Javascript must be enabled to continue!
PELAKSANAAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI I TEMBILAHAN HULU
View through CrossRef
Pendidikan budi pekerti adalah upaya untuk membentuk perilaku peserta didik yang tercermin dalam kata, perbuatan, sikap, pikiran, perasaan, kerja, dan hasil karya berdasarkan nilai, norma, dan moral luhur bangsa Indonesia melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan.
Rumusan dalam penelitian ini adalah: bagaimana pelaksanaan pendidikan budi pekerti dan faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pendidikan budi pekerti dalam membentuk karakter siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri I Tembilahan Hulu. Sedangkan yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui sejauhmana pelaksanaan pendidikan budi pekerti dan faktor apa yang mempenagruhi pelaksanaan pendidikan budi pekerti dalam membentuk karakter siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri I Tembilahan Hulu. Adapun manfaat penelitian ini diantaranya adalah: untuk menambah dan meningkatkan wawasan dan pengalaman penulis, sebagai informasi bagi sekolah dalam penerapan pendidikan budi pekerti, sebagai informasi bahwa pelaksanaan pendidikan budi pekerti dalam membentuk karakter siswa perlu dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, Subjek dalam penelitian ini adalah guru di Sekolah Menengah Pertama Negeri I Tembilahan Hulu yang berjumlah 4 orang, sedangkan yang menjadi objek adalah pelaksanaan pendidikan budi pekerti dalam membnetuk karakter di Sekolah Menengah Pertama Negeri I Tembilahan Hulu. Kemudian yang menjadi populasi adalah guru Pendidikan Agama Islam yang berjumlah 4 orang di Sekolah Menengah Pertama Negeri I Tembilahan Hulu. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya data yang telah terkumpul dianalisis dengan cara deskripsi kualitatif.
Setelah data terkumpul dan dilakukan penelitian, dapat disimpulkan bahwa : dari hasil observasi, pelaksanaan pendidikan budi pekerti dalam membentuk karakter siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri I Tembilahan Hulu mencapai persentase 80,11%, berada pada interval 81%-100% dan dikategorikan sangat baik. Aktor yang mempengaruhi pelaksanaan pendidikan budi pekerti di Sekolah Menengah Pertama Negeri I Tembilahan Hulu adalah faktor dari semua mata pelajaran yang menerapkan materi pendidikan budi pekerti, faktor dari stockholder atau lingkungan, dan dari kegiatan lingkungan sekolah dalam menerapkan pelaksanaan pendidikan pekerti.
Kata Kunci :Pendidikan Budi Pekerti, Karakter siswa
Title: PELAKSANAAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI I TEMBILAHAN HULU
Description:
Pendidikan budi pekerti adalah upaya untuk membentuk perilaku peserta didik yang tercermin dalam kata, perbuatan, sikap, pikiran, perasaan, kerja, dan hasil karya berdasarkan nilai, norma, dan moral luhur bangsa Indonesia melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan.
Rumusan dalam penelitian ini adalah: bagaimana pelaksanaan pendidikan budi pekerti dan faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pendidikan budi pekerti dalam membentuk karakter siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri I Tembilahan Hulu.
Sedangkan yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui sejauhmana pelaksanaan pendidikan budi pekerti dan faktor apa yang mempenagruhi pelaksanaan pendidikan budi pekerti dalam membentuk karakter siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri I Tembilahan Hulu.
Adapun manfaat penelitian ini diantaranya adalah: untuk menambah dan meningkatkan wawasan dan pengalaman penulis, sebagai informasi bagi sekolah dalam penerapan pendidikan budi pekerti, sebagai informasi bahwa pelaksanaan pendidikan budi pekerti dalam membentuk karakter siswa perlu dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, Subjek dalam penelitian ini adalah guru di Sekolah Menengah Pertama Negeri I Tembilahan Hulu yang berjumlah 4 orang, sedangkan yang menjadi objek adalah pelaksanaan pendidikan budi pekerti dalam membnetuk karakter di Sekolah Menengah Pertama Negeri I Tembilahan Hulu.
