Javascript must be enabled to continue!
PEMBUATAN BIOETANOL DARI SEKAM PADI DENGAN PROSES HIDROLISIS MENGGUNAKAN ENZIM SELULASE
View through CrossRef
Sekam padi merupakan limbah proses penggilingan padi dan mengandung lignoselulosa yang cukup tinggi sehingga memiliki potensi besar sebagai bahan baku sumber energi alternatif. Lignoselulosa pada sekam padi tersusun atas selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Karena kandungan selulosanya yang relatif tinggi yaitu 34,34-43,80%, maka bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi bioetanol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh konsentrasi sekam padi dan waktu fermentasi terhadap kadar dan yield bioetanol yang dihasilkan dan untuk mengetahui kondisi terbaik dari variabel yang diaplikasikan. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: sekam padi dikeringkan dan dikecilkan ukurannya sampai 60 mesh, selanjutnya dilakukan proses delignifikasi dengan NaOH 15% pada suhu 121oC selama 1 jam, kemudian dalam pembuatan bioetanol menggunakan metode Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF). Penelitian ini menggunakan enzim selulase 4% (b/b) dan yeast Saccharomyces cerevisiae 4% (b/v). Hasil bioetanol dengan metode SSF dianalisis kadar etanolnya menggunakan Gas Chromatography (GC). Dalam proses SSF, dilakukan variasi terhadap konsentrasi sekam padi 5, 7,5, 10, 12,5, dan 15% (b/v), serta fermentasi selama 4, 5 dan 6 hari. Hasil penelitian membuktikan bahwa konsentrasi sekam padi dari 5 sampaiĀ 10% kadar dan yield etanol mengalami kenaikan seiring dengan peningkatan lama waktu fermentasi. Namun, pada konsentrasi 12,5 dan 15% mengalami penurunan kadar dan yield etanol. Kondisi operasi terbaik dari variabel yang digunakan pada pembuatan bioetanol dengan melakukan fermentasi selama 6 hari dan menggunakan konsentrasi sekam padi sebanyak 7,5% (b/v) diperoleh kadar etanol yang dihasilkan mencapai 1,71% dan yield etanol sebesar 6,40%.
Politeknik Negeri Malang
Title: PEMBUATAN BIOETANOL DARI SEKAM PADI DENGAN PROSES HIDROLISIS MENGGUNAKAN ENZIM SELULASE
Description:
Sekam padi merupakan limbah proses penggilingan padi dan mengandung lignoselulosa yang cukup tinggi sehingga memiliki potensi besar sebagai bahan baku sumber energi alternatif.
Lignoselulosa pada sekam padi tersusun atas selulosa, hemiselulosa, dan lignin.
Karena kandungan selulosanya yang relatif tinggi yaitu 34,34-43,80%, maka bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi bioetanol.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh konsentrasi sekam padi dan waktu fermentasi terhadap kadar dan yield bioetanol yang dihasilkan dan untuk mengetahui kondisi terbaik dari variabel yang diaplikasikan.
Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: sekam padi dikeringkan dan dikecilkan ukurannya sampai 60 mesh, selanjutnya dilakukan proses delignifikasi dengan NaOH 15% pada suhu 121oC selama 1 jam, kemudian dalam pembuatan bioetanol menggunakan metode Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF).
Penelitian ini menggunakan enzim selulase 4% (b/b) dan yeast Saccharomyces cerevisiae 4% (b/v).
Hasil bioetanol dengan metode SSF dianalisis kadar etanolnya menggunakan Gas Chromatography (GC).
Dalam proses SSF, dilakukan variasi terhadap konsentrasi sekam padi 5, 7,5, 10, 12,5, dan 15% (b/v), serta fermentasi selama 4, 5 dan 6 hari.
Hasil penelitian membuktikan bahwa konsentrasi sekam padi dari 5 sampaiĀ 10% kadar dan yield etanol mengalami kenaikan seiring dengan peningkatan lama waktu fermentasi.
Namun, pada konsentrasi 12,5 dan 15% mengalami penurunan kadar dan yield etanol.
Kondisi operasi terbaik dari variabel yang digunakan pada pembuatan bioetanol dengan melakukan fermentasi selama 6 hari dan menggunakan konsentrasi sekam padi sebanyak 7,5% (b/v) diperoleh kadar etanol yang dihasilkan mencapai 1,71% dan yield etanol sebesar 6,40%.
Related Results
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI EDAMAME PADA PEMBERIAN BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK P DI TANAH GAMBUT
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI EDAMAME PADA PEMBERIAN BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK P DI TANAH GAMBUT
Tanaman edamame (Glycine max (L.) Merill) merupakan tanaman multiguna yang memiliki peluang cukup besar untuk dikembangkan di Indonesia. Optimalisasi lahan gambut untuk areal produ...
Produksi Crude Selulase dari Limbah