Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

WAYANG WAHYU : HIBURAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN

View through CrossRef
<p><em>The life of modern society offers a variety of entertainment media, so traditional entertainment such as wayang is no longer interesting. Some religious institutions open themselves so that their religious teachings can be learned through the wayang wahyu revelation. The purpose of this study is to examine the wayang Ngajab Rahayu revelation which was chosen as a medium for planting the values of community life, and the community's response to the wayang wahyu revelation and understanding and implementing it in social life. This qualitative descriptive study was conducted on the audience of Wayang Wahyu Ngajab Rahayu, dhalang Wayang Wahyu Ngajab Rahayu, a Christian religious figure in Surakarta. Data analysis techniques using an interactive analysis model with the Functional Structural Theory of Parsons. The results showed that Wayang Wahyu is not just a spectacle that is used as a guide, but rather a guidance that is exhibited and realized by Christians. So that Wayang Wahyu is seen from an artistic point of view as an entertaining spectacle with its jokes, while from the point of view of preaching it is a model for learning the Christian faith. Wayang Wahyu provides an example of good deeds, which is a learning process for Christians to "ground" the teachings of Christ in the past for modern life. After people become acquainted with religion, their adherents often make it an exaggerated difference. For that we need wisdom in dealing with differences. There needs to be a "dialogue" that expresses what is taught by a religion, so that other religions can know and understand it. Wayang Wahyu can be an example of dialogue between religious communities.</em></p><p><strong><em>Keywords:</em></strong><strong> </strong><em>P</em><em>uppet Wahyu</em><em>;</em><em> Entertainment</em><em>;</em><em> Learning Media</em><em>.</em></p><p><em><br /></em></p><p><strong>Abstrak</strong></p><p>Kehidupan masyarakat modern banyak menawarkan berbagai media hiburan, sehingga hiburan tradisional seperti wayang tidak menarik lagi. Lembaga agama ada yang membuka diri agar ajaran agamanya bisa dipelajari melalui pentas wayang wahyu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji wayang wahyu Ngajab Rahayu yang dipilih sebagai media penanaman nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, dan tanggapan masyarakat terhadap pertunjukkan wayang wahyu dan memaknai dan mengimplementasikannya dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan terhadap penonton Wayang Wahyu Ngajab Rahayu, dhalang Wayang Wahyu Ngajab Rahayu, tokoh agama Kristiani di Surakarta. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif dengan teori Struktural Fungsional dari Parsons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wayang Wahyu bukan sekedar tontonan yang dijadikan tuntunan, melainkan suatu tuntunan yang dipertontonkan dan diwujudkan oleh para pemeluk agama Kristiani. Sehingga Wayang Wahyu dilihat dari sudut kesenian merupakan suatu tontonan yang menghibur dengan leluconnya, sedangkan dari sudut pewartaan merupakan model pembelajaran iman Kristiani. Wayang Wahyu memberikan contoh perbuatan baik merupakan suatu pembelajaran bagi pemeluk agama Kristiani untuk “membumikan” ajaran Kristus pada jaman yang lampau untuk kehidupan modern ini. Setelah orang mengenal agama, pemeluknya sering menjadikannya suatu perbedaan yang terlalu dibesar-besarkan. Untuk itu perlu kearifan dalam menyikapi perbedaan. Perlu adanya suatu “dialog” yang mengungkapkan apa yang diajarkan oleh suatu agama, sehingga agama lain dapat mengetahui dan memahaminya. Wayang Wahyu dapat menjadi contoh ajang dialog antar umat beragama. <strong> </strong></p><p><strong>Kata kunci : </strong>Wayang Wahyu; Hiburan; Media Pembelajaran.</p>
Title: WAYANG WAHYU : HIBURAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
Description:
<p><em>The life of modern society offers a variety of entertainment media, so traditional entertainment such as wayang is no longer interesting.
Some religious institutions open themselves so that their religious teachings can be learned through the wayang wahyu revelation.
The purpose of this study is to examine the wayang Ngajab Rahayu revelation which was chosen as a medium for planting the values of community life, and the community's response to the wayang wahyu revelation and understanding and implementing it in social life.
This qualitative descriptive study was conducted on the audience of Wayang Wahyu Ngajab Rahayu, dhalang Wayang Wahyu Ngajab Rahayu, a Christian religious figure in Surakarta.
Data analysis techniques using an interactive analysis model with the Functional Structural Theory of Parsons.
The results showed that Wayang Wahyu is not just a spectacle that is used as a guide, but rather a guidance that is exhibited and realized by Christians.
So that Wayang Wahyu is seen from an artistic point of view as an entertaining spectacle with its jokes, while from the point of view of preaching it is a model for learning the Christian faith.
Wayang Wahyu provides an example of good deeds, which is a learning process for Christians to "ground" the teachings of Christ in the past for modern life.
After people become acquainted with religion, their adherents often make it an exaggerated difference.
For that we need wisdom in dealing with differences.
There needs to be a "dialogue" that expresses what is taught by a religion, so that other religions can know and understand it.
Wayang Wahyu can be an example of dialogue between religious communities.
</em></p><p><strong><em>Keywords:</em></strong><strong> </strong><em>P</em><em>uppet Wahyu</em><em>;</em><em> Entertainment</em><em>;</em><em> Learning Media</em><em>.
</em></p><p><em><br /></em></p><p><strong>Abstrak</strong></p><p>Kehidupan masyarakat modern banyak menawarkan berbagai media hiburan, sehingga hiburan tradisional seperti wayang tidak menarik lagi.
Lembaga agama ada yang membuka diri agar ajaran agamanya bisa dipelajari melalui pentas wayang wahyu.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji wayang wahyu Ngajab Rahayu yang dipilih sebagai media penanaman nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, dan tanggapan masyarakat terhadap pertunjukkan wayang wahyu dan memaknai dan mengimplementasikannya dalam kehidupan bermasyarakat.
Penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan terhadap penonton Wayang Wahyu Ngajab Rahayu, dhalang Wayang Wahyu Ngajab Rahayu, tokoh agama Kristiani di Surakarta.
Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif dengan teori Struktural Fungsional dari Parsons.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wayang Wahyu bukan sekedar tontonan yang dijadikan tuntunan, melainkan suatu tuntunan yang dipertontonkan dan diwujudkan oleh para pemeluk agama Kristiani.
Sehingga Wayang Wahyu dilihat dari sudut kesenian merupakan suatu tontonan yang menghibur dengan leluconnya, sedangkan dari sudut pewartaan merupakan model pembelajaran iman Kristiani.
Wayang Wahyu memberikan contoh perbuatan baik merupakan suatu pembelajaran bagi pemeluk agama Kristiani untuk “membumikan” ajaran Kristus pada jaman yang lampau untuk kehidupan modern ini.
Setelah orang mengenal agama, pemeluknya sering menjadikannya suatu perbedaan yang terlalu dibesar-besarkan.
Untuk itu perlu kearifan dalam menyikapi perbedaan.
Perlu adanya suatu “dialog” yang mengungkapkan apa yang diajarkan oleh suatu agama, sehingga agama lain dapat mengetahui dan memahaminya.
Wayang Wahyu dapat menjadi contoh ajang dialog antar umat beragama.
 <strong> </strong></p><p><strong>Kata kunci : </strong>Wayang Wahyu; Hiburan; Media Pembelajaran.
</p>.

