Javascript must be enabled to continue!
Konsep Harmoni Bhuana Agung - Bhuana Alit Pada Penyacah Parwa/Kanda Dan Signifikansinya Dalam Pertunjukan Wayang Kulit Bali.
View through CrossRef
Penyacah Parwa/Kanda adalah adegan prolog dalam pertunjukan wayang kulit Bali, di mana dalang secara verbal menyampaikan narasi yang melibatkan personifikasi alam semesta, kerendahan hati, dan ringkasan cerita yang akan disajikan. Adegan ini penting sebagai representasi keselarasan antara manusia (bhuana alit) dan alam semesta (bhuana agung) dalam estetika yang dianut oleh seniman dalang. Dua tujuan penelitian yaitu menganalisis penerapan konsep harmoni Bhuana Agung dan Bhuana Alit dalam struktur pertunjukan wayang kulit serta mengeksplorasi signifikansinya terhadap pengalaman estetis dan pemahaman kultural audiens. Metode deskriptif kualitatif dipergunakan dalam penelitian ini, dengan didukung pengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang ditunjang teori estetika Hindu dan semiotika. Hasil penelitian yaitu pertama, Estetika Hindu melihat harmoni dalam seni pertunjukan sebagai hubungan kausal antara kesucian, kebenaran, dan keindahan. Penyacah Parwa/Kanda merepresentasikan ini dalam tiga narasi: pertama, penyebutan nama dewata (bhuana agung); kedua, dalang mengucap syukur dan memohon izin kepada Tuhan atas terciptanya kehidupan; ketiga, ringkasan cerita yang akan disajikan (bhuana alit), yang secara keseluruhan membangun kesadaran akan keselarasan antara bhuana agung dan bhuana alit. Kedua, keselarasan dalam Penyacah parwa / kanda signifikan dalam menciptakan pemahaman akan konsep harmoni dalam estetika antara kesucian dan kemaha kuasaan Tuhan yang yang secara indah digambarakan melalui penyebutan nama-nama dewata hingga para rsi secara visual-narasi, dilanjutkan dengan pengejawantahan kebenaran dari kisah-kisah manusia yang secara imajinatif sebagai bentuk refeksi bagi audiens agar mampu memandang dan memberlakukan semesta dengan lebih baik.
Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar
Title: Konsep Harmoni Bhuana Agung - Bhuana Alit Pada Penyacah Parwa/Kanda Dan Signifikansinya Dalam Pertunjukan Wayang Kulit Bali.
Description:
Penyacah Parwa/Kanda adalah adegan prolog dalam pertunjukan wayang kulit Bali, di mana dalang secara verbal menyampaikan narasi yang melibatkan personifikasi alam semesta, kerendahan hati, dan ringkasan cerita yang akan disajikan.
Adegan ini penting sebagai representasi keselarasan antara manusia (bhuana alit) dan alam semesta (bhuana agung) dalam estetika yang dianut oleh seniman dalang.
Dua tujuan penelitian yaitu menganalisis penerapan konsep harmoni Bhuana Agung dan Bhuana Alit dalam struktur pertunjukan wayang kulit serta mengeksplorasi signifikansinya terhadap pengalaman estetis dan pemahaman kultural audiens.
Metode deskriptif kualitatif dipergunakan dalam penelitian ini, dengan didukung pengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang ditunjang teori estetika Hindu dan semiotika.
Hasil penelitian yaitu pertama, Estetika Hindu melihat harmoni dalam seni pertunjukan sebagai hubungan kausal antara kesucian, kebenaran, dan keindahan.
Penyacah Parwa/Kanda merepresentasikan ini dalam tiga narasi: pertama, penyebutan nama dewata (bhuana agung); kedua, dalang mengucap syukur dan memohon izin kepada Tuhan atas terciptanya kehidupan; ketiga, ringkasan cerita yang akan disajikan (bhuana alit), yang secara keseluruhan membangun kesadaran akan keselarasan antara bhuana agung dan bhuana alit.
Kedua, keselarasan dalam Penyacah parwa / kanda signifikan dalam menciptakan pemahaman akan konsep harmoni dalam estetika antara kesucian dan kemaha kuasaan Tuhan yang yang secara indah digambarakan melalui penyebutan nama-nama dewata hingga para rsi secara visual-narasi, dilanjutkan dengan pengejawantahan kebenaran dari kisah-kisah manusia yang secara imajinatif sebagai bentuk refeksi bagi audiens agar mampu memandang dan memberlakukan semesta dengan lebih baik.
Related Results
Visualisasi Wayang Beber Pacitan dalam mendukung dialog tokoh
Visualisasi Wayang Beber Pacitan dalam mendukung dialog tokoh
Abstrak Indonesia merupakan Negara yang mempunyai banyak budaya dan artefak peninggalan nenek moyang salah satu yang mendunia adalah Wayang, Wayang di Indonesia sangat banyak jenis...
Makna Ruwatan Wayang Cupak Dalang I Wayan Suaji
Makna Ruwatan Wayang Cupak Dalang I Wayan Suaji
Wayang Cupak termasuk pertunjukan langka di Bali, keberadaannya menambah genre pertunjukan Wayang Kulit Bali yang terus berkembang. Pertunjukan wayang kulit berfungsi sebagai wali,...
STATEGI KOMUNIKASI DALAM MEPERTAHANKAN EKSISTENSI WAYANG KULIT PADA BERSIH DESA (Studi pada Ritual Bersih Desa di Desa Siraman Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar)
STATEGI KOMUNIKASI DALAM MEPERTAHANKAN EKSISTENSI WAYANG KULIT PADA BERSIH DESA (Studi pada Ritual Bersih Desa di Desa Siraman Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar)
Bersih Desa is a hereditary tradition in Javanese culture. Bersih Desa is a form of the union of humans with nature and a form of gratitude to the Creator, namely God Almighty. Cle...
WAYANG WAHYU : HIBURAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
WAYANG WAHYU : HIBURAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
<p><em>The life of modern society offers a variety of entertainment media, so traditional entertainment such as wayang is no longer interesting. Some religious institut...
Sunardi KREASI DAN INOVASI SENI PERTUNJUKAN WAYANG SEBAGAI PENGUATAN PRE-ARTISTIC RESEARCH UNIVERSITY
Sunardi KREASI DAN INOVASI SENI PERTUNJUKAN WAYANG SEBAGAI PENGUATAN PRE-ARTISTIC RESEARCH UNIVERSITY
Tulisan ini bertujuan memaparkan hasil kreasi dan inovasi seni pertunjukan wayang sebagai upaya penguatan pre-artistic research university di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakart...
Wayang dalam Tari Sunda Gaya Priangan
Wayang dalam Tari Sunda Gaya Priangan
ABSTRACT This paper is a study on the potential  of puppet (wayang)  in the scope of Sundanese  culture of  Priangan subculture,  especially  dance.  Formerly  the term  ...
Deconstruction Powers Of Relations Behind The Shadow Puppet Performance For Tourism In Ubud Village Bali
Deconstruction Powers Of Relations Behind The Shadow Puppet Performance For Tourism In Ubud Village Bali
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami konstruksi hubungan kekuasaan di balik pertunjukan Wayang Kulit dalam konteks pariwisata di Desa Ubud, Bali. Penelitian ini dilakuk...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

