Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kekerasan dalam Novel Dari Dalam Kubur Karya Soe Tjen Marching: Perspektif Johan Galtung

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kekerasan yang terdapat dalam novel Dari Dalam Kubur karya Soe Tjen Marching menggunakan perspektif Johan Galtung. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan analisis struktural berupa tokoh dan penokohan dan latar, serta (2) mendeskripsikan bentuk-bentuk kekerasan dalam novel Dari Dalam Kubur karya Soe Tjen Marching. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan teknik baca-catat dan dianalisis menggunakan metode formal dan metode deskriptif analisis. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini dalah paradigma M.H. Abrams berupa pendekatan objektif yang berfokus pada karya sastra, yakni novel Dari Dalam Kubur karya Soe Tjen Marching, dan pendekatan mimetik yang berfokus pada realitas dan semesta, yakni tindak kekerasan dalam novel Dari Dalam Kubur. Teori yang digunakan dalam penelitian merupakan teori stuktural yang digunakan untuk mengkaji analisis struktural, dan teori kekerasan perspektif Johan Galtung. Penelitian ini menghasilkan analisis struktural dan tindak kekerasan dalam novel Dari Dalam Kubur karya Soe Tjen Marching. Analisis struktural itu terdiri atas tokoh dan penokohan serta latar. Tokoh dan penokohan terbagi menjadi tokoh utama, dan tokoh tambahan.  Dalam novel, terdapat dua tokoh utama dan 45 tokoh tambahan. Latar terbagi menjadi (1) latar tempat yang berjumlah 19, (2) Latar waktu yang berjumlah 10, dan (3) Latar sosial-budaya yang berjumlah tiga. Penelitian tindak kekerasan menghasilkan tiga bentuk kekerasan, yakni (1) kekerasan langsung, (2) kekerasan kultural atau budaya, dan (3) kekerasan struktural. Kekerasan langsung dibagi menjadi 10, kekerasan struktural dibagi menjadi tiga, dan kekerasan kultural atau budaya dibagi menjadi dua.
Title: Kekerasan dalam Novel Dari Dalam Kubur Karya Soe Tjen Marching: Perspektif Johan Galtung
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kekerasan yang terdapat dalam novel Dari Dalam Kubur karya Soe Tjen Marching menggunakan perspektif Johan Galtung.
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan analisis struktural berupa tokoh dan penokohan dan latar, serta (2) mendeskripsikan bentuk-bentuk kekerasan dalam novel Dari Dalam Kubur karya Soe Tjen Marching.
Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan teknik baca-catat dan dianalisis menggunakan metode formal dan metode deskriptif analisis.
Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini dalah paradigma M.
H.
Abrams berupa pendekatan objektif yang berfokus pada karya sastra, yakni novel Dari Dalam Kubur karya Soe Tjen Marching, dan pendekatan mimetik yang berfokus pada realitas dan semesta, yakni tindak kekerasan dalam novel Dari Dalam Kubur.
Teori yang digunakan dalam penelitian merupakan teori stuktural yang digunakan untuk mengkaji analisis struktural, dan teori kekerasan perspektif Johan Galtung.
Penelitian ini menghasilkan analisis struktural dan tindak kekerasan dalam novel Dari Dalam Kubur karya Soe Tjen Marching.
Analisis struktural itu terdiri atas tokoh dan penokohan serta latar.
Tokoh dan penokohan terbagi menjadi tokoh utama, dan tokoh tambahan.
  Dalam novel, terdapat dua tokoh utama dan 45 tokoh tambahan.
Latar terbagi menjadi (1) latar tempat yang berjumlah 19, (2) Latar waktu yang berjumlah 10, dan (3) Latar sosial-budaya yang berjumlah tiga.
Penelitian tindak kekerasan menghasilkan tiga bentuk kekerasan, yakni (1) kekerasan langsung, (2) kekerasan kultural atau budaya, dan (3) kekerasan struktural.
Kekerasan langsung dibagi menjadi 10, kekerasan struktural dibagi menjadi tiga, dan kekerasan kultural atau budaya dibagi menjadi dua.

Related Results

Ziarah Kubur
Ziarah Kubur
Ziarah kubur adalah tradisi yang dilakukan oleh umat Muslim untuk mengunjungi dan mendoakan orang-orang yang telah meninggal. Biasanya, ziarah kubur dilakukan pada hari-hari terten...
Tradisi Ziarah Kubur Pangeran Wong Agung Wilis Di Pura Langgar Bali
Tradisi Ziarah Kubur Pangeran Wong Agung Wilis Di Pura Langgar Bali
Tradisi ziarah kubur di Pura Langgar yang dilakukan umat Islam Jawa di Kampung Hindu Desa pakraman Bunutin Bangli Bali sebagai perwujudan dari moderasi beragama dan akulturasi buda...
POTRET KEKERASAN DALAM NOVEL HUJAN DAN TEDUH KARYA WULAN DEWATRA: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
POTRET KEKERASAN DALAM NOVEL HUJAN DAN TEDUH KARYA WULAN DEWATRA: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk-bentuk kekerasan dalam novelHujan dan Teduh karya Wulan Dewatra, (2) faktor penyebab kekerasan dalam novel Hujan dan Tedu...
Kekerasan Budaya Pasca 1965 dalam Novel Pulang dan Dari Dalam Kubur
Kekerasan Budaya Pasca 1965 dalam Novel Pulang dan Dari Dalam Kubur
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan kekerasan budaya yang tergambar dalam novel Dari dalam Kubur (2020) dan Pulang (2013), keuda novel ini menggambarkan pembantaia...
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Berbagai motif kejahatan seksual berkembang dalam dua dekade ini. Berkembangnya teknologi informasi serta arus globalisasi menambah kembali deretan modus operandi baru dalam kejaha...
“Jika Ditampar Pipi Kanan, Beri Pipi Kiri”: Pacifisme Kristen sebagai Wujud Iman dalam Pendamaian (Reconciliation) dan Perdamaian (Peace)
“Jika Ditampar Pipi Kanan, Beri Pipi Kiri”: Pacifisme Kristen sebagai Wujud Iman dalam Pendamaian (Reconciliation) dan Perdamaian (Peace)
Perlawanan tanpa kekerasan sering dikaitkan dengan istilah pacifisme. Istilah pacifisme berasal dari bahasa Latin yaitu paci- yang berarti “perdamaian” dan –ficus yang berarti “mem...
PEMBENTUKAN WISATA RELIGI DALAM TRADISI ZIARAH KUBUR
PEMBENTUKAN WISATA RELIGI DALAM TRADISI ZIARAH KUBUR
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis pembentukan wisata religi melaui tradisi ziarah kubur. Tradsi ziarah kubur merupakan salah satu tradisi yang masih eksis di t...
TRADISI ZIARAH KUBUR MASYARAKAT SASAK (STUDI KASUS MAKAM LOANG BALOQ)
TRADISI ZIARAH KUBUR MASYARAKAT SASAK (STUDI KASUS MAKAM LOANG BALOQ)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetaui: (1) Bagaimana persepsi masyarakat  terhadap ziarah kubur (2) motivasi yang mendorong masyarakat  melakukan ziarah   kubur (3) tata cara pe...

Back to Top