Javascript must be enabled to continue!
Deconstruction Powers Of Relations Behind The Shadow Puppet Performance For Tourism In Ubud Village Bali
View through CrossRef
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami konstruksi hubungan kekuasaan di balik pertunjukan Wayang Kulit dalam konteks pariwisata di Desa Ubud, Bali. Penelitian ini dilakukan karena ada ketimpangan antara asumsi dan fakta di lapangan. Sebagai salah satu seni pertunjukan tradisional, Wayang Kulit jarang dapat disajikan secara berkelanjutan sebagai seni pertunjukan pariwisata di Bali. Namun kenyataannya berbeda. Pertanyaannya adalah: (1) bagaimana bentuk pertunjukan Wayang Kulit untuk pariwisata di Desa Ubud?; (2) Mengapa Wayang Kulit dapat dikembangkan terus menerus sebagai seni pertunjukan pariwisata?. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Data primer dan data sekunder penelitian ini diperoleh dengan cara observasi dan studi pustaka. Semua data yang dikumpulkan dianalisis secara kritis dalam perspektif kajian budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk pertunjukan Wayang Kulit untuk pariwisata di Desa Ubud adalah pertunjukan Wayang Kulit Parwa. Hal ini dapat dilihat dari lakonnya, struktur pertunjukannya, tokoh-tokohnya dan iringan pertunjukannya; (2) Pertunjukan Wayang Kulit di Desa Ubud dapat dikembangkan secara berkelanjutan untuk pariwisata karena adanya hubungan kekuasaan yang bersifat negosiasi, hegemoni, oposisional antara pemilik pentas, pengelola objek wisata dan dalang.
Title: Deconstruction Powers Of Relations Behind The Shadow Puppet Performance For Tourism In Ubud Village Bali
Description:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami konstruksi hubungan kekuasaan di balik pertunjukan Wayang Kulit dalam konteks pariwisata di Desa Ubud, Bali.
Penelitian ini dilakukan karena ada ketimpangan antara asumsi dan fakta di lapangan.
Sebagai salah satu seni pertunjukan tradisional, Wayang Kulit jarang dapat disajikan secara berkelanjutan sebagai seni pertunjukan pariwisata di Bali.
Namun kenyataannya berbeda.
Pertanyaannya adalah: (1) bagaimana bentuk pertunjukan Wayang Kulit untuk pariwisata di Desa Ubud?; (2) Mengapa Wayang Kulit dapat dikembangkan terus menerus sebagai seni pertunjukan pariwisata?.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif.
Data primer dan data sekunder penelitian ini diperoleh dengan cara observasi dan studi pustaka.
Semua data yang dikumpulkan dianalisis secara kritis dalam perspektif kajian budaya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk pertunjukan Wayang Kulit untuk pariwisata di Desa Ubud adalah pertunjukan Wayang Kulit Parwa.
Hal ini dapat dilihat dari lakonnya, struktur pertunjukannya, tokoh-tokohnya dan iringan pertunjukannya; (2) Pertunjukan Wayang Kulit di Desa Ubud dapat dikembangkan secara berkelanjutan untuk pariwisata karena adanya hubungan kekuasaan yang bersifat negosiasi, hegemoni, oposisional antara pemilik pentas, pengelola objek wisata dan dalang.
Related Results
Seni Gerak dalam Pertunjukan Wayang Tinjauan Estetika
Seni Gerak dalam Pertunjukan Wayang Tinjauan Estetika
Movement art in the puppet performances is often mentioned as sabetan. Puppet movement art, that contains rules, norms, guidance (orientation) is convention that is observed and re...
The Impact of Ubud Food Festival on the Social and Economic Aspects of the Community in Banjar Penestanan Kaja, Ubud, Bali
The Impact of Ubud Food Festival on the Social and Economic Aspects of the Community in Banjar Penestanan Kaja, Ubud, Bali
Bali is one of the provinces in Indonesia that carry out festival activities in various regions. One of the regular festivals held annually since 2015 is the Ubud Food Festival whi...
DAMPAK PENERAPAN AKUNTANSI MANAJEMEN LINGKUNGAN TERHADAP KINERJA LINGKUNGAN PADA HOTEL DI UBUD
DAMPAK PENERAPAN AKUNTANSI MANAJEMEN LINGKUNGAN TERHADAP KINERJA LINGKUNGAN PADA HOTEL DI UBUD
ABSTRACT
This research aims to test the implementation of Environmental Management Accounting variables on environmental performance variables in hotels in Ubud. The object of thi...
Implementation of Kanorayang Customary Sanctions Imposed on Village Credit Institution Treasurers Kedewatan Traditional Village Ubud District, Gianyar
Implementation of Kanorayang Customary Sanctions Imposed on Village Credit Institution Treasurers Kedewatan Traditional Village Ubud District, Gianyar
Given the increasingly urgent need for capital for rural communities, the local government, especially the Bali Provincial Government, has begun to develop financial institutions i...
WAYANG KULIT MANUSIA ANTARA MITOS DAN KENYATAAN
WAYANG KULIT MANUSIA ANTARA MITOS DAN KENYATAAN
A religious traditional art in society is related to myth which can be categorized into folktale. This tradition has been often become one in the Javanese mind and influential in g...
Generation Z Motivation to Visit Ubud Toursim Area
Generation Z Motivation to Visit Ubud Toursim Area
Ubud tourism area is a famous tourist destination in Bali. Ubud is visited by many tourists both foreign tourists and domestic tourists. The number of foreign tourists who come to ...
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Bali merupakan salah stasiun televisi lokal milik pemerintah Republik Indonesia yang dekat dengan budaya masyarakat setempat. Selain pen...
PUSAT PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN KESENIAN WAYANG DI BALI
PUSAT PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN KESENIAN WAYANG DI BALI
The existence of some puppets show in Bali are significantly marginalized at recently in the midst of any entertaiments growing up. There are a tendency that the puppets show are...

