Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SIMULASI MODEL HIDROLIKA DALAM MANAJEMEN TATA KELOLA AIR UNTUK MITIGASI KEBAKARAN LAHAN GAMBUT

View through CrossRef
Kebakaran hutan dan lahan gambut mengakibatkan bencana asap yangmengancam aspek-aspek kehidupan manusia pada tingkat lokal, nasional,regional, bahkan global. Hilangnya vegetasi dan terbukanya hutan rawa gambutmenyebabkan banjir pada musim hujan, mengurangi penyerapan karbonsehingga meningkatkan efek rumah kaca, serta hutan akan kehilangan fungsipengaturan iklimnya.Tujuan penelitian permodelan hidrolika untuk pengelolaan tata air kanal gambutdalam rangka menghindari bahaya bencana kebakaran lahan.Langkah pertamayaitu menganalisa kondisi topografi dan hidrologi dari lahan gambut kanalbuatan di lokasi, menganalisis dimensi, kondisi layout kanal dan kecepatan arusaliran kanal. Kemudian melakukan analisis hidrolika kanal untuk mengetahuidebit air di kanal dalam upaya identifikasi resiko kebakaran. Dan yangterakhir dengan melakukan analisis hidrolika dan pengaturan tata kelola air(penempatan sekat kanal) untuk menjaga tinggi elevasi muka air kanal gambut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa topografi dari daerah aliran Kanal dilahan gambut Meskom merupakan daerah aliran kanal yang sangat landai,kondisi hidrometri kanal yaitu dimensi, elevasi muka air kanal dan kecepatanarus yang diukur menunjukkan variasi pada setiap titik pengukuran (STA 0-STA 8). Kecepatan arus kanal sedikit bervariasi antara 0.11 hingga 0.2m/s. Analisis simulasi kondisi kanal Meskom dengan beberapa kondisi antaralain :a) Elevasi muka air pada sekat kanal eksisting berada pada posisi amanterhadap potensi bahaya kebakaran.b) Penambahan sekat kanal dibagian hulu dari sekat kanal paling hilir tidakmerubah elevasi muka air kanal secara signifikan.c) Pada posisi sekat kanal yang dimundurkan dari posisi eksisting menujukehulu menunjukkan elevasi muka air kanal berada pada 8.65 m dibagianhulu sekat kanal dan elevasi muka air kanal kea rah hilir mengalamipenurunan hingga 7.74 m.d) Elevasi muka air kanal pada pada posisi tanpa sekat turun menjadi 7.75 myang rentan terhadap potensi bahaya kebakaran lahan gambut.
Title: SIMULASI MODEL HIDROLIKA DALAM MANAJEMEN TATA KELOLA AIR UNTUK MITIGASI KEBAKARAN LAHAN GAMBUT
Description:
Kebakaran hutan dan lahan gambut mengakibatkan bencana asap yangmengancam aspek-aspek kehidupan manusia pada tingkat lokal, nasional,regional, bahkan global.
Hilangnya vegetasi dan terbukanya hutan rawa gambutmenyebabkan banjir pada musim hujan, mengurangi penyerapan karbonsehingga meningkatkan efek rumah kaca, serta hutan akan kehilangan fungsipengaturan iklimnya.
Tujuan penelitian permodelan hidrolika untuk pengelolaan tata air kanal gambutdalam rangka menghindari bahaya bencana kebakaran lahan.
Langkah pertamayaitu menganalisa kondisi topografi dan hidrologi dari lahan gambut kanalbuatan di lokasi, menganalisis dimensi, kondisi layout kanal dan kecepatan arusaliran kanal.
Kemudian melakukan analisis hidrolika kanal untuk mengetahuidebit air di kanal dalam upaya identifikasi resiko kebakaran.
Dan yangterakhir dengan melakukan analisis hidrolika dan pengaturan tata kelola air(penempatan sekat kanal) untuk menjaga tinggi elevasi muka air kanal gambut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa topografi dari daerah aliran Kanal dilahan gambut Meskom merupakan daerah aliran kanal yang sangat landai,kondisi hidrometri kanal yaitu dimensi, elevasi muka air kanal dan kecepatanarus yang diukur menunjukkan variasi pada setiap titik pengukuran (STA 0-STA 8).
Kecepatan arus kanal sedikit bervariasi antara 0.
11 hingga 0.
2m/s.
Analisis simulasi kondisi kanal Meskom dengan beberapa kondisi antaralain :a) Elevasi muka air pada sekat kanal eksisting berada pada posisi amanterhadap potensi bahaya kebakaran.
b) Penambahan sekat kanal dibagian hulu dari sekat kanal paling hilir tidakmerubah elevasi muka air kanal secara signifikan.
c) Pada posisi sekat kanal yang dimundurkan dari posisi eksisting menujukehulu menunjukkan elevasi muka air kanal berada pada 8.
65 m dibagianhulu sekat kanal dan elevasi muka air kanal kea rah hilir mengalamipenurunan hingga 7.
74 m.
d) Elevasi muka air kanal pada pada posisi tanpa sekat turun menjadi 7.
75 myang rentan terhadap potensi bahaya kebakaran lahan gambut.

Related Results

KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman Fungi Mikoriza Arbuskula(FMA) lahan gambut konversi hutan alam menjadi perkebunan kelapa sawit diKotawaringin Timur. Penelit...
PRODUKSI TANAMAN KARET KLON IRR 118 DI LAHAN GAMBUT
PRODUKSI TANAMAN KARET KLON IRR 118 DI LAHAN GAMBUT
Lahan gambut merupakan salah satu lahan yang tidak layak untuk tanaman karet, namun dengan pengelolaan yang baik, lahan gambut dapat digunakan untuk budidaya tanaman karet. Kendala...
Analisis Pembasahan Lahan Gambut Akibat Pembangunan Sekat Kanal (Studi Kasus: Desa Lukun, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Analisis Pembasahan Lahan Gambut Akibat Pembangunan Sekat Kanal (Studi Kasus: Desa Lukun, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Restorasi gambut sangat diperlukan untuk merehabilitasi ekosistem gambut. Badan Restorasi Gambut (BRG) telah menerapkan upaya restorasi gambut salah satunya melalui kegiatan rewett...
MITIGASI PERUBAHAN IKLIM MELALUI KEGIATAN BELAJAR CERIA SAIN KONSERVASI LAHAN GAMBUT DI DESA HABARIN HURUNG PALANGKA RAYA
MITIGASI PERUBAHAN IKLIM MELALUI KEGIATAN BELAJAR CERIA SAIN KONSERVASI LAHAN GAMBUT DI DESA HABARIN HURUNG PALANGKA RAYA
Damage to peatlands causes greenhouse emissions which contribute to climate change. Climate change has impacted many aspects of human life. Mitigation of climate change must be car...

Back to Top