Javascript must be enabled to continue!
Kekerasan Budaya Pasca 1965 dalam Novel Pulang dan Dari Dalam Kubur
View through CrossRef
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan kekerasan budaya yang tergambar dalam novel Dari dalam Kubur (2020) dan Pulang (2013), keuda novel ini menggambarkan pembantaian massal pasca 1965 di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Critical Discourse Analysis. Pengumpulan data dilakukan dengan dengan studi kepustakaan. Penelitian ini bertumpu pada konsep kekerasan budaya dari Johan Galtung dan kekerasan simbolik Pierre Bourdieu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kedua novel terjadi kekerasan personal dan kekerasan struktural. Untuk melegitimasi dua kekerasan ini, pemerintah Orde Baru menggunakan aspek-aspek budaya seperti ideologi, agama, bahasa, seni dan pengetahuan. Hal tersebut sama dengan prinsip simbolis dalam gagasan Pierre Bourdieu mengenai kekerasan simbolik atau kekerasan tak kasat mata. Penggunaan aspek-aspek budaya tersebut fungsinya untuk mengubah nilai moral dan ideologis masyarakat agar mereka menganggap kekerasan terhadap komunis dan yang di-komunis-kan serta masyarakat etnis Tionghoa adalah normal, bahkan harus dilakukan.
Universitas Negeri Jakarta
Title: Kekerasan Budaya Pasca 1965 dalam Novel Pulang dan Dari Dalam Kubur
Description:
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan kekerasan budaya yang tergambar dalam novel Dari dalam Kubur (2020) dan Pulang (2013), keuda novel ini menggambarkan pembantaian massal pasca 1965 di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Critical Discourse Analysis.
Pengumpulan data dilakukan dengan dengan studi kepustakaan.
Penelitian ini bertumpu pada konsep kekerasan budaya dari Johan Galtung dan kekerasan simbolik Pierre Bourdieu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kedua novel terjadi kekerasan personal dan kekerasan struktural.
Untuk melegitimasi dua kekerasan ini, pemerintah Orde Baru menggunakan aspek-aspek budaya seperti ideologi, agama, bahasa, seni dan pengetahuan.
Hal tersebut sama dengan prinsip simbolis dalam gagasan Pierre Bourdieu mengenai kekerasan simbolik atau kekerasan tak kasat mata.
Penggunaan aspek-aspek budaya tersebut fungsinya untuk mengubah nilai moral dan ideologis masyarakat agar mereka menganggap kekerasan terhadap komunis dan yang di-komunis-kan serta masyarakat etnis Tionghoa adalah normal, bahkan harus dilakukan.
Related Results
Kekerasan dalam Novel Dari Dalam Kubur Karya Soe Tjen Marching: Perspektif Johan Galtung
Kekerasan dalam Novel Dari Dalam Kubur Karya Soe Tjen Marching: Perspektif Johan Galtung
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kekerasan yang terdapat dalam novel Dari Dalam Kubur karya Soe Tjen Marching menggunakan perspektif Johan Galtung. Tujuan dilakukannya penel...
Ziarah Kubur
Ziarah Kubur
Ziarah kubur adalah tradisi yang dilakukan oleh umat Muslim untuk mengunjungi dan mendoakan orang-orang yang telah meninggal. Biasanya, ziarah kubur dilakukan pada hari-hari terten...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Tradisi Ziarah Kubur Pangeran Wong Agung Wilis Di Pura Langgar Bali
Tradisi Ziarah Kubur Pangeran Wong Agung Wilis Di Pura Langgar Bali
Tradisi ziarah kubur di Pura Langgar yang dilakukan umat Islam Jawa di Kampung Hindu Desa pakraman Bunutin Bangli Bali sebagai perwujudan dari moderasi beragama dan akulturasi buda...
Kekerasan Fisik Terhadap Anak Pasca Pandemik Covid 19
Kekerasan Fisik Terhadap Anak Pasca Pandemik Covid 19
Anak merupakan kelompok rentan yang perlu mendapatkan perlindungan dari segala tindak kejahatan dan kekerasan sesuai ketentuan perundang-undangan. Kekerasan terhadap anak bukanlah...
“Jika Ditampar Pipi Kanan, Beri Pipi Kiri”: Pacifisme Kristen sebagai Wujud Iman dalam Pendamaian (Reconciliation) dan Perdamaian (Peace)
“Jika Ditampar Pipi Kanan, Beri Pipi Kiri”: Pacifisme Kristen sebagai Wujud Iman dalam Pendamaian (Reconciliation) dan Perdamaian (Peace)
Perlawanan tanpa kekerasan sering dikaitkan dengan istilah pacifisme. Istilah pacifisme berasal dari bahasa Latin yaitu paci- yang berarti “perdamaian” dan –ficus yang berarti “mem...
PEMBENTUKAN WISATA RELIGI DALAM TRADISI ZIARAH KUBUR
PEMBENTUKAN WISATA RELIGI DALAM TRADISI ZIARAH KUBUR
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis pembentukan wisata religi melaui tradisi ziarah kubur. Tradsi ziarah kubur merupakan salah satu tradisi yang masih eksis di t...

