Javascript must be enabled to continue!
Konsep Trep pada Wanda Semar Wayang Kulit Purwa Gaya Surakarta
View through CrossRef
<p>Dalam pewayangan Semar merupakan rokoh yang mempunyai pengaruh besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan konsep pada wanda Semar terhadap lakon-lakon yang Semar lakukan. Penelitian ini berfokus pada wayang kulit purwa gaya Surakarta khususnya Semar. Semar dalam pewayangan memiliki lakon bersama Punakawan maupun lakon sendiri, pada setiap lakon Semar menggunakan wanda berbeda. Pada penelitian ini menggunakan metode studi literatur, dimana literatur yang didapat berupa buku, artikel jurnal dan rekaman pertunjukan pada media sosial khususnya tentang Semar yang akan ditelaah untuk mencari konsep antara lakon dan wanda Semar. Rekaman pertunjukan yang digunakan adalah lakon Laire Ismoyo dengan dalang KI Purbo Asmoro. Hasil dari penelitian ini adalah menemukan konsep antara lakon dan wanda Semar yang digunakan, dan konsep yang ditemukan yaitu konsep <em>Trep</em> atau kesesuaian. Konsep kesesuaian penggunaan wanda untuk peran tertentu pada lakon pertunjukan wayang tertentu pula, konsep ini disebut dengan <em>trep</em>. Disebut <em>trep</em> apabila peran wayang Semar dalam suatu lakon pewayangan menggunakan wanda yang sesuai dengan fungsi peran tersebut.</p>
Title: Konsep Trep pada Wanda Semar Wayang Kulit Purwa Gaya Surakarta
Description:
<p>Dalam pewayangan Semar merupakan rokoh yang mempunyai pengaruh besar.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan konsep pada wanda Semar terhadap lakon-lakon yang Semar lakukan.
Penelitian ini berfokus pada wayang kulit purwa gaya Surakarta khususnya Semar.
Semar dalam pewayangan memiliki lakon bersama Punakawan maupun lakon sendiri, pada setiap lakon Semar menggunakan wanda berbeda.
Pada penelitian ini menggunakan metode studi literatur, dimana literatur yang didapat berupa buku, artikel jurnal dan rekaman pertunjukan pada media sosial khususnya tentang Semar yang akan ditelaah untuk mencari konsep antara lakon dan wanda Semar.
Rekaman pertunjukan yang digunakan adalah lakon Laire Ismoyo dengan dalang KI Purbo Asmoro.
Hasil dari penelitian ini adalah menemukan konsep antara lakon dan wanda Semar yang digunakan, dan konsep yang ditemukan yaitu konsep <em>Trep</em> atau kesesuaian.
Konsep kesesuaian penggunaan wanda untuk peran tertentu pada lakon pertunjukan wayang tertentu pula, konsep ini disebut dengan <em>trep</em>.
Disebut <em>trep</em> apabila peran wayang Semar dalam suatu lakon pewayangan menggunakan wanda yang sesuai dengan fungsi peran tersebut.
</p>.
Related Results
Visualisasi Wayang Beber Pacitan dalam mendukung dialog tokoh
Visualisasi Wayang Beber Pacitan dalam mendukung dialog tokoh
Abstrak Indonesia merupakan Negara yang mempunyai banyak budaya dan artefak peninggalan nenek moyang salah satu yang mendunia adalah Wayang, Wayang di Indonesia sangat banyak jenis...
Kiat dan keberhasilan masyarakat Jawa: “Memayu hayuning bawana” dalam bidang budaya seni wayang
Kiat dan keberhasilan masyarakat Jawa: “Memayu hayuning bawana” dalam bidang budaya seni wayang
Masyarakat Jawa sejak dulu sampai sekarang, merasa diri bagian dari sistem dunia, hingga merasa wajib memayu hayuning bawana dalam bidang apapun termasuk budaya seni wayang, agar d...
THE CONFLUENCE BETWEEN ISLAM AND JAVANESE MYSTICISM IN THE AESTHETICS OF WAYANG PURWA: A RELIGIO-CULTURAL ACCULTURATION
THE CONFLUENCE BETWEEN ISLAM AND JAVANESE MYSTICISM IN THE AESTHETICS OF WAYANG PURWA: A RELIGIO-CULTURAL ACCULTURATION
This study is an attempt to investigate into the role of aesthetics as a medium for religio-cultural accommodation of others in the local; in this case the accommodation of Javanes...
STATEGI KOMUNIKASI DALAM MEPERTAHANKAN EKSISTENSI WAYANG KULIT PADA BERSIH DESA (Studi pada Ritual Bersih Desa di Desa Siraman Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar)
STATEGI KOMUNIKASI DALAM MEPERTAHANKAN EKSISTENSI WAYANG KULIT PADA BERSIH DESA (Studi pada Ritual Bersih Desa di Desa Siraman Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar)
Bersih Desa is a hereditary tradition in Javanese culture. Bersih Desa is a form of the union of humans with nature and a form of gratitude to the Creator, namely God Almighty. Cle...
INTERELASI PERBANDINGANANTARA VISUAL BIMA RELIEF CANDI SUKUHDENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTATWEEN VISUAL BIMA AT SUKUH TEMPLE RELIEF WITH BIMA FIGURES IN WAYANG KULIT OF YOGYAKARTA STYLEENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTA
INTERELASI PERBANDINGANANTARA VISUAL BIMA RELIEF CANDI SUKUHDENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTATWEEN VISUAL BIMA AT SUKUH TEMPLE RELIEF WITH BIMA FIGURES IN WAYANG KULIT OF YOGYAKARTA STYLEENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTA
Penelitian ini dilatarbelakangi dari asumsi bahwa Bima relief Candi Sukuh dan Bima wayang kulit gaya Yogyakarta memiliki kemiripan perwujudan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ia...
WAYANG WAHYU : HIBURAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
WAYANG WAHYU : HIBURAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
<p><em>The life of modern society offers a variety of entertainment media, so traditional entertainment such as wayang is no longer interesting. Some religious institut...
Wayang dalam Tari Sunda Gaya Priangan
Wayang dalam Tari Sunda Gaya Priangan
ABSTRACT This paper is a study on the potential  of puppet (wayang)  in the scope of Sundanese  culture of  Priangan subculture,  especially  dance.  Formerly  the term  ...
Iringan Karawitan Pergelaran Wayang Golek Menak Yogyakarta Versi Ki Sukarno
Iringan Karawitan Pergelaran Wayang Golek Menak Yogyakarta Versi Ki Sukarno
This article aims to describe the musical accompaniment in the Menak Sukarno Golek Golek performance by Ki Sukarno. Musicology analysis is done using karawitan to reveal the struct...

