Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERSPEKTIF SIYÂSAH DUSTÛRIYAH ATAS HAK POLITIK PEREMPUAN DALAM MUSREMBANG KOTA BOGOR

View through CrossRef
AbstrakPelaksanaan Perda Kota Bogor No. 2 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah menjadi suatu pijakan dalam penyelenggaraan perencanaan pembangunan daerah yang harus bersifat partisipatif dan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Hal ini jauh dari apa yang seharusnya terjadi berdasarkan Perda tersebut khususnya Pasal 29 Ayat (4) Huruf B Angka (6) yang menyebutkan bahwa keterwakilan perempuan seharusnya dapat diperhatikan. Penelitian ini berangkat dari konvensi mengenai penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap wanita dan merupakan prinsip dalam Siyasah Dusturiyah yakni, prinsip persamaan (musawwah). Bahkan dalam Islam, perempuan juga mempunyai kewajiban untuk mengamalkan amar ma’ruf nahi munkar. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif yaitu, memaparkan atau menggambarkan hasil penelitian dengan apa adanya. Sumber data yang digunakan yaitu berupa sumber data primer yakni, sumber data pokok yang diambil dari 6 kantor kecamatan Kota Bogor sedangkan sumber data sekunder yakni, data pelengkap berupa teori dan tinjauan kepustakaan. Pertama, implementasi hak politik perempuan melalui kegiatan Musrenbang di enam kecamatan berdasarkan Perda tersebut, tiga diantaranya memenuhi affirmative action 30%. Kedua, hak politik perempuan dalam Musrenbang berdasarkan Perda tersebut ialah berupa hak menyampaikan pendapat, memaparkan program pembangunannya. Ketiga, Siyasah Dusturiyah juga mempertegas hak mengemukakan pendapat bagi kaum perempuan demi terwujudnya amar makruf nahi munkar. Hal ini menunjukkan keselarasan antara Perda dengan Siyasah Dusturiyah berdasarkan prinsip persamaan (musawwah).Kata Kunci : Siyasah Dusturiyah, Hak Politik Perempuan, Perda
Sunan Gunung Djati State Islamic University of Bandung
Title: PERSPEKTIF SIYÂSAH DUSTÛRIYAH ATAS HAK POLITIK PEREMPUAN DALAM MUSREMBANG KOTA BOGOR
Description:
AbstrakPelaksanaan Perda Kota Bogor No.
2 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah menjadi suatu pijakan dalam penyelenggaraan perencanaan pembangunan daerah yang harus bersifat partisipatif dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Hal ini jauh dari apa yang seharusnya terjadi berdasarkan Perda tersebut khususnya Pasal 29 Ayat (4) Huruf B Angka (6) yang menyebutkan bahwa keterwakilan perempuan seharusnya dapat diperhatikan.
Penelitian ini berangkat dari konvensi mengenai penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap wanita dan merupakan prinsip dalam Siyasah Dusturiyah yakni, prinsip persamaan (musawwah).
Bahkan dalam Islam, perempuan juga mempunyai kewajiban untuk mengamalkan amar ma’ruf nahi munkar.
Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif yaitu, memaparkan atau menggambarkan hasil penelitian dengan apa adanya.
Sumber data yang digunakan yaitu berupa sumber data primer yakni, sumber data pokok yang diambil dari 6 kantor kecamatan Kota Bogor sedangkan sumber data sekunder yakni, data pelengkap berupa teori dan tinjauan kepustakaan.
Pertama, implementasi hak politik perempuan melalui kegiatan Musrenbang di enam kecamatan berdasarkan Perda tersebut, tiga diantaranya memenuhi affirmative action 30%.
Kedua, hak politik perempuan dalam Musrenbang berdasarkan Perda tersebut ialah berupa hak menyampaikan pendapat, memaparkan program pembangunannya.
Ketiga, Siyasah Dusturiyah juga mempertegas hak mengemukakan pendapat bagi kaum perempuan demi terwujudnya amar makruf nahi munkar.
Hal ini menunjukkan keselarasan antara Perda dengan Siyasah Dusturiyah berdasarkan prinsip persamaan (musawwah).
Kata Kunci : Siyasah Dusturiyah, Hak Politik Perempuan, Perda.

Related Results

KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM PARTAI POLITIK PERSPEKTIF SIYASAH SYAR’IYYAH
KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM PARTAI POLITIK PERSPEKTIF SIYASAH SYAR’IYYAH
Peran perempuan Indonesia saat ini dapat digambarkan sebagai manusia yang hidup dalam situasi dramatis. Disatu sisi perempuan Indonesia dituntut untuk berperan dalam semua sektor, ...
Epistemologi Fikih Siyâsah
Epistemologi Fikih Siyâsah
Abstract: Epistemology of Fiqh Siyâsah. Islam is not merely a theological system but also a social and state system. The ulamas through their ijtihad formulated Islamic teachings o...
Sinergitas Kelembagaan KPU dalam Pengawalan Hak Politik Masyarakat pada Pemilu 2024 di Kabupaten Bandung Perspektif Siyasah Dusturiyah
Sinergitas Kelembagaan KPU dalam Pengawalan Hak Politik Masyarakat pada Pemilu 2024 di Kabupaten Bandung Perspektif Siyasah Dusturiyah
Peneletian ini membahas tentang analisis siyasah dusturiyah terhadap sinergitas kelembagaan KPU dalam pengawalan hak politik masyarakat pada pemilu 2024. Penelitian ini bertujuan u...
Siyasah Dusturiyyah sebagai Sistem Perpolitikan dalam Al-Qur’an
Siyasah Dusturiyyah sebagai Sistem Perpolitikan dalam Al-Qur’an
Siyasah dusturiyyah so far has not been revealed in detail. In the world history stage, it can be seen that the good or bad of a country depends on the system of government. The Qu...
Partisipasi Politik Perempuan Perspektif Hukum Islam
Partisipasi Politik Perempuan Perspektif Hukum Islam
Abstract: This article discusses political participation of women from the perspective of Islamic law.  In paricular, it will highlights a women political organization called KPPI...
Pemenuhan Hak-hak Anak Pasca Perceraian Orang Tua di Kecamatan Cikembar
Pemenuhan Hak-hak Anak Pasca Perceraian Orang Tua di Kecamatan Cikembar
Perceraian di Kecamatan Cikembar kerapkali menimbulkan ekses-ekses masalah pemenuhan hak-hak anak pasca perceraian orang tua. Banyak hambatan utama yang menjadi penyebab terbengkal...

Back to Top