Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI UPT SDN 4 AMPARITA

View through CrossRef
Peneliti melakukan observasi pada lokasi penelitian, permasalahan di UPT SDN 4 Amparita terdapat dalam penggunaan bahasa kedaerahan masih sangat kental, sehingga dalam menyampaikan pembelajaran dengan bahasa baik dan benar siswa kurang memahami apa yang dikomunikasikan oleh guru, dan dari tingkat emosional/kesehatan mental siswa masih perlu mendapatkan bimbingan dari guru dan lingkungan, peneliti akan menganalisis, peran komunikasi dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu dan budi pekerti di UPT SDN 4 Amparita.Proses pembelajaran di sekolah merupakan kegiatan yang sangat penting dan memerlukan komunikasi verbal dan non verbal dalam peningkatan kualitas pendidikan, dimana proses belajar mengajar di harapkan dapat mencapai tujuan pendidikan nasional dan dapat meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas serta pendidikan yang bermutu. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Beberapa metode yang digunakan dalam pengumpulan data yakni; wawancara, observasi, dokumentasi, peneliti bermaksud memahami situasi sosial secara mendalam. Subjek penelitian guru-guru dan objeknya seluruh siswa. Tiga teori yang digunakan dalam penelitian ini untuk membedah permasalahan di SDN UPT 4 Amparita adalah teori Komunikasi, teori Konstruktivisme, dan teori Belajar Konitif Hasil penelitian guru-guru dalam melakukan pembelajaran pendidikan agama dan budi pekerti; 1) terkait jenis komunikasi, guru menggunakan dua jenis komunikasi yakni komunikasi verbal dan non verbal. Komunikai verbal merupakan komunikasi yang menggunakan simbol- simbol verbal, baik secara lisan maupun tertulis, Komunikasi non verbal merupakan proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. 2) Penggunaan media pembelajaran sesuai dengan fungsinya yang tepat sangat membantu siswa dalam proses belajar mengajar, manfaat media akan memudahkan melalukan interkasi dalam kelas, pengklasifikasian media dalam belajar menyesuaikan tingkat kelas dalam belajar, sehingga tercapinya hasil belajar yang signifikan. 3) Kendala adalah kendala masalah media pembelajaran hal ini juga dapat disiasati oleh guru dengan memberi contoh-contoh yang ada di sekeliling kita. Kendala yang sulit dihadapi oleh guru adalah minimnya buku ajar, hal ini menjadi kendala yang sangat serius dalam proses pembelajaran.
Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar
Title: PERAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI UPT SDN 4 AMPARITA
Description:
Peneliti melakukan observasi pada lokasi penelitian, permasalahan di UPT SDN 4 Amparita terdapat dalam penggunaan bahasa kedaerahan masih sangat kental, sehingga dalam menyampaikan pembelajaran dengan bahasa baik dan benar siswa kurang memahami apa yang dikomunikasikan oleh guru, dan dari tingkat emosional/kesehatan mental siswa masih perlu mendapatkan bimbingan dari guru dan lingkungan, peneliti akan menganalisis, peran komunikasi dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu dan budi pekerti di UPT SDN 4 Amparita.
Proses pembelajaran di sekolah merupakan kegiatan yang sangat penting dan memerlukan komunikasi verbal dan non verbal dalam peningkatan kualitas pendidikan, dimana proses belajar mengajar di harapkan dapat mencapai tujuan pendidikan nasional dan dapat meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas serta pendidikan yang bermutu.
Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif.
Beberapa metode yang digunakan dalam pengumpulan data yakni; wawancara, observasi, dokumentasi, peneliti bermaksud memahami situasi sosial secara mendalam.
Subjek penelitian guru-guru dan objeknya seluruh siswa.
Tiga teori yang digunakan dalam penelitian ini untuk membedah permasalahan di SDN UPT 4 Amparita adalah teori Komunikasi, teori Konstruktivisme, dan teori Belajar Konitif Hasil penelitian guru-guru dalam melakukan pembelajaran pendidikan agama dan budi pekerti; 1) terkait jenis komunikasi, guru menggunakan dua jenis komunikasi yakni komunikasi verbal dan non verbal.
Komunikai verbal merupakan komunikasi yang menggunakan simbol- simbol verbal, baik secara lisan maupun tertulis, Komunikasi non verbal merupakan proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata.
2) Penggunaan media pembelajaran sesuai dengan fungsinya yang tepat sangat membantu siswa dalam proses belajar mengajar, manfaat media akan memudahkan melalukan interkasi dalam kelas, pengklasifikasian media dalam belajar menyesuaikan tingkat kelas dalam belajar, sehingga tercapinya hasil belajar yang signifikan.
3) Kendala adalah kendala masalah media pembelajaran hal ini juga dapat disiasati oleh guru dengan memberi contoh-contoh yang ada di sekeliling kita.
Kendala yang sulit dihadapi oleh guru adalah minimnya buku ajar, hal ini menjadi kendala yang sangat serius dalam proses pembelajaran.

Related Results

IMPLEMENTASI KURIKULUM DARURAT PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SMA NEGERI 3 DENPASAR
IMPLEMENTASI KURIKULUM DARURAT PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SMA NEGERI 3 DENPASAR
Kurikulum Darurat merupakan kurikulum yang telah diterapkan di SMA Negeri 3 Denpasar, suatu kembangan Kurikulum Nasional 2013 di tengah pandemi COVID-19 sehingga sebagai suatu kuri...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Bali merupakan salah stasiun televisi lokal milik pemerintah Republik Indonesia yang dekat dengan budaya masyarakat setempat. Selain pen...
PELAKSANAAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI I TEMBILAHAN HULU
PELAKSANAAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI I TEMBILAHAN HULU
Pendidikan budi pekerti adalah upaya untuk membentuk perilaku peserta didik yang tercermin dalam kata, perbuatan, sikap, pikiran, perasaan, kerja, dan hasil karya berdasarkan nilai...
STUDI EVALUASI PELAKSANAAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DALAM IMPLEMENTASI KTSP DI SMP NEGERI KABUPATEN GIANYAR
STUDI EVALUASI PELAKSANAAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DALAM IMPLEMENTASI KTSP DI SMP NEGERI KABUPATEN GIANYAR
This research aims to obtain: (1) the description or description about the effectiveness of the implementation of the educational Character of the context of Gianyar in junior high...
STRATEGI KOMUNIKASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SEKOLAH DASAR SATHYA SAI DENPASAR
STRATEGI KOMUNIKASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SEKOLAH DASAR SATHYA SAI DENPASAR
Penelitian ini membahas strategi pembelajaran komunikasi yang dipegang oleh guru agama dan karakter Hindu di SDN Sathya Sai Denpasar. Strategi Komunikasi pembelajaran perlu ditelit...
PRINSIP-PRINSIP BUDI PEKERTI HINDU DALAM NYĀYA DARŚANA
PRINSIP-PRINSIP BUDI PEKERTI HINDU DALAM NYĀYA DARŚANA
Ketika filsafat dikaitkan dengan dimensi agama maka akan menjadi berbeda dengan filsafat murni. Dalam agama Hindu pandangan-pandangan filosofis yang religius disebut darsana. Para ...

Back to Top