkatkan Kuat Tekan Mortar dan Kuat Tekan Pasangan Bata
Description:
Kuat tekan mortar merupakan parameter utama untuk menentukan kualitas mortar.
Kuat tekan didefinisikan sebagai perbandingan antara beban yang diberikan dan luas penampang sampel mortar yang diuji, yang dinyatakan dalam kg/cm².
Sedangkan pengujian kuat tekan batu bata merah dilakukan untuk mendapatkan nilai kuat hancur,yang merupakan perbandingan antara beban maksimum yang diberikan sampai batu bata merah hancur.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental tentang kuat tekan mortar dan kuat tekan pasangan bata dengan penambahan serat Polypropylene.
Sampel uji mortar adalah kubus berukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm.
Ada lima puluh sampel mortar yang dihasilkan dari pengujian ini.
Lima sampel untuk setiap mortar dan mortar normal dengan penambahan persentase serat polypropylane yang berbeda.
Persentase yang digunakan antara lain 0,5%, 1%, 1,5%, 3%, 8%, 13%, 18%, 23%, dan 28% dari berat semen.
Beban maksimum yang dapat diangkut adalah 3656 kgf dengan kuat tekan rata-rata mortar normal 146,24 kg/cm2 dan beban maksimum yang dapat ditahan oleh mortar serat polypropylane 8% adalah 4082 kgf dengan kuat tekan 163,28 kg/cm2.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serat polypropylene 8% meningkatkan kuat tekan mortar.
Related Results
Pemanfaatan dan Pengaruh Fly Ash Batu Bara Sebagai Substitusi Sebagian Semen Terhadap Nilai Kuat Tekan Bata Ringan Jenis Cellular Lightweight Concrete (CLC)
Pemanfaatan dan Pengaruh Fly Ash Batu Bara Sebagai Substitusi Sebagian Semen Terhadap Nilai Kuat Tekan Bata Ringan Jenis Cellular Lightweight Concrete (CLC)
Bata ringan berdimensi seragam dan berukuran lebih besar daripada bata merah, bata ringan memiliki ketahanan sekuat beton dan bobot bata ringan juga lebih ringan daripada bata mera...
Pengaruh Campuran Pasir Terhadap Batu Bata Merah
Pengaruh Campuran Pasir Terhadap Batu Bata Merah
Pasir merupakan suatu partikel-parikel yang lebih kecil dari kerikil dan lebih besar dari butiran lempung yang berukuran 5-0,074 mm yang bersifat tidak plastis dan tidak kohesi. Pa...
ANALISA PENGGUNAAN ABU ARANG KAYU PENGGANTI SEBAGIAN PASIR TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR
ANALISA PENGGUNAAN ABU ARANG KAYU PENGGANTI SEBAGIAN PASIR TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR
Mortar adalah salah satu bahan bangunan yang berfungsi sebagai perekat pasangan batu bata, batako, plesteran dan sebagainya. Saat ini mortar masih menggunakan agregat halus atau pa...
EKSPERIMENTAL PEMANFAATAN LIMBAH BANNER (POLYVINIL CHLORIDA) DALAM PEMBUATAN MORTAR BERSERAT (FIBER MORTAR)
EKSPERIMENTAL PEMANFAATAN LIMBAH BANNER (POLYVINIL CHLORIDA) DALAM PEMBUATAN MORTAR BERSERAT (FIBER MORTAR)
ABSTRACTFiber concrete is a composite concrete consisting of ordinary concrete and fiber materials. The purposeof adding fiber is to increase the tensile strength of concrete, so t...
Pengaruh Limbah Bata Merah Cepu Sebagai Bahan Subtitusi Semen Terhadap Sifat Mekanik Mortar
Pengaruh Limbah Bata Merah Cepu Sebagai Bahan Subtitusi Semen Terhadap Sifat Mekanik Mortar
Pembangunan konstruksi umumnya menggunakan bahan mortar. Mortar yang digunakan banyak diaplikasikan pada dinding baik sebagai plesteran maupun sebagai bahan perekat dalam suatu pas...
Sintesis Biokomposit Resin Epoksi/Serat Ijuk/Serat Kelapa dengan Alkalisasi KOH
Sintesis Biokomposit Resin Epoksi/Serat Ijuk/Serat Kelapa dengan Alkalisasi KOH
Saat ini penggunaan polimer di dunia industri semakin berkembang, salah satunya dengan dibentuk menjadi komposit polimer. Matriks yang dapat digunakan dalam pembuatan komposit sala...
Pengaruh Pelapukan Tanah Liat Terhadap Kuat Tekan Bata Merah Di Dataran Tapus Kabupaten Rejang Lebong
Pengaruh Pelapukan Tanah Liat Terhadap Kuat Tekan Bata Merah Di Dataran Tapus Kabupaten Rejang Lebong
Bata merah merupakan material konstruksi yang banyak digunakan masyarakat Dataran Tapus Kabupaten Rejang Lebong. Kualitas bata merah sangat dipengaruhi oleh sifat tanah liat sebaga...
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sistem kepengarangan dalam serat-serat wulang Pakubuwono (PB) IX. Data penelitian berupa kata dan kalimat yang menunjukkan sistem kepengara...

