Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MAKNA DAN PERUBAHAN RUPA BONEKA WAYANG SEMAR PADA WAYANG JEKDONG JAWA TIMUR

View through CrossRef
Indonesia merupakan sebuah negara besar dengan beragam suku dan kebudayaan yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Berbeda daerah dan suku maka berbeda pula kebudayaan yang ada termasuk artefak budaya yang ada di masyarakat Indonesia. Sebuah artefak budaya senantiasa mencerminkan nilai-nilai Masyarakat pembuatnya. Hal ini tidak terkecuali dalam kesenian wayang Jekdong sebagai hasil karya Masyarakat budaya Arek, Masyarakat budaya Arek sebagai sub-budaya provinsi Jawa Timur memiliki kekhasan  budaya dan salah satu produk dari budaya arek adalah wayang Jekdong dimana boneka wayang Jekdong Semar menjadi cermnan akan nilai-nilai budaya Arek. Penelitian ini melibatkan penelusuran boneka wayang Semar dalam tiga spesimen yang berbeda dari tiga tahun pembuatan. Hal tersebut dalam rangka mengulik nilai cerminan masyarakat budaya Arek yang dipertahankan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi spesimen wayang Jekdong tiga periode produksi yang berbeda dengan menggunakan gaya wayang Jekdong Porongan koleksi Ki Wardono dan salah satu sumber yang tidak dapat disebutkan. Perbedaan-perbedaan yang tampak pada boneka wayang Semar dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yang melatar belakangi. Faktor tersebut antara lain adalah faktor karakteristik budaya Arek yang cenderung lugas dan faktor pengaruh nilai-nilai islam. Indonesia is a large country with diverse ethnicities and cultures spread from Sabang to Merauke. Different regions and ethnicities have different cultures, including cultural artifacts in Indonesian society. A cultural artifact always reflects the values of the community that creates it. This is no exception in the art of Jekdong puppetry, a product of the cultural community of Arek. Arek, as a subculture of East Java province, has its own cultural distinctiveness, and one of the products of Arek culture is the Jekdong puppet, where the Jekdong Semar puppet serves as an embodiment of Arek cultural values. This research involves the examination of the Semar puppet in three different specimens from three different production years. This is done to explore the values reflecting the Arek cultural community that are preserved. The research method used is the observation of Jekdong puppet specimens from three different production periods, using the Jekdong Porongan puppet style collection of Ki Wardono and another source that cannot be mentioned. The differences observed in the Semar puppet are influenced by several main underlying factors. These factors include the characteristics of Arek culture, which tend to be straightforward, and the influence of Islamic values  
Title: MAKNA DAN PERUBAHAN RUPA BONEKA WAYANG SEMAR PADA WAYANG JEKDONG JAWA TIMUR
Description:
Indonesia merupakan sebuah negara besar dengan beragam suku dan kebudayaan yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.
Berbeda daerah dan suku maka berbeda pula kebudayaan yang ada termasuk artefak budaya yang ada di masyarakat Indonesia.
Sebuah artefak budaya senantiasa mencerminkan nilai-nilai Masyarakat pembuatnya.
Hal ini tidak terkecuali dalam kesenian wayang Jekdong sebagai hasil karya Masyarakat budaya Arek, Masyarakat budaya Arek sebagai sub-budaya provinsi Jawa Timur memiliki kekhasan  budaya dan salah satu produk dari budaya arek adalah wayang Jekdong dimana boneka wayang Jekdong Semar menjadi cermnan akan nilai-nilai budaya Arek.
Penelitian ini melibatkan penelusuran boneka wayang Semar dalam tiga spesimen yang berbeda dari tiga tahun pembuatan.
Hal tersebut dalam rangka mengulik nilai cerminan masyarakat budaya Arek yang dipertahankan.
Metode penelitian yang digunakan adalah observasi spesimen wayang Jekdong tiga periode produksi yang berbeda dengan menggunakan gaya wayang Jekdong Porongan koleksi Ki Wardono dan salah satu sumber yang tidak dapat disebutkan.
Perbedaan-perbedaan yang tampak pada boneka wayang Semar dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yang melatar belakangi.
Faktor tersebut antara lain adalah faktor karakteristik budaya Arek yang cenderung lugas dan faktor pengaruh nilai-nilai islam.
Indonesia is a large country with diverse ethnicities and cultures spread from Sabang to Merauke.
Different regions and ethnicities have different cultures, including cultural artifacts in Indonesian society.
A cultural artifact always reflects the values of the community that creates it.
This is no exception in the art of Jekdong puppetry, a product of the cultural community of Arek.
Arek, as a subculture of East Java province, has its own cultural distinctiveness, and one of the products of Arek culture is the Jekdong puppet, where the Jekdong Semar puppet serves as an embodiment of Arek cultural values.
This research involves the examination of the Semar puppet in three different specimens from three different production years.
This is done to explore the values reflecting the Arek cultural community that are preserved.
The research method used is the observation of Jekdong puppet specimens from three different production periods, using the Jekdong Porongan puppet style collection of Ki Wardono and another source that cannot be mentioned.
The differences observed in the Semar puppet are influenced by several main underlying factors.
These factors include the characteristics of Arek culture, which tend to be straightforward, and the influence of Islamic values  .