Related Results

INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEARIFAN LOKAL NGUPAH WAYANG
INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEARIFAN LOKAL NGUPAH WAYANG
Wayang merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang ada di Bali. Sebagai sebuah kesenian wayang tentunya memiliki nilai yang sarat dengan religiusitas. Wayang merupakan kesenian yan...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Sunardi KREASI DAN INOVASI SENI PERTUNJUKAN WAYANG SEBAGAI PENGUATAN PRE-ARTISTIC RESEARCH UNIVERSITY
Sunardi KREASI DAN INOVASI SENI PERTUNJUKAN WAYANG SEBAGAI PENGUATAN PRE-ARTISTIC RESEARCH UNIVERSITY
Tulisan ini bertujuan memaparkan hasil kreasi dan inovasi seni pertunjukan wayang sebagai upaya penguatan pre-artistic research university di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakart...
Marketing Communications Manajement for Kamasan Painting Art In The Karangasem Tourism Vilaage, Klungkung Regency
Marketing Communications Manajement for Kamasan Painting Art In The Karangasem Tourism Vilaage, Klungkung Regency
Kamasan tourist village presents painting as a tourist destination. The painting art in question is Classical Wayang painting which originated during the reign of King Dalem Wature...
Pengaruh Karawitan terhadap Totalitas Ekspresi Dalang dalam Pertunjukan Wayang Golek Menak Yogyakarta
Pengaruh Karawitan terhadap Totalitas Ekspresi Dalang dalam Pertunjukan Wayang Golek Menak Yogyakarta
Tulisan ini dimaksudkan untuk menjelaskan pengaruh karawitan sebagai salah satu pendukung utama pergelaran wayang dengan kualitas ekspresi dalang wayang golek Menak Yogyakarta. Keb...
WAYANG BEBER KARYA PUJIANTO KASIDI STUDI BIOGRAFI DAN ESTETIKA
WAYANG BEBER KARYA PUJIANTO KASIDI STUDI BIOGRAFI DAN ESTETIKA
Penelitian ini membahas tentang biografi dan estetika wayang beber karya Pujianto Kasidi. Dalam penelitian ini menggunakan 2 pendekatan yaitu pendekatan biografi dan estetika. Biog...
PENGENAAN PAJAK HIBURAN DI PROVINSI DAERAH KHUSUS JAKARTA
PENGENAAN PAJAK HIBURAN DI PROVINSI DAERAH KHUSUS JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengenaan pajak hiburan baik sebelum dan sesudah berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah...
Proses Penulisan Naskah dalam Pembuatan Video Promosi Wayang Sukuraga
Proses Penulisan Naskah dalam Pembuatan Video Promosi Wayang Sukuraga
Terbentuknya Wayang Sukuraga sebagai kesenian khas Sukabumi merupakan suatu kenyataan yang tidak serta merta membuat Wayang Sukuraga terkenal di Sukabumi maupun daerah asalnya. Say...

Back to Top