Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERBANDINGAN PENGATURAN GRATIFIKASI SEKSUAL DI INDONESIA DAN INDIA

View through CrossRef
Korupsi merupakan kejahatan dengan kategori extra ordinary crimes yaitu kejahatan luar biasa. Salah satu jenis tindak pidana korupsi adalah gratifikasi. Pada perkembangan saat ini gratifikasi bukan pemberian barang mewah atau uang, fasilitas penginapan, pinjaman tanpa bunga dan sebagainya namun saat ini telah disajikan dengan jasa pelayanan seksual yang digunakan sebagai gratifikasi pelayanan seksual terhadap penyelenggara negara. Pengaturan gratifikasi seksual di Indonesia pada Pasal 12B Ayat 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pada bagian penjelasan belum secara tegas mengatur sanksi kepada para pihak gratifikasi seksual. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui perbandingan pengaturan gratifikasi seksual di Indonesia dan India. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu yuridis normatif menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pengaturan gratifikasi seksual di India lebih tegas dibandingkan dengan pengaturan gratifikasi seksual di Indonesia, karena India telah berani memasukkan gratifikasi seksual kedalam undang-undang tindak pidana korupsinya.
Title: PERBANDINGAN PENGATURAN GRATIFIKASI SEKSUAL DI INDONESIA DAN INDIA
Description:
Korupsi merupakan kejahatan dengan kategori extra ordinary crimes yaitu kejahatan luar biasa.
Salah satu jenis tindak pidana korupsi adalah gratifikasi.
Pada perkembangan saat ini gratifikasi bukan pemberian barang mewah atau uang, fasilitas penginapan, pinjaman tanpa bunga dan sebagainya namun saat ini telah disajikan dengan jasa pelayanan seksual yang digunakan sebagai gratifikasi pelayanan seksual terhadap penyelenggara negara.
Pengaturan gratifikasi seksual di Indonesia pada Pasal 12B Ayat 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pada bagian penjelasan belum secara tegas mengatur sanksi kepada para pihak gratifikasi seksual.
Penelitian ini berfokus untuk mengetahui perbandingan pengaturan gratifikasi seksual di Indonesia dan India.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu yuridis normatif menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan.
Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pengaturan gratifikasi seksual di India lebih tegas dibandingkan dengan pengaturan gratifikasi seksual di Indonesia, karena India telah berani memasukkan gratifikasi seksual kedalam undang-undang tindak pidana korupsinya.

Related Results

REKONSTRUKSI PEMBERI GRATIFIKASI SEBAGAI SUBYEK TINDAK PIDANA KORUPSI
REKONSTRUKSI PEMBERI GRATIFIKASI SEBAGAI SUBYEK TINDAK PIDANA KORUPSI
Gratifikasi terjadi karena adanya penerima gratifikasi dan pemberi gratifikasi. Namun demikian pemberi gratifikasi hingga saat ini belum diatur oleh peraturan perundang-undangan se...
Sexual Gratification As A Serious Threat In Modern Criminal Reasoning On Aspects Of Judges' Considerations In Court Judgment
Sexual Gratification As A Serious Threat In Modern Criminal Reasoning On Aspects Of Judges' Considerations In Court Judgment
ABSTRACT Objective: This research aims to examine and analyze the problem of sexual gratification as a serious threat in modern criminal reasoning. Methodology: In this research, t...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKSUAL SISWA SMP DI JAKARTA BARAT
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKSUAL SISWA SMP DI JAKARTA BARAT
Background: Inappropriate sexual behavior with negative attitudes and low knowledge can reduce the quality of life of adolescents. Risky sexual behavior increases the spread of sex...
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Berbagai motif kejahatan seksual berkembang dalam dua dekade ini. Berkembangnya teknologi informasi serta arus globalisasi menambah kembali deretan modus operandi baru dalam kejaha...
Budaya Integritas dan Pencegahan Praktik Gratifikasi di Lingkungan Pengadilan Agama Maumere Kabupaten Sikka
Budaya Integritas dan Pencegahan Praktik Gratifikasi di Lingkungan Pengadilan Agama Maumere Kabupaten Sikka
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya integritas dan upaya pencegahan praktik gratifikasi di lingkungan Pengadilan Agama Maumere Kabupaten Sikka. Fokus penelitian meli...

Back to Top