Javascript must be enabled to continue!
PERBANDINGAN KINERJA SISTEM RANGKA BETON BERTULANG DENGAN DINDING DAN TANPA DINDING PENGISI BERDASARKAN ASCE 41-17
View through CrossRef
Dinding pengisi pada struktur rangka beton bertulang umumnya dianggap sebagai elemen non-struktural, sehingga sering diabaikan dalam perencanaan. Namun, keberadaannya memberikan kontribusi terhadap kekuatan dan kekakuan struktur. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja struktur rangka beton bertulang dengan dan tanpa dinding pengisi sesuai pedoman ASCE 41-17. Pemodelan dilakukan menggunakan software berbasis elemen hingga dengan empat variasi model, yaitu: model 1 (rangka terbuka tanpa dinding pengisi), model 2 (dinding pengisi pada tingkat 2–6), model 3 (dinding pengisi pada tingkat 3-6), dan model 4 (dinding pengisi pada tingkat 2–5). Dinding bata dimodelkan menggunakan metode strut diagonal sesuai ASCE 41-17, kemudian dianalisis secara linier dan nonlinier pushover. Tingkat kinerja struktur ditentukan berdasarkan kriteria ATC-40 dan FEMA 356. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan dinding pengisi memengaruhi kekakuan global struktur yang ditunjukkan pada nilai periode fundamental. Model 1 memiliki periode terpanjang (0,876 detik), sedangkan model 4 terpendek (0,762 detik) yang menunjukkan kekakuan tertinggi. model 2 (0,777 detik) dan model 3 (0,849 detik) berada di antara keduanya. model 2 menghasilkan nilai gaya geser tingkat terbesar pada hampir semua tingkat, disusul model 3, model 4, dan model 1. Simpangan antar tingkat terbesar terjadi pada tingkat 1, berturut-turut model 3 (0,75%), model 2 (0,73%), model 4 (0,71%), dan model 1 (0,66%), seluruhnya berada di bawah batas izin SNI 1726:2019. Dari analisis kinerja, semua model berada pada tingkat immediate occupancy dengan drift ratio ≤ 0,01.; model 2 memiliki drift terkecil (0,0068) dan base shear tertinggi (355,8 kn), sedangkan model 1 memiliki drift terbesar (0,0078) dan base shear terendah (187,4 kn). Penelitian ini menegaskan bahwa struktur dengan dinding pengisi menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan rangka terbuka, karena mampu meningkatkan kekakuan, mengurangi simpangan, dan memperbesar kapasitas lateral dalam menghadapi beban gempa rencana.
Title: PERBANDINGAN KINERJA SISTEM RANGKA BETON BERTULANG DENGAN DINDING DAN TANPA DINDING PENGISI BERDASARKAN ASCE 41-17
Description:
Dinding pengisi pada struktur rangka beton bertulang umumnya dianggap sebagai elemen non-struktural, sehingga sering diabaikan dalam perencanaan.
Namun, keberadaannya memberikan kontribusi terhadap kekuatan dan kekakuan struktur.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja struktur rangka beton bertulang dengan dan tanpa dinding pengisi sesuai pedoman ASCE 41-17.
Pemodelan dilakukan menggunakan software berbasis elemen hingga dengan empat variasi model, yaitu: model 1 (rangka terbuka tanpa dinding pengisi), model 2 (dinding pengisi pada tingkat 2–6), model 3 (dinding pengisi pada tingkat 3-6), dan model 4 (dinding pengisi pada tingkat 2–5).
Dinding bata dimodelkan menggunakan metode strut diagonal sesuai ASCE 41-17, kemudian dianalisis secara linier dan nonlinier pushover.
Tingkat kinerja struktur ditentukan berdasarkan kriteria ATC-40 dan FEMA 356.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan dinding pengisi memengaruhi kekakuan global struktur yang ditunjukkan pada nilai periode fundamental.
Model 1 memiliki periode terpanjang (0,876 detik), sedangkan model 4 terpendek (0,762 detik) yang menunjukkan kekakuan tertinggi.
model 2 (0,777 detik) dan model 3 (0,849 detik) berada di antara keduanya.
model 2 menghasilkan nilai gaya geser tingkat terbesar pada hampir semua tingkat, disusul model 3, model 4, dan model 1.
Simpangan antar tingkat terbesar terjadi pada tingkat 1, berturut-turut model 3 (0,75%), model 2 (0,73%), model 4 (0,71%), dan model 1 (0,66%), seluruhnya berada di bawah batas izin SNI 1726:2019.
Dari analisis kinerja, semua model berada pada tingkat immediate occupancy dengan drift ratio ≤ 0,01.
; model 2 memiliki drift terkecil (0,0068) dan base shear tertinggi (355,8 kn), sedangkan model 1 memiliki drift terbesar (0,0078) dan base shear terendah (187,4 kn).
Penelitian ini menegaskan bahwa struktur dengan dinding pengisi menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan rangka terbuka, karena mampu meningkatkan kekakuan, mengurangi simpangan, dan memperbesar kapasitas lateral dalam menghadapi beban gempa rencana.
Related Results
Pengaruh Dinding Bata Terhadap Kapasitas Seismik Gedung Beton Bertulang Berlantai Banyak
Pengaruh Dinding Bata Terhadap Kapasitas Seismik Gedung Beton Bertulang Berlantai Banyak
Studi ini menjelaskan tentang pengaruh dinding bata terhadap kapasitas seismik gedung beton bertulang. Di kota Padang, dinding bata digunakan sebagai dinding non struktural pada se...
Pengaruh Dinding Bata terhadap Kapasitas Seismik Gedung Beton Bertulang Berlantai Banyak
Pengaruh Dinding Bata terhadap Kapasitas Seismik Gedung Beton Bertulang Berlantai Banyak
Studi ini menjelaskan tentang pengaruh dinding bata terhadap kapasitas seismik gedung beton bertulang. Di kota Padang, dinding bata digunakan sebagai dinding non struktural pada se...
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mem...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
Air laut memiliki kandungan garam yang tinggi yang dapat menggerogoti kekuatan dan keawetan beton. Hal ini disebabkan klorida yang terdapat pada air laut yang merupakan garam yang ...
ANALISA KAPASITAS SEISMIK DENGAN DAN TANPA DINDING BATA PADA GEDUNG BETON BERTULANG
ANALISA KAPASITAS SEISMIK DENGAN DAN TANPA DINDING BATA PADA GEDUNG BETON BERTULANG
Makalah ini menjelaskan pengaruh dinding bata terhadap kapasitas seismik gedung beton bertulang berlantai banyak. Di Kota Padang, sebagian besar bangunan beton bertulang menggunak...
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Beton merupakan material konstruksi yang bersifat getas. Kombinasinya dengan baja pada material beton bertulang menjadikan material beton yang getas getas menjadi daktail. Pada bet...

