Javascript must be enabled to continue!
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PEREDARAN KASET BAJAKAN VIDEO GAME BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA
View through CrossRef
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta merupakan peraturan yang telah mengatur sekaligus melindungi hasil karya cipta seseorang dimana dalam Undang-Undang tersebut telah tertuang juga adanya larangan dengan tanpa izin dari Pencipta atau Pemegang Hak Cipta sebagaimana disebutkan dalam Pasal 113 ayat 3 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014. Fenomena dalam pembajakan masih saja terjadi hingga saat ini, termasuk pembajakan terhadap film, lagu, music, buku, ilmu pengetahuan, dan video game yang ada di Kota Samarinda di beberapa tempat. Maka dari itu telah diterbitkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, Undang-undang ini adalah untuk melindungi Hak Cipta yang salah satunya tentang pembajakan Kaset Video Game yang belakangan ini semakin banyak dalam peredarannya.Penelitian yang dilakukan adalah penelitian hukum empiris dengan menggunakan Pendekatan Peraturan Perundang-undangan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi wawancara mendalam dengan informan, dan studi dokumentasi. Peneliti melakukan penelitian di Kepolisian Sektor Samarinda Ulu dan di Kantor Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Kalimantan Timur.Hasil daripada penelitian ini menunjukkan bahwa pihak penegak hukum dalam hal ini adalah pihak kepolisian telah melakukan dua cara pencegahan agar dapat meminimalisir kasus pembajakan kaset, yaitu upaya preventif dan represif, akan tetapi dalam pelaksanaannya belum dapat berjalan secara efektif dikarenakan menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta tindak pidana pembajakan dikategorikan sebagai delik aduan, selain itu mengenai bentuk perlindungan yang diberikan kepada pengembang/penerbit video game telah dilaksanakan kepada pengembang/penerbit video game baik lokal maupun dari luar negeri, karena Indonesia bukan saja mengaturnya melalui Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta, tetapi juga melalui kesepakatan Internasional seperti Protokol Madrid dan Konvensi Bern.
Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
Title: TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PEREDARAN KASET BAJAKAN VIDEO GAME BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA
Description:
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta merupakan peraturan yang telah mengatur sekaligus melindungi hasil karya cipta seseorang dimana dalam Undang-Undang tersebut telah tertuang juga adanya larangan dengan tanpa izin dari Pencipta atau Pemegang Hak Cipta sebagaimana disebutkan dalam Pasal 113 ayat 3 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014.
Fenomena dalam pembajakan masih saja terjadi hingga saat ini, termasuk pembajakan terhadap film, lagu, music, buku, ilmu pengetahuan, dan video game yang ada di Kota Samarinda di beberapa tempat.
Maka dari itu telah diterbitkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, Undang-undang ini adalah untuk melindungi Hak Cipta yang salah satunya tentang pembajakan Kaset Video Game yang belakangan ini semakin banyak dalam peredarannya.
Penelitian yang dilakukan adalah penelitian hukum empiris dengan menggunakan Pendekatan Peraturan Perundang-undangan.
Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi wawancara mendalam dengan informan, dan studi dokumentasi.
Peneliti melakukan penelitian di Kepolisian Sektor Samarinda Ulu dan di Kantor Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Kalimantan Timur.
Hasil daripada penelitian ini menunjukkan bahwa pihak penegak hukum dalam hal ini adalah pihak kepolisian telah melakukan dua cara pencegahan agar dapat meminimalisir kasus pembajakan kaset, yaitu upaya preventif dan represif, akan tetapi dalam pelaksanaannya belum dapat berjalan secara efektif dikarenakan menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta tindak pidana pembajakan dikategorikan sebagai delik aduan, selain itu mengenai bentuk perlindungan yang diberikan kepada pengembang/penerbit video game telah dilaksanakan kepada pengembang/penerbit video game baik lokal maupun dari luar negeri, karena Indonesia bukan saja mengaturnya melalui Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta, tetapi juga melalui kesepakatan Internasional seperti Protokol Madrid dan Konvensi Bern.
Related Results
ANALISIS SUBSTANSI PIDANA UANG PENGGANTI DALAM KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI
ANALISIS SUBSTANSI PIDANA UANG PENGGANTI DALAM KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI
Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 menyebut...
ANALISIS HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA HAK CIPTA (DI TINNJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA)
ANALISIS HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA HAK CIPTA (DI TINNJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA)
Hak cipta haruslah benar-benar lahir dari kreativitas manusia, kreativitas dan aktivitas manusia menjadi kata kunci dalam kelahiran atau kemunculan hak cipta. Hal ini membuktikan b...
Tindak Pidana Korupsi Gaji Ganda yang Dilakukan oleh Pegawai Negeri Sipil
Tindak Pidana Korupsi Gaji Ganda yang Dilakukan oleh Pegawai Negeri Sipil
Abstract. Corruption is a crime that has always been in the spotlight in this country. Corruption in Indonesia is a criminal act that is classified as an extraordinary crime becaus...
KONSTITUSIONALITAS PENGGUNAAN METODE OMNIBUS LAW SEBELUM DAN SESUDAH BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2022 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
KONSTITUSIONALITAS PENGGUNAAN METODE OMNIBUS LAW SEBELUM DAN SESUDAH BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2022 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
Salah satu isu yang berkembang pada awal tahun 2020 yang lalu adalah digunakannya metode pembentukan undang-undang Omnibus Law yang telah memberlakukan Undang-Undang Nomor 11 Tahun...
Analisis Yuridis Transaksi Non-Fungible Token (NFT) Ditinjau Dari Undang-Undang Hak Cipta
Analisis Yuridis Transaksi Non-Fungible Token (NFT) Ditinjau Dari Undang-Undang Hak Cipta
Skripsi ini membahas mengenai analisis yuridis transaksi Non-Fungible Token (NFT) ditinjau dari Undang-Undang Hak Cipta. Transaksi Non-Fungible Token (NFT) telah menjadi fenomena y...
ANCAMAN PIDANA MATI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19
ANCAMAN PIDANA MATI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Pengaturan Tindak Pidana Korupsi di Indonesia dan Untuk mengetahui Penerapan Pidana Mati Terhadap Pelaku Tindak Pidana Korupsi. Korups...
Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Kejahatan Pornografi Bedasarkan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik
Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Kejahatan Pornografi Bedasarkan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Bagaimanakah Undang Undang ITE Mengatur tindak Pidana Kejahatan Pornografi dan dasar pertimbangan hakim terhadap pelaku Tindak Pidana Kejaha...
PELAKSANAAN PIDANA UANG PENGGANTI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI DI KEJAKSAAN NEGERI KENDARI
PELAKSANAAN PIDANA UANG PENGGANTI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI DI KEJAKSAAN NEGERI KENDARI
Undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi selain dibekali ancaman pidana pokok juga dapat dijatuhi pidana tambahan, salah satu bentuknya adalah pembayaran uang pengganti. E...

