Javascript must be enabled to continue!
Visualisasi Wayang Beber Pacitan dalam mendukung dialog tokoh
View through CrossRef
Abstrak Indonesia merupakan Negara yang mempunyai banyak budaya dan artefak peninggalan nenek moyang salah satu yang mendunia adalah Wayang, Wayang di Indonesia sangat banyak jenisnya seperti, Wayang Kulit Purwa, Wayang Golek, Wayang Wong, Wayang Beber, Wayang Klithik, Wayang Kancil, Wayang Gedhog, Wayang Madya, Wayang Krucil, dan lain-lain. Di antara nama-nama jenis wayang di atas terdapat jenis wayang yang mempunyai ciri visual khusus dan cara pementasan yang berbeda pula, yaitu Wayang Beber. Wayang Beber Wayang beber terdiri dari dua gaya yaitu gaya Pacitan dan gaya Wonosari. Penelitian ini ditujukan pada Wayang Beber Pacitan yang mempunyai bentuk Visual yang unik dan menarik pada bidang seni rupa. Secara estetik. Wayang Beber juga mempunyai cara yang berbeda dari segi pementasanya yaitu dibeber atau dibentangkan dan dalang berdialog untuk menceritakan sebuah narasi cerita. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan mengunakan teori estetik. Perkiraan hasil Penelitian ini diharapkan mampu memberikan wawasan baru mengenai visual Wayang Beber yang mendukung sebuah dialog pada pertunjukan Wayang Beber.Kata Kunci : Wayang Beber, Visual, Tokoh Abstract Indonesia is a country that has many cultures and artifacts of ancestral heritage, one of which is worldwide Puppet, Puppets in Indonesia are of many types such as, Wayang Kulit Purwa, Wayang Golek, Wayang Wong, Wayang Beber, Puppet Klithik, Wayang Kancil, Wayang Gedhog, Wayang Madya, Puppet Krucil, and others. Among the names of the types of wayang above, there is a type of wayang that has special visual characteristics and a different way of staging, namely Wayang Beber. Wayang Beber Wayang Beber consists of two styles, namely the Pacitan style and the Wonosari style. This research is aimed at Wayang Beber Pacitan which has a unique and interesting visual form in the field of art. Aesthetically. Wayang Beber also has a different way in terms of staging, which is exposed or unfolded and the puppeteer has a dialogue to tell a narrative story. The method used is descriptive qualitative research method using aesthetic theory. Estimated results This research is expected to be able to provide new insights about the visuals of Wayang Beber that support a dialogue in the Wayang Beber show.Keywords: Wayang Beber, Visual, Character
Title: Visualisasi Wayang Beber Pacitan dalam mendukung dialog tokoh
Description:
Abstrak Indonesia merupakan Negara yang mempunyai banyak budaya dan artefak peninggalan nenek moyang salah satu yang mendunia adalah Wayang, Wayang di Indonesia sangat banyak jenisnya seperti, Wayang Kulit Purwa, Wayang Golek, Wayang Wong, Wayang Beber, Wayang Klithik, Wayang Kancil, Wayang Gedhog, Wayang Madya, Wayang Krucil, dan lain-lain.
Di antara nama-nama jenis wayang di atas terdapat jenis wayang yang mempunyai ciri visual khusus dan cara pementasan yang berbeda pula, yaitu Wayang Beber.
Wayang Beber Wayang beber terdiri dari dua gaya yaitu gaya Pacitan dan gaya Wonosari.
Penelitian ini ditujukan pada Wayang Beber Pacitan yang mempunyai bentuk Visual yang unik dan menarik pada bidang seni rupa.
Secara estetik.
Wayang Beber juga mempunyai cara yang berbeda dari segi pementasanya yaitu dibeber atau dibentangkan dan dalang berdialog untuk menceritakan sebuah narasi cerita.
Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan mengunakan teori estetik.
Perkiraan hasil Penelitian ini diharapkan mampu memberikan wawasan baru mengenai visual Wayang Beber yang mendukung sebuah dialog pada pertunjukan Wayang Beber.
