Javascript must be enabled to continue!
EFEK PERAWATAN TERHADAP KARAKTERISTIK BETON GEOPOLIMER
View through CrossRef
Geopolymer concrete is a kind of concrete that does not use portland cement as binder but utilizes natural material that contents silica as fly ash, rice husk ash, etcetera.The used material in this research is fly ash from PLTU Suralaya. The alkaline activator is needed for making geopolymer concrete in order that it fastens reaction of polymerization and reacts Al and Si elements exist in fly ash. Solution in viscosity 11 Molar is used with comparison in weight of sodium hydroxide and sodium silicate 1:2 and between water and fly ash ratio 0,2. Maintenance method is submerged in water, put into steam (temperature 60oC, in 24 hours) without maintenance (reference), then put into the oven (temperature 250oC, in 24 hours). The result of initial setting is found that the time is faster compared to cement concrete, while the unit weight is no significant difference. The result of experiment in compressive strength of concrete that is maintened in the steam shows stability, while reference concrete increases in compressive strength. For the submerged concrete in water for 28 days, the compressive strength decreases, and the concrete that is maintened in oven has lowest compressive strength compared to others. So the result in compressive strength of concrete that is maintened in the steam and reference concrete have the highest tensile strength.
Key Words : concrete, geopolymer, initial setting, unit weight, compressive strength, tensile strength
ABSTRAK
Beton geopolimer adalah beton yang tidak menggunakan semen portland sebagai bahan perekatnya, tetapi memanfaatkan material alami yang banyak mengandung silika seperti fly ash, abu sekam padi atau bahan lainnya. Pada penelitian ini material yang digunakan adalah fly ash yang berasal dari PLTU Suralaya. Untuk membuat beton geopolimer diperlukan alkaline aktivator untuk mempercepat reaksi polimerisasi dan mereaksikan unsur- unsur Al dan Si yang terkandung dalam fly ash.
Pada penelitian ini digunakan larutan dengan kepekatan 11 Molar dengan perbandingan sodium hidroksida dan sodium silikat 1 : 2 dalam berat, dan perbandingan antara air dan fly ash sebesar 0.2, Metode perawatan, direndam dalam air, di masukkan dalam uap(suhu 60°C selama 24 jam), tanpa perawatan (referensi), dan dimasukkan dalam oven (suhu 250°C, selama 24 jam). Dari hasil uji waktu pengikatan awal, didapat waktunya lebih cepat dibandingkan dengan beton semen, sedangkan bobot isi hasilnya tidak jauh berbeda dengan beton semen. Dari hasil uji kuat tekan pada beton yang dirawat dalam uap, kuat tekannya relatif stabil, sedangkan beton referensi mengalami kenaikan. Pada beton yang direndam dalam air selama 28 hari kuat tekannya menurun, dan beton yang dirawat dalam oven kuat tekannya paling rendah dibanding dengan yang lainnya. Demikian pula dari hasil uji kuat tarik beton yang dirawat dalam uap dan beton referensi memiliki kuat tarik paling tinggi.
Kata kunci : beton, geopolimer, waktu ikat awal, bobot isi, kuat tekan, kuat tarik.
Title: EFEK PERAWATAN TERHADAP KARAKTERISTIK BETON GEOPOLIMER
Description:
Geopolymer concrete is a kind of concrete that does not use portland cement as binder but utilizes natural material that contents silica as fly ash, rice husk ash, etcetera.
The used material in this research is fly ash from PLTU Suralaya.
The alkaline activator is needed for making geopolymer concrete in order that it fastens reaction of polymerization and reacts Al and Si elements exist in fly ash.
Solution in viscosity 11 Molar is used with comparison in weight of sodium hydroxide and sodium silicate 1:2 and between water and fly ash ratio 0,2.
Maintenance method is submerged in water, put into steam (temperature 60oC, in 24 hours) without maintenance (reference), then put into the oven (temperature 250oC, in 24 hours).
The result of initial setting is found that the time is faster compared to cement concrete, while the unit weight is no significant difference.
The result of experiment in compressive strength of concrete that is maintened in the steam shows stability, while reference concrete increases in compressive strength.
For the submerged concrete in water for 28 days, the compressive strength decreases, and the concrete that is maintened in oven has lowest compressive strength compared to others.