Kemudian yang menjadi populasi adalah guru Pendidikan Agama Islam yang berjumlah 4 orang di Sekolah Menengah Pertama Negeri I Tembilahan Hulu.
Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi.
Selanjutnya data yang telah terkumpul dianalisis dengan cara deskripsi kualitatif.
Setelah data terkumpul dan dilakukan penelitian, dapat disimpulkan bahwa : dari hasil observasi, pelaksanaan pendidikan budi pekerti dalam membentuk karakter siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri I Tembilahan Hulu mencapai persentase 80,11%, berada pada interval 81%-100% dan dikategorikan sangat baik.
Aktor yang mempengaruhi pelaksanaan pendidikan budi pekerti di Sekolah Menengah Pertama Negeri I Tembilahan Hulu adalah faktor dari semua mata pelajaran yang menerapkan materi pendidikan budi pekerti, faktor dari stockholder atau lingkungan, dan dari kegiatan lingkungan sekolah dalam menerapkan pelaksanaan pendidikan pekerti.
Kata Kunci :Pendidikan Budi Pekerti, Karakter siswa.
Related Results
STUDI EVALUASI PELAKSANAAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DALAM IMPLEMENTASI KTSP DI SMP NEGERI KABUPATEN GIANYAR
STUDI EVALUASI PELAKSANAAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DALAM IMPLEMENTASI KTSP DI SMP NEGERI KABUPATEN GIANYAR
This research aims to obtain: (1) the description or description about the effectiveness of the implementation of the educational Character of the context of Gianyar in junior high...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
IMPLEMENTASI KURIKULUM DARURAT PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SMA NEGERI 3 DENPASAR
IMPLEMENTASI KURIKULUM DARURAT PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SMA NEGERI 3 DENPASAR
Kurikulum Darurat merupakan kurikulum yang telah diterapkan di SMA Negeri 3 Denpasar, suatu kembangan Kurikulum Nasional 2013 di tengah pandemi COVID-19 sehingga sebagai suatu kuri...
PRINSIP-PRINSIP BUDI PEKERTI HINDU DALAM NYĀYA DARŚANA
PRINSIP-PRINSIP BUDI PEKERTI HINDU DALAM NYĀYA DARŚANA
Ketika filsafat dikaitkan dengan dimensi agama maka akan menjadi berbeda dengan filsafat murni. Dalam agama Hindu pandangan-pandangan filosofis yang religius disebut darsana. Para ...
Pengaruh Pemberian Penguatan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Guru Bimbingan Konseling Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Palipi Tahun Pembelajaran 2023/2024
Pengaruh Pemberian Penguatan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Guru Bimbingan Konseling Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Palipi Tahun Pembelajaran 2023/2024
The objectives of this study are 1) to determine the effect of giving reinforcement by Christian Religious Education Teachers on the learning outcomes of Christian Religious Educat...
Pengaruh Peran Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Siswa Kelas X TPM 1 SMK Negeri 1 Sumedang
Pengaruh Peran Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Siswa Kelas X TPM 1 SMK Negeri 1 Sumedang
Peran orang tua adalah tanggung jawab orang tua dalam membimbing, memberikan perhatian, memenuhi kebutuhannya dan dalam hal memberikan pendidikan. Motivasi belajar Pendidikan Agama...
MEMBANGUN KARAKTER SISWA MELALUI KEGIATAN MEMBACA DAN MENULIS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
MEMBANGUN KARAKTER SISWA MELALUI KEGIATAN MEMBACA DAN MENULIS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
ABSTRAK: Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan mampu memberikan kontribusi posi...
Komunikasi Interpersonal Diadik Guru dalam Membentuk Karakter Tauhid Spiritual Wisdom Siswa di SMK Amaliah 2 Ciawi
Komunikasi Interpersonal Diadik Guru dalam Membentuk Karakter Tauhid Spiritual Wisdom Siswa di SMK Amaliah 2 Ciawi
Membentuk karakter tauhid spiritual wisdom pada siswa merupakan aspek penting yang tidak bisa diabaikan dalam membentuk generasi muda agar memiliki moral yang berkualitas. Dikarena...