Kata Kunci : Wayang Beber, Visual, Tokoh Abstract Indonesia is a country that has many cultures and artifacts of ancestral heritage, one of which is worldwide Puppet, Puppets in Indonesia are of many types such as, Wayang Kulit Purwa, Wayang Golek, Wayang Wong, Wayang Beber, Puppet Klithik, Wayang Kancil, Wayang Gedhog, Wayang Madya, Puppet Krucil, and others.
Among the names of the types of wayang above, there is a type of wayang that has special visual characteristics and a different way of staging, namely Wayang Beber.
Wayang Beber Wayang Beber consists of two styles, namely the Pacitan style and the Wonosari style.
This research is aimed at Wayang Beber Pacitan which has a unique and interesting visual form in the field of art.
Aesthetically.
Wayang Beber also has a different way in terms of staging, which is exposed or unfolded and the puppeteer has a dialogue to tell a narrative story.
The method used is descriptive qualitative research method using aesthetic theory.
Estimated results This research is expected to be able to provide new insights about the visuals of Wayang Beber that support a dialogue in the Wayang Beber show.
Keywords: Wayang Beber, Visual, Character.
Related Results
Wayang Bèbèr Damarwulan
Wayang Bèbèr Damarwulan
This “Wayang Bèbèr Damarwulan” work is an interpretation of wayang bèbèr based on the creator’s experience in studying arts. This work is a wayang Bèbèr artwork using traditional p...
WAYANG BEBER KARYA PUJIANTO KASIDI STUDI BIOGRAFI DAN ESTETIKA
WAYANG BEBER KARYA PUJIANTO KASIDI STUDI BIOGRAFI DAN ESTETIKA
Penelitian ini membahas tentang biografi dan estetika wayang beber karya Pujianto Kasidi. Dalam penelitian ini menggunakan 2 pendekatan yaitu pendekatan biografi dan estetika. Biog...
WAYANG WAHYU : HIBURAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
WAYANG WAHYU : HIBURAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
<p><em>The life of modern society offers a variety of entertainment media, so traditional entertainment such as wayang is no longer interesting. Some religious institut...
Wayang dalam Tari Sunda Gaya Priangan
Wayang dalam Tari Sunda Gaya Priangan
ABSTRACT This paper is a study on the potential  of puppet (wayang)  in the scope of Sundanese  culture of  Priangan subculture,  especially  dance.  Formerly  the term  ...
INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEARIFAN LOKAL NGUPAH WAYANG
INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEARIFAN LOKAL NGUPAH WAYANG
Wayang merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang ada di Bali. Sebagai sebuah kesenian wayang tentunya memiliki nilai yang sarat dengan religiusitas. Wayang merupakan kesenian yan...
Pembelajaran gamelan gender wayang pada generasi z di sanggar swasti swara denpasar (persektif pendidikan agama hindu)
Pembelajaran gamelan gender wayang pada generasi z di sanggar swasti swara denpasar (persektif pendidikan agama hindu)
Generasi muda saat ini mengalami krisis karakter yang ditandai dengan ketidakpedulian terhadap budaya sejak adanya perkembangan teknologi yang telah memasuki perkembangan era 4.0. ...
Etika Wayang: Kebijaksanaan Hidup dalam Lakon Kresna Duta Sajian Pakeliran Ki Nartosabdo
Etika Wayang: Kebijaksanaan Hidup dalam Lakon Kresna Duta Sajian Pakeliran Ki Nartosabdo
Etika merupakan sebuah ilmu kritis dan rasional yang mempelajari tingkah laku manusia. Etika selalu berkembang dengan membuka cakrawala dialog melalui gagasan dan pemikiran baru, s...
Sunardi KREASI DAN INOVASI SENI PERTUNJUKAN WAYANG SEBAGAI PENGUATAN PRE-ARTISTIC RESEARCH UNIVERSITY
Sunardi KREASI DAN INOVASI SENI PERTUNJUKAN WAYANG SEBAGAI PENGUATAN PRE-ARTISTIC RESEARCH UNIVERSITY
Tulisan ini bertujuan memaparkan hasil kreasi dan inovasi seni pertunjukan wayang sebagai upaya penguatan pre-artistic research university di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakart...

