Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH PERAWATAN BETON (CURING) TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL
View through CrossRef
Abstract— Concrete is a mixture consisting of sand, small stones, cement, and water that forms a solid mass. To produce good-quality concrete, concrete work control is needed, and one of those that must be considered is curing during the concrete hardening process until the planned concrete strength age. The curing is carried out to keep the concrete humid and avoid excess water evaporation that might affect the quality of the concrete negatively. This research aimed to determine the effect of three methods of curing (immersion curing method, water curing method, and natural curing method) on normal concrete compressive strength fc’ 20 MPa. From the 28 days of testing, it shows the results: immersion curing method at 25,267 MPa, water curing method at 29,604 MPa, and natural curing method at 23,29 MPa. Based on the three test results above, water curing methods have a higher optimal compressive strength value than the rest of the methods, which are immersion curing methods and natural curing methods. Keywords — Concrete, curing, compressive strength.
Abstrak— Beton merupakan suatu campuran yang berisi pasir, kerikil, semen dan air yang membentuk suatu masa padat. Untuk menghasilkan mutu beton yang baik diperlukan kontrol pengerjaan beton, salah satu yang harus diperhatikan ialah perawatan beton (curing) selama proses pengerasan beton sampai umur kekuatan beton yang direncanakan. Perawatan tersebut dilakukan untuk menjaga kelembapan beton dan mencegah terjadinya penguapan air berlebih yang dapat memberi pengaruh negatif terhadap mutu beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari tiga metode curing (rendam, perawatan siram, dan tanpa perawatan) terhadap kuat tekan beton normal fc’ 20 MPa. Dari pengujian yang dilakukan selama 28 hari diperoleh hasil sebagai berikut metode perawatan rendam sebesar 25,267 MPa, metode perawatan siram sebesar 29,604 MPa, dan metode tanpa perawatan sebesar 23,29 MPa. Berdasarkan hasil dari ketiga metode diatas, metode perawatan siram memiliki nilai kuat tekan yang lebih optimal dibandingkan dengan dua metode lainnya yaitu metode perawatan rendam dan metode tanpa perawatan. Kata kunci — beton, perawatan beton (curing), kuat tekan.
Title: PENGARUH PERAWATAN BETON (CURING) TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL
Description:
Abstract— Concrete is a mixture consisting of sand, small stones, cement, and water that forms a solid mass.
To produce good-quality concrete, concrete work control is needed, and one of those that must be considered is curing during the concrete hardening process until the planned concrete strength age.
The curing is carried out to keep the concrete humid and avoid excess water evaporation that might affect the quality of the concrete negatively.
This research aimed to determine the effect of three methods of curing (immersion curing method, water curing method, and natural curing method) on normal concrete compressive strength fc’ 20 MPa.
From the 28 days of testing, it shows the results: immersion curing method at 25,267 MPa, water curing method at 29,604 MPa, and natural curing method at 23,29 MPa.
Based on the three test results above, water curing methods have a higher optimal compressive strength value than the rest of the methods, which are immersion curing methods and natural curing methods.
Keywords — Concrete, curing, compressive strength.
Abstrak— Beton merupakan suatu campuran yang berisi pasir, kerikil, semen dan air yang membentuk suatu masa padat.
Untuk menghasilkan mutu beton yang baik diperlukan kontrol pengerjaan beton, salah satu yang harus diperhatikan ialah perawatan beton (curing) selama proses pengerasan beton sampai umur kekuatan beton yang direncanakan.
Perawatan tersebut dilakukan untuk menjaga kelembapan beton dan mencegah terjadinya penguapan air berlebih yang dapat memberi pengaruh negatif terhadap mutu beton.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari tiga metode curing (rendam, perawatan siram, dan tanpa perawatan) terhadap kuat tekan beton normal fc’ 20 MPa.
Dari pengujian yang dilakukan selama 28 hari diperoleh hasil sebagai berikut metode perawatan rendam sebesar 25,267 MPa, metode perawatan siram sebesar 29,604 MPa, dan metode tanpa perawatan sebesar 23,29 MPa.
Berdasarkan hasil dari ketiga metode diatas, metode perawatan siram memiliki nilai kuat tekan yang lebih optimal dibandingkan dengan dua metode lainnya yaitu metode perawatan rendam dan metode tanpa perawatan.
Kata kunci — beton, perawatan beton (curing), kuat tekan.
Related Results
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
Air laut memiliki kandungan garam yang tinggi yang dapat menggerogoti kekuatan dan keawetan beton. Hal ini disebabkan klorida yang terdapat pada air laut yang merupakan garam yang ...
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mem...
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Beton merupakan material konstruksi yang bersifat getas. Kombinasinya dengan baja pada material beton bertulang menjadikan material beton yang getas getas menjadi daktail. Pada bet...
Pengaruh Nilai Abrasi Limbah Beton (Recycle) pada Pembuatan Beton Normal
Pengaruh Nilai Abrasi Limbah Beton (Recycle) pada Pembuatan Beton Normal
Beton merupakan material konstruksi yang saat ini banyak digunakan dalam berbagai bagian bangunan yang kita temui selama proses pembangunan, seperti pada gedung, jalan, dan jembata...
Studi Karakteristik Kuat Tekan Beton Geopolimer Berbahan Dasar Abu Sekam Padi
Studi Karakteristik Kuat Tekan Beton Geopolimer Berbahan Dasar Abu Sekam Padi
Beton geopolimer menjadikan alternatif ramah lingkungan bagi beton konvensional karena memiliki potensi untuk mengurangi emisi karbon. Abu sekam padi yang merupakan limbah pertania...
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Limbah sering digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam rekayasa bahan bangunan. Salah satu jenis limbah yang masih jarang diteliti sebagai campuran dalam pe...
PENGARUH PENGGUNAAN VARIASI PH AIR TERHDAPA KUAT TEKAN BETON NORMAL
PENGARUH PENGGUNAAN VARIASI PH AIR TERHDAPA KUAT TEKAN BETON NORMAL
Dalam pembuatan betonair sangat diperlukan untuk memicu proses kimiawi semen, membasahi agregat halus, dan memberikan kemudahan dalam pekerjaan beton. Pada dasarnya air yang diguna...
Analisa Penambahan Tanah Kapur Terhadap Kuat Tekan Beton
Analisa Penambahan Tanah Kapur Terhadap Kuat Tekan Beton
Pemakaian batu kapur sebagai bahan perekat / semen dalam pembuatan beton perlu upaya pemakaian bahan lain sebagai bahan perekat semen seperti pemanfaatan tanah mediteran, Kapur yan...

