Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH KLINKER FACTOR TERHADAP KUAT TEKAN SEMEN DI INDUSTRI SEMEN JAWA TIMUR
View through CrossRef
Proses produksi semen menggunakan bahan baku yang berasal dari tambang yang digunakan untuk proses produksi semen yaitu batu kapur, batu silika, tanah liat dan pasir besi dengan komposisi tertentu. Bahan baku tersebut juga berasal dari batu alam yang mengandung oksida-oksida kalsium, alumina, silika, dan besi. Klinker berbentuk padat dengan ukuran diameter sebesar 3 – 25 mm. Klinker yang terbentuk, selanjutnya digiling dalam klinker breaker. Klinker breaker merupakan mesin penggilingan klinker sebelum menjadi semen, proses yang terjadi di dalam klinker breaker yaitu klinker ditambahkan dengan gypsum dan material ¾ (limestone dan pozzoland) menghasilkan semen yang siap untuk dijual. Pengujian yang digunakan adalah uji kuat tekan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang kandungan klinker semen yang berpengaruh terhadap kuat tekan semen. Sebelum dilakukannya uji kuat tekan dilakukannya uji faktor klinker dengan alat XRD. Pembuatan benda uji menggunakan 3 sampel yang berbeda yaitu semen OPC, semen PPC, dan semen Masonry. Hasil dari pengujian dengan alat XRD didapatkan proporsi C3S paling tinggi pada sampel semen OPC sebesar 58,17%. Diikuti dengan sampel semen PPC sebesar 40,03%, dan semen Masonry sebesar 33,63%. Setelah dilakukan pengujian kuat tekan, urutan sampel semen yang memiliki rata-rata kuat tekan dari paling tinggi yaitu sampel semen OPC, semen PPC, dan semen Masonry. Oleh karena itu, C3S dipilih sebagai mineral yang dicari korelasinya terhadap kuat tekan. Hasil pengujian dengan alat XRD didapatkan C3S paling tinggi pada sampel semen OPC sebesar 58,17%.
Politeknik Negeri Malang
Title: PENGARUH KLINKER FACTOR TERHADAP KUAT TEKAN SEMEN DI INDUSTRI SEMEN JAWA TIMUR
Description:
Proses produksi semen menggunakan bahan baku yang berasal dari tambang yang digunakan untuk proses produksi semen yaitu batu kapur, batu silika, tanah liat dan pasir besi dengan komposisi tertentu.
Bahan baku tersebut juga berasal dari batu alam yang mengandung oksida-oksida kalsium, alumina, silika, dan besi.
Klinker berbentuk padat dengan ukuran diameter sebesar 3 – 25 mm.
Klinker yang terbentuk, selanjutnya digiling dalam klinker breaker.
Klinker breaker merupakan mesin penggilingan klinker sebelum menjadi semen, proses yang terjadi di dalam klinker breaker yaitu klinker ditambahkan dengan gypsum dan material ¾ (limestone dan pozzoland) menghasilkan semen yang siap untuk dijual.
Pengujian yang digunakan adalah uji kuat tekan.
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang kandungan klinker semen yang berpengaruh terhadap kuat tekan semen.
Sebelum dilakukannya uji kuat tekan dilakukannya uji faktor klinker dengan alat XRD.
Pembuatan benda uji menggunakan 3 sampel yang berbeda yaitu semen OPC, semen PPC, dan semen Masonry.
Hasil dari pengujian dengan alat XRD didapatkan proporsi C3S paling tinggi pada sampel semen OPC sebesar 58,17%.
Diikuti dengan sampel semen PPC sebesar 40,03%, dan semen Masonry sebesar 33,63%.
Setelah dilakukan pengujian kuat tekan, urutan sampel semen yang memiliki rata-rata kuat tekan dari paling tinggi yaitu sampel semen OPC, semen PPC, dan semen Masonry.
Oleh karena itu, C3S dipilih sebagai mineral yang dicari korelasinya terhadap kuat tekan.
Hasil pengujian dengan alat XRD didapatkan C3S paling tinggi pada sampel semen OPC sebesar 58,17%.
Related Results
Review Industri Semen
Review Industri Semen
Industri semen nasional adalah industri strategis yang sangat dibutuhkan dalam setiap negara. Perkembangan infrastruktur memegang peranan penting dalam pembangunan nasional. Salah ...
Pengaruh Jarak Antara Elemen Batang Tekan Ganda Terhadap Kuat Tekan
Pengaruh Jarak Antara Elemen Batang Tekan Ganda Terhadap Kuat Tekan
Kayu sering digunakan sebagai batang tekan pada kuda-kuda dan kolom. Untuk mendukung bebanbesar dibutuhkan dimensi batang tekan tunggal cukup besar. Batang tekan tunggal dapat diga...
ANALISIS PROSEDUR PEMBUATAN SEMEN PADA PT. SEMEN BATURAJA
ANALISIS PROSEDUR PEMBUATAN SEMEN PADA PT. SEMEN BATURAJA
Industri semen merupakan industry strategis yang sangat dibutuhkan dalam setiap negara. Dimana perkembangan infrastruktur memegang peranan penting dalam pembangunan nasional salah ...
PENGARUH PENAMBAHAN SILIKA FUME TERHADAP KUAT TEKAN BETON
PENGARUH PENAMBAHAN SILIKA FUME TERHADAP KUAT TEKAN BETON
Perkembangan teknologi di Indonesia saat ini mengalami perkembangan yang cukup pesat, khususnya dalam bidang konstruksi. Beton merupakan salah satu material konstruksi yang sering ...
PENGARUH PENAMBAHAN SILIKA FUME TERHADAP KUAT TEKAN BETON
PENGARUH PENAMBAHAN SILIKA FUME TERHADAP KUAT TEKAN BETON
Perkembangan teknologi di Indonesia saat ini mengalami perkembangan yang cukup pesat, khususnya dalam bidang konstruksi. Beton merupakan salah satu material konstruksi yang sering ...
PENGARUH GENANGAN AIR TERHADAP PENGECORAN BETON IN-SITU
PENGARUH GENANGAN AIR TERHADAP PENGECORAN BETON IN-SITU
ABSTRACTHigh rainfall intensity maybe occur during the dry season. This can certainly disturb the erection of a building project, especially in a case of construction works requiri...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Pengaruh Nilai Abrasi Limbah Beton (Recycle) pada Pembuatan Beton Normal
Pengaruh Nilai Abrasi Limbah Beton (Recycle) pada Pembuatan Beton Normal
Beton merupakan material konstruksi yang saat ini banyak digunakan dalam berbagai bagian bangunan yang kita temui selama proses pembangunan, seperti pada gedung, jalan, dan jembata...

