Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

EFEK DINDING BATA TERHADAP SOFT STORY SISTEM RANGKA BANGUN GEDUNG BETON BERTULANG BERATURAN BERDASARKAN ASCE 41-17-17

View through CrossRef
Dinding bata pada bangunan umumnya digolongkan sebagai elemen non-struktural sehingga tidak diperhitungkan dalam proses perencanaan struktur. Pada bangunan dengan karakteristik soft story, pengabaian terhadap kontribusi dinding bata menjadi penting untuk dikaji lebih lanjut mengingat soft story meningkatkan kerentanan struktur saat terjadi gempa. Soft story terjadi akibat perbedaan kekakuan antar tingkat yang signifikan menyebabkan deformasi lebih besar pada tingkat bawah dibandingkan tingkat diatasnya. Kondisi ini dapat memicu ketidakstabilan struktur sehingga berpotensi keruntuhan parsial maupun total. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konfigurasi dinding bata terhadap respons soft story pada struktur beton bertulang. Pemodelan dilakukan pada gedung beraturan dengan empat variasi konfigurasi dinding pengisi yang direpresentasikan sebagai elemen strut berdasarkan ASCE 41-17. Variasi model tersebut terdiri atas: Model 1 tanpa dinding bata, Model 2 dengan dinding bata pada tingkat dua hingga enam, Model 3 dengan dinding bata pada tingkat tiga hingga enam serta, Model 4 dengan dinding bata pada tingkat dua hingga lima. Seluruh model kemudian dianalisis secara linier. Hasil analisis menunjukkan bahwa Model 3 memiliki perbedaan kekakuan paling besar sehingga memicu soft story pada dua tingkat terbawah dengan rasio kekakuan masing-masing sebesar 0,65% dan 0,51%. Model 2 dan Model 4 memiliki nilai yang sama pada tingkat pertama dengan rasio kekakuan 0,35%. Sementara itu, Model 1 memiliki distribusi kekakuan yang meningkat secara bertahap antar tingkat dengan rasio kekakuan 0,69%–1,13%. Maka, dapat disimpulkan bahwa distribusi dinding pengisi yang tidak merata dapat mengakibatkan ketidakteraturan dalam kekakuan struktur. Hal ini menyebabkan konsentrasi deformasi yang besar pada tingkat bawah yang berpotensi membentuk mekanisme soft story.
Title: EFEK DINDING BATA TERHADAP SOFT STORY SISTEM RANGKA BANGUN GEDUNG BETON BERTULANG BERATURAN BERDASARKAN ASCE 41-17-17
Description:
Dinding bata pada bangunan umumnya digolongkan sebagai elemen non-struktural sehingga tidak diperhitungkan dalam proses perencanaan struktur.
Pada bangunan dengan karakteristik soft story, pengabaian terhadap kontribusi dinding bata menjadi penting untuk dikaji lebih lanjut mengingat soft story meningkatkan kerentanan struktur saat terjadi gempa.
Soft story terjadi akibat perbedaan kekakuan antar tingkat yang signifikan menyebabkan deformasi lebih besar pada tingkat bawah dibandingkan tingkat diatasnya.
Kondisi ini dapat memicu ketidakstabilan struktur sehingga berpotensi keruntuhan parsial maupun total.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konfigurasi dinding bata terhadap respons soft story pada struktur beton bertulang.
Pemodelan dilakukan pada gedung beraturan dengan empat variasi konfigurasi dinding pengisi yang direpresentasikan sebagai elemen strut berdasarkan ASCE 41-17.
Variasi model tersebut terdiri atas: Model 1 tanpa dinding bata, Model 2 dengan dinding bata pada tingkat dua hingga enam, Model 3 dengan dinding bata pada tingkat tiga hingga enam serta, Model 4 dengan dinding bata pada tingkat dua hingga lima.
Seluruh model kemudian dianalisis secara linier.
Hasil analisis menunjukkan bahwa Model 3 memiliki perbedaan kekakuan paling besar sehingga memicu soft story pada dua tingkat terbawah dengan rasio kekakuan masing-masing sebesar 0,65% dan 0,51%.
Model 2 dan Model 4 memiliki nilai yang sama pada tingkat pertama dengan rasio kekakuan 0,35%.
Sementara itu, Model 1 memiliki distribusi kekakuan yang meningkat secara bertahap antar tingkat dengan rasio kekakuan 0,69%–1,13%.
Maka, dapat disimpulkan bahwa distribusi dinding pengisi yang tidak merata dapat mengakibatkan ketidakteraturan dalam kekakuan struktur.
Hal ini menyebabkan konsentrasi deformasi yang besar pada tingkat bawah yang berpotensi membentuk mekanisme soft story.

Related Results

Pengaruh Dinding Bata Terhadap Kapasitas Seismik Gedung Beton Bertulang Berlantai Banyak
Pengaruh Dinding Bata Terhadap Kapasitas Seismik Gedung Beton Bertulang Berlantai Banyak
Studi ini menjelaskan tentang pengaruh dinding bata terhadap kapasitas seismik gedung beton bertulang. Di kota Padang, dinding bata digunakan sebagai dinding non struktural pada se...
Pengaruh Dinding Bata terhadap Kapasitas Seismik Gedung Beton Bertulang Berlantai Banyak
Pengaruh Dinding Bata terhadap Kapasitas Seismik Gedung Beton Bertulang Berlantai Banyak
Studi ini menjelaskan tentang pengaruh dinding bata terhadap kapasitas seismik gedung beton bertulang. Di kota Padang, dinding bata digunakan sebagai dinding non struktural pada se...
ANALISA KAPASITAS SEISMIK DENGAN DAN TANPA DINDING BATA PADA GEDUNG BETON BERTULANG
ANALISA KAPASITAS SEISMIK DENGAN DAN TANPA DINDING BATA PADA GEDUNG BETON BERTULANG
Makalah ini menjelaskan pengaruh dinding bata terhadap kapasitas seismik gedung beton bertulang berlantai banyak. Di  Kota Padang, sebagian besar bangunan beton bertulang menggunak...
Analisis Penggunaan Dinding Façade Beton Precast Pada Gedung 4 Lantai
Analisis Penggunaan Dinding Façade Beton Precast Pada Gedung 4 Lantai
Pekerjaan dinding façade adalah pekerjaan dengan utilitas yang kompleks dan merupakan sumber aktifitas kerja yang dapat menimbulkan bahaya (Hazard) kece...
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mem...
PERBANDINGAN KINERJA SISTEM RANGKA BETON BERTULANG DENGAN DINDING DAN TANPA DINDING PENGISI BERDASARKAN ASCE 41-17
PERBANDINGAN KINERJA SISTEM RANGKA BETON BERTULANG DENGAN DINDING DAN TANPA DINDING PENGISI BERDASARKAN ASCE 41-17
Dinding pengisi pada struktur rangka beton bertulang umumnya dianggap sebagai elemen non-struktural, sehingga sering diabaikan dalam perencanaan. Namun, keberadaannya memberikan ko...
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
Air laut memiliki kandungan garam yang tinggi yang dapat menggerogoti kekuatan dan keawetan beton. Hal ini disebabkan klorida yang terdapat pada air laut yang merupakan garam yang ...
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Beton merupakan material konstruksi yang bersifat getas. Kombinasinya dengan baja pada material beton bertulang menjadikan material beton yang getas getas menjadi daktail. Pada bet...

Back to Top