Related Results

Visualisasi Wayang Beber Pacitan dalam mendukung dialog tokoh
Visualisasi Wayang Beber Pacitan dalam mendukung dialog tokoh
Abstrak Indonesia merupakan Negara yang mempunyai banyak budaya dan artefak peninggalan nenek moyang salah satu yang mendunia adalah Wayang, Wayang di Indonesia sangat banyak jenis...
Keterpaduan Garap Pakeliran dalam Adegan Sekel Galih Wayang Jekdong Lakon Rabine Srigati
Keterpaduan Garap Pakeliran dalam Adegan Sekel Galih Wayang Jekdong Lakon Rabine Srigati
Wayang jekdong merupakan bentuk idiom yang merujuk pada praktik pedalangan dengan nuansa budaya Jawa Timur. Komunitas penikmat wayang kulit Jawa Timuran, beranggapan jika jekdong a...
Kiat dan keberhasilan masyarakat Jawa: “Memayu hayuning bawana” dalam bidang budaya seni wayang
Kiat dan keberhasilan masyarakat Jawa: “Memayu hayuning bawana” dalam bidang budaya seni wayang
Masyarakat Jawa sejak dulu sampai sekarang, merasa diri bagian dari sistem dunia, hingga merasa wajib memayu hayuning bawana dalam bidang apapun termasuk budaya seni wayang, agar d...
Ikonologi Wayang Kreasi Sebagai Pengembangan Seni Rupa
Ikonologi Wayang Kreasi Sebagai Pengembangan Seni Rupa
Wayang Kreasi menjadi wujud wayang baru yang berkembang sesuai dengan hasil pemikiran penciptanya sebagai identias visual merek dagangnya. Penelitian ini memfokuskan pada makna int...
Boneka dalam Seni Lukis Surealisme
Boneka dalam Seni Lukis Surealisme
Tujuan pembuatan karya akhir ini adalah untuk memvisualisasikan berbagai masalah kehidupan penulis melalui penggunaan boneka sebagai simbol. Harapannya, karya ini dapat meningkatka...
Konsep Trep pada Wanda Semar Wayang Kulit Purwa Gaya Surakarta
Konsep Trep pada Wanda Semar Wayang Kulit Purwa Gaya Surakarta
<p>Dalam pewayangan Semar merupakan rokoh yang mempunyai pengaruh besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan konsep pada wanda Semar terhadap lakon-lakon yang S...
KEMUNDURAN MUTU IKAN SEMAR (Mene maculata) SELAMA PENYIMPANAN SUHU CHILLING
KEMUNDURAN MUTU IKAN SEMAR (Mene maculata) SELAMA PENYIMPANAN SUHU CHILLING
Perubahan mutu ikan segar merupakan proses alami yang terjadi akibat pengaruh enzim, reaksi biokimia dan aktivitas bakteri. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

Back to Top