So the result in compressive strength of concrete that is maintened in the steam and reference concrete have the highest tensile strength.
Key Words : concrete, geopolymer, initial setting, unit weight, compressive strength, tensile strength
ABSTRAK
Beton geopolimer adalah beton yang tidak menggunakan semen portland sebagai bahan perekatnya, tetapi memanfaatkan material alami yang banyak mengandung silika seperti fly ash, abu sekam padi atau bahan lainnya.
Pada penelitian ini material yang digunakan adalah fly ash yang berasal dari PLTU Suralaya.
Untuk membuat beton geopolimer diperlukan alkaline aktivator untuk mempercepat reaksi polimerisasi dan mereaksikan unsur- unsur Al dan Si yang terkandung dalam fly ash.
Pada penelitian ini digunakan larutan dengan kepekatan 11 Molar dengan perbandingan sodium hidroksida dan sodium silikat 1 : 2 dalam berat, dan perbandingan antara air dan fly ash sebesar 0.
2, Metode perawatan, direndam dalam air, di masukkan dalam uap(suhu 60°C selama 24 jam), tanpa perawatan (referensi), dan dimasukkan dalam oven (suhu 250°C, selama 24 jam).
Dari hasil uji waktu pengikatan awal, didapat waktunya lebih cepat dibandingkan dengan beton semen, sedangkan bobot isi hasilnya tidak jauh berbeda dengan beton semen.
Dari hasil uji kuat tekan pada beton yang dirawat dalam uap, kuat tekannya relatif stabil, sedangkan beton referensi mengalami kenaikan.
Pada beton yang direndam dalam air selama 28 hari kuat tekannya menurun, dan beton yang dirawat dalam oven kuat tekannya paling rendah dibanding dengan yang lainnya.
Demikian pula dari hasil uji kuat tarik beton yang dirawat dalam uap dan beton referensi memiliki kuat tarik paling tinggi.
Kata kunci : beton, geopolimer, waktu ikat awal, bobot isi, kuat tekan, kuat tarik.
Related Results
Studi Karakteristik Kuat Tekan Beton Geopolimer Berbahan Dasar Abu Sekam Padi
Studi Karakteristik Kuat Tekan Beton Geopolimer Berbahan Dasar Abu Sekam Padi
Beton geopolimer menjadikan alternatif ramah lingkungan bagi beton konvensional karena memiliki potensi untuk mengurangi emisi karbon. Abu sekam padi yang merupakan limbah pertania...
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mem...
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
Air laut memiliki kandungan garam yang tinggi yang dapat menggerogoti kekuatan dan keawetan beton. Hal ini disebabkan klorida yang terdapat pada air laut yang merupakan garam yang ...
PENGARUH PERAWATAN BETON (CURING) TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL
PENGARUH PERAWATAN BETON (CURING) TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL
Abstract— Concrete is a mixture consisting of sand, small stones, cement, and water that forms a solid mass. To produce good-quality concrete, concrete work control is needed, and ...
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Limbah sering digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam rekayasa bahan bangunan. Salah satu jenis limbah yang masih jarang diteliti sebagai campuran dalam pe...
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Beton merupakan material konstruksi yang bersifat getas. Kombinasinya dengan baja pada material beton bertulang menjadikan material beton yang getas getas menjadi daktail. Pada bet...
STUDI AWAL PENGEMBANGAN METODE PERAWATAN BETON DENGAN METODE BIOMINERALISASI : LITERATURE REVIEW
STUDI AWAL PENGEMBANGAN METODE PERAWATAN BETON DENGAN METODE BIOMINERALISASI : LITERATURE REVIEW
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan referensi inovasi penggunaan bakteri dalam masa perawatan beton. Inovasi pada material beton dengan metode self-healing memungkinkan ...
PENGARUH PERSENTASE RETARDER TERHADAP WAKTU IKAT BETON GEOPOLIMER BERBASIS FLY ASH TIPE C
PENGARUH PERSENTASE RETARDER TERHADAP WAKTU IKAT BETON GEOPOLIMER BERBASIS FLY ASH TIPE C
Peningkatan dampak kerusakan pada lingkungan dari pembuatan bahan bangunan seperti semen Portland menjadikan dorongan besar pada beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan pemanfaa...

