Javascript must be enabled to continue!
Optimalisasi Fungsi Sistem Kanal Banjir Timur Semarang sebagai Ruang Terbuka Hijau dan Pengendali Banjir
View through CrossRef
Sistem Kanal merupakan salah satu cara yang dianggap efektif dalam mengendalikan masalah banjir. Namun, dilihat dari aspek lingkungan, sistem kanal dianggap tidak memperhatikan keberlangsungan lingkungan dan cenderung merusak ekosistem alamiah sungai. Kanal Banjir Timur berfungsi sebagai pengendali banjir yang saat ini tidak dapat berfungsi secara optimal sehingga menyebabkan banjir di daerah Semarang Timur. Normalisasi sungai diambil sebagai solusi oleh Pemerintah Kota Semarang untuk meningkatkan daya tampung Kanal Banjir Timur. Normalisasi dengan membangun sistem kanal berbeton dirasa kurang memperhatikan aliran air secara alamiah, karena akan menghilangkan ekosistem bantaran sungai. Selain itu, air juga akan langsung dialirkan ke laut tanpa mengalami proses infiltrasi terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Ruang Terbuka Publik Baru yang dihasilkan melalui proses Perancangan Ekologi Lanskap dengan penerapan teori naturalisasi sungai yang dianggap lebih baik dalam menyelesaikan masalah banjir dan lingkungan. Penataan Kanal Banjir Timur diusulkan dengan menaturalisasi aliran kanal dengan dasar kanal tak berbeton agar air yang mengalir dapat diserap dan ditampung terlebih dahulu sebelum dialirkan ke laut. Selain menciptakan sungai yang lebih natural akan tercipta suatu ruang terbuka publik baru berupa ruang terbuka hijau dan danau retensi yang dapat dinikmati oleh masyarakat sebagai atraksi wisata baru di Semarang. Kami juga mengusulkan adanya kolam-kolam penampungan air, sebagai lokasi “transit” air sebelum diinjeksikan ke dalam lapisan akuifer dalam.
Title: Optimalisasi Fungsi Sistem Kanal Banjir Timur Semarang sebagai Ruang Terbuka Hijau dan Pengendali Banjir
Description:
Sistem Kanal merupakan salah satu cara yang dianggap efektif dalam mengendalikan masalah banjir.
Namun, dilihat dari aspek lingkungan, sistem kanal dianggap tidak memperhatikan keberlangsungan lingkungan dan cenderung merusak ekosistem alamiah sungai.
Kanal Banjir Timur berfungsi sebagai pengendali banjir yang saat ini tidak dapat berfungsi secara optimal sehingga menyebabkan banjir di daerah Semarang Timur.
Normalisasi sungai diambil sebagai solusi oleh Pemerintah Kota Semarang untuk meningkatkan daya tampung Kanal Banjir Timur.
Normalisasi dengan membangun sistem kanal berbeton dirasa kurang memperhatikan aliran air secara alamiah, karena akan menghilangkan ekosistem bantaran sungai.
Selain itu, air juga akan langsung dialirkan ke laut tanpa mengalami proses infiltrasi terlebih dahulu.
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Ruang Terbuka Publik Baru yang dihasilkan melalui proses Perancangan Ekologi Lanskap dengan penerapan teori naturalisasi sungai yang dianggap lebih baik dalam menyelesaikan masalah banjir dan lingkungan.
Penataan Kanal Banjir Timur diusulkan dengan menaturalisasi aliran kanal dengan dasar kanal tak berbeton agar air yang mengalir dapat diserap dan ditampung terlebih dahulu sebelum dialirkan ke laut.
Selain menciptakan sungai yang lebih natural akan tercipta suatu ruang terbuka publik baru berupa ruang terbuka hijau dan danau retensi yang dapat dinikmati oleh masyarakat sebagai atraksi wisata baru di Semarang.
Kami juga mengusulkan adanya kolam-kolam penampungan air, sebagai lokasi “transit” air sebelum diinjeksikan ke dalam lapisan akuifer dalam.
Related Results
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KOTA PALEMBANG
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KOTA PALEMBANG
Ruang Terbuka Hijau (RTH) dapat didefinisikan sebagai ruang terbuka, dimana merupakan tempat tumbuh tanaman, baik tanaman yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Ru...
ANALISIS KECUKUPAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) KOTA LANGSA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
ANALISIS KECUKUPAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) KOTA LANGSA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi kondisi yang ada di lapangan (eksisting) ruang terbuka hijau di Kota Langsa, melihat perubahan ruang terbuka hijau di Kota Langsa ...
SIMULASI MODEL HIDROLIKA DALAM MANAJEMEN TATA KELOLA AIR UNTUK MITIGASI KEBAKARAN LAHAN GAMBUT
SIMULASI MODEL HIDROLIKA DALAM MANAJEMEN TATA KELOLA AIR UNTUK MITIGASI KEBAKARAN LAHAN GAMBUT
Kebakaran hutan dan lahan gambut mengakibatkan bencana asap yangmengancam aspek-aspek kehidupan manusia pada tingkat lokal, nasional,regional, bahkan global. Hilangnya vegetasi dan...
Strategi Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Ditinjau dari Aspek Pertanahan
Strategi Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Ditinjau dari Aspek Pertanahan
ABSTRAKRuang terbuka hijau (RTH) merupakan area yang wajib disediakan untuk wilayah kota dan perkotaan dengan proporsi sebesar 30% dari total wilayah. Fakta di lapangan menunjukkan...
Konsep Pemanfaatan Ruang Terbuka Di Kawasan Kota Lama Semarang
Konsep Pemanfaatan Ruang Terbuka Di Kawasan Kota Lama Semarang
ABSTRACTMorphologically, the Semarang Old Town area has a very important role in the development of Semarang City and also has an important value for the development of urban area ...
Analisis Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Menggunakan Pendekatan Indeks Hijau-Biru Indonesia Di Kelurahan Tamalanrea
Analisis Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Menggunakan Pendekatan Indeks Hijau-Biru Indonesia Di Kelurahan Tamalanrea
Abstract. The purpose of this study is to determine the availability of green open space in Tamalanrea Village and how the strategy to maximize green open space in Tamalanrea Villa...
Strategi Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan Sumedang
Strategi Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan Sumedang
Abstract. Green open space has an important role in shaping the quality of sustainable urban life and ensuring the welfare of urban communities. However, currently Regional Governm...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...

