Javascript must be enabled to continue!
KEKERASAN BERBASIS GENDER ONLINE DI KOTA MEDAN
View through CrossRef
Abstrak
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis kekerasan berbasis gender online (KBGO) serta respon pengguna media sosial di Kota Medan terhadap perilaku kekerasan yang mereka terima. Sampel penelitian dipilih secara purposif berjumlah 200 orang dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 63 orang dan perempuan sebanyak 137 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner melalui aplikasi Google Form pada bulan Juli 2021. Jenis KBGO yang paling banyak diterima oleh responden adalah cyberstalking, yaitu pelaku mengawasi atau menguntit kegiatan responden melalui internet/media sosial, komentar kasar di media sosial, serta impersonasi, yaitu pelaku menyamar dengan nama atau identitas orang lain yang aktif secara online untuk tujuan menyakiti, mengintimidasi, menipu, atau mengancam responden. Sikap terbanyak responden terhadap perilaku kekerasan online tersebut adalah memblokir akun pelaku dan mendiamkan saja. Responden paling sering mendapatkan kekerasan online melalui platform Instagram, Facebook, dan WhatsApp.
Kata kunci: Kekerasan Gender Berbasis Online, Media Sosial
Universitas Medan Area
Title: KEKERASAN BERBASIS GENDER ONLINE DI KOTA MEDAN
Description:
Abstrak
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis kekerasan berbasis gender online (KBGO) serta respon pengguna media sosial di Kota Medan terhadap perilaku kekerasan yang mereka terima.
Sampel penelitian dipilih secara purposif berjumlah 200 orang dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 63 orang dan perempuan sebanyak 137 orang.
Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner melalui aplikasi Google Form pada bulan Juli 2021.
Jenis KBGO yang paling banyak diterima oleh responden adalah cyberstalking, yaitu pelaku mengawasi atau menguntit kegiatan responden melalui internet/media sosial, komentar kasar di media sosial, serta impersonasi, yaitu pelaku menyamar dengan nama atau identitas orang lain yang aktif secara online untuk tujuan menyakiti, mengintimidasi, menipu, atau mengancam responden.
Sikap terbanyak responden terhadap perilaku kekerasan online tersebut adalah memblokir akun pelaku dan mendiamkan saja.
Responden paling sering mendapatkan kekerasan online melalui platform Instagram, Facebook, dan WhatsApp.
Kata kunci: Kekerasan Gender Berbasis Online, Media Sosial
.
Related Results
Analisis Terhadap Tindak Kekerasan Berbasis Gender Online Berbentuk Ancaman Penyebaran Konten Intim Non Consensual
Analisis Terhadap Tindak Kekerasan Berbasis Gender Online Berbentuk Ancaman Penyebaran Konten Intim Non Consensual
Abstract
This journal discusses the crime of cybercrime or often called cybercrime, this journal aims so that we can learn more about cybercrime describing prohibited behavior as ...
PEMAHAMAN KEKERASAN BERBASIS GENDER TERHADAP MAHASISWA SEBAGAI UPAYA NON-PENAL DALAM PENANGGULANGAN KEKERASAN BERBASIS GENDER DI LINGKUNGAN KAMPUS
PEMAHAMAN KEKERASAN BERBASIS GENDER TERHADAP MAHASISWA SEBAGAI UPAYA NON-PENAL DALAM PENANGGULANGAN KEKERASAN BERBASIS GENDER DI LINGKUNGAN KAMPUS
Abstract
Campus as an educational institution should be a comfortable place for students to study, but gender-based violence that occurs on campus makes campus not a safe place fo...
“Jika Ditampar Pipi Kanan, Beri Pipi Kiri”: Pacifisme Kristen sebagai Wujud Iman dalam Pendamaian (Reconciliation) dan Perdamaian (Peace)
“Jika Ditampar Pipi Kanan, Beri Pipi Kiri”: Pacifisme Kristen sebagai Wujud Iman dalam Pendamaian (Reconciliation) dan Perdamaian (Peace)
Perlawanan tanpa kekerasan sering dikaitkan dengan istilah pacifisme. Istilah pacifisme berasal dari bahasa Latin yaitu paci- yang berarti “perdamaian” dan –ficus yang berarti “mem...
Kekerasan Fisik Terhadap Anak Pasca Pandemik Covid 19
Kekerasan Fisik Terhadap Anak Pasca Pandemik Covid 19
Anak merupakan kelompok rentan yang perlu mendapatkan perlindungan dari segala tindak kejahatan dan kekerasan sesuai ketentuan perundang-undangan. Kekerasan terhadap anak bukanlah...
Studi Literatur Terhadap Kekerasan di Kalangan Remaja
Studi Literatur Terhadap Kekerasan di Kalangan Remaja
Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang mengangkat masalah terhadap kekerasan di kalangan remaja. Tujuan penelitian untuk memberikan pemahaman terhadap pembaca men...
Perlindungan Hukum Terhadap Korban Kekerasan Seksual Pasca Pengesahan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual : Penerapan dan Efektivitas
Perlindungan Hukum Terhadap Korban Kekerasan Seksual Pasca Pengesahan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual : Penerapan dan Efektivitas
Pengesahan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan seksual (UU TPKS) merupakan momentum bagi negara untuk hadir sebagai garda terdepan dalam melindungi korban kejahatan kekerasan sek...
Kekerasan dalam Novel Dari Dalam Kubur Karya Soe Tjen Marching: Perspektif Johan Galtung
Kekerasan dalam Novel Dari Dalam Kubur Karya Soe Tjen Marching: Perspektif Johan Galtung
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kekerasan yang terdapat dalam novel Dari Dalam Kubur karya Soe Tjen Marching menggunakan perspektif Johan Galtung. Tujuan dilakukannya penel...
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Berbagai motif kejahatan seksual berkembang dalam dua dekade ini. Berkembangnya teknologi informasi serta arus globalisasi menambah kembali deretan modus operandi baru dalam kejaha...

