Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Tinjauan Yuridis Peranan Dewan Pers Dalam Peningkatan Profesionalme Wartawan

View through CrossRef
Perkembangan Dewan Pers sejak era Reformasi telah mengalami perubahan yang signifikan. Pada era orde baru, Dewan Pers dibawah bayang-bayang intervensi pemerintah. Kini Dewan Pers telah menjadi lembaga yang independent. Dewan Pers lepas dari intervensi pemerintah demi menjaga independensi wartawan dalam menjalankan tugasnya sebagai pilar keempat demokrasi. Namun dibalik kebebasan pers saat ini menyisakan satu persoalan krusial dalam peningkatan profesionalisme wartawan yang masih belum optimal. Dewan Pers sebagai lembaga yang dimandatkan undang-undang untuk mengurus persoalan pers mengalami kendala karena undang-undang dan regulasi yang mengatur belum memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala Dewan Pers dalam peningkatan profesionalisme wartawan dan menemukan solusi terbaik agar Dewan Pers bisa optimal dalam mengawasi dan memastikan wartawan di Indonesia dalam setiap menjalankan tugasnya sesuai Kode etik Jurnalistik. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Bahan hokum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum skunder. Teknik analisa hukum dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif melalui penafsiran terhadap bahan hukum menggunakan pendekatan yang telah dipilih. Pada penelitian ini ditemukan kendala dewan pers dalam menerapkan meningkatkan profesionalisme wartawan yakni belum lengkapnya produk hukum yang mengatur secara tegas terkait pendirian perusahaan pers dan standarisasi wartawan. Tidak ada kewajiban seseorang yang ingin menjadi wartawan sesuai standarisasi yang layak. Kemudian belum adanya ketentuan dalam undang-undang yang mengatur sanksi tegas bagi wartawan belum memenuhi standarisasi atau tidak lolos uji kompetensi untuk menjadi seorang jurnalis yang professional. Kata Kunci: Dewan Pers, Hukum Pers, Profesionalisme Wartawan 
LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Title: Tinjauan Yuridis Peranan Dewan Pers Dalam Peningkatan Profesionalme Wartawan
Description:
Perkembangan Dewan Pers sejak era Reformasi telah mengalami perubahan yang signifikan.
Pada era orde baru, Dewan Pers dibawah bayang-bayang intervensi pemerintah.
Kini Dewan Pers telah menjadi lembaga yang independent.
Dewan Pers lepas dari intervensi pemerintah demi menjaga independensi wartawan dalam menjalankan tugasnya sebagai pilar keempat demokrasi.
Namun dibalik kebebasan pers saat ini menyisakan satu persoalan krusial dalam peningkatan profesionalisme wartawan yang masih belum optimal.
Dewan Pers sebagai lembaga yang dimandatkan undang-undang untuk mengurus persoalan pers mengalami kendala karena undang-undang dan regulasi yang mengatur belum memadai.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala Dewan Pers dalam peningkatan profesionalisme wartawan dan menemukan solusi terbaik agar Dewan Pers bisa optimal dalam mengawasi dan memastikan wartawan di Indonesia dalam setiap menjalankan tugasnya sesuai Kode etik Jurnalistik.
Penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus.
Bahan hokum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum skunder.
Teknik analisa hukum dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif melalui penafsiran terhadap bahan hukum menggunakan pendekatan yang telah dipilih.
Pada penelitian ini ditemukan kendala dewan pers dalam menerapkan meningkatkan profesionalisme wartawan yakni belum lengkapnya produk hukum yang mengatur secara tegas terkait pendirian perusahaan pers dan standarisasi wartawan.
Tidak ada kewajiban seseorang yang ingin menjadi wartawan sesuai standarisasi yang layak.
Kemudian belum adanya ketentuan dalam undang-undang yang mengatur sanksi tegas bagi wartawan belum memenuhi standarisasi atau tidak lolos uji kompetensi untuk menjadi seorang jurnalis yang professional.
 Kata Kunci: Dewan Pers, Hukum Pers, Profesionalisme Wartawan .

Related Results

PIDANA PEMBERITAAN MEDIA SOSIAL
PIDANA PEMBERITAAN MEDIA SOSIAL
Dalam kaitannya dengan kasus pencemaran nama baik, Mahkamah Agung telah mengeluarkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 13 Tahun 2008 tertanggal 30 Desember 2008 tentang Memi...
FUNGSI DEWAN PERS DALAM MELINDUNGI KEMERDEKAAN PERS
FUNGSI DEWAN PERS DALAM MELINDUNGI KEMERDEKAAN PERS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis fungsi Dewan Pers dalam perannya untuk melindungi kemerdekaan pers berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang ...
KEDUDUKAN HUKUM TERHADAP LEMBAGA PERS MAHASISWA DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS
KEDUDUKAN HUKUM TERHADAP LEMBAGA PERS MAHASISWA DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS
The press is the realization and actualization of the freedom to express an opinion in writing. The press his an informative function, namely providing information to the general p...
Perlindungan Hukum Terhadap Wartawan Sebagai Korban Kekerasan
Perlindungan Hukum Terhadap Wartawan Sebagai Korban Kekerasan
Kebebasan pers merupakan salah satu pilar utama dalam demokrasi. Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang mencerminkan keadaan kondusif sesuai dengan ketentuan Undang-undang yang...
PERAN PERS PADA MASA ORDE BARU DI PONTIANAK TAHUN 1966-1974
PERAN PERS PADA MASA ORDE BARU DI PONTIANAK TAHUN 1966-1974
<p align="center"><strong>Abstrak</strong></p><p>Tujuan Penelitian ini adalah untuk melihat peran pers pada masa Orde Baru di Pontianak tahun 1966-197...
Perlindungan Hukum Terhadap Wartawan dalam Melaksanakan Tugas Jurnalistik
Perlindungan Hukum Terhadap Wartawan dalam Melaksanakan Tugas Jurnalistik
Secara normatif kebebasan pers telah diatur dengan tegas dalam UU tentang Pers, disebutkan bahwa kebebasan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berdasarkan prinsip-p...
PENGUATAN FUNGSI DEWAN PERS SEBAGAI MEDIATOR PENYELESAIAN KASUS PERS DALAM IUS CONSTITUENDUM INDONESIA
PENGUATAN FUNGSI DEWAN PERS SEBAGAI MEDIATOR PENYELESAIAN KASUS PERS DALAM IUS CONSTITUENDUM INDONESIA
Ketatnya persaingan media massa, sehingga pengelolaan pers yang berlindung di balik kebebasan untuk menyampaikan informasi justru bersaing dengan sesamanya, menjadikan pemberitaan ...

Back to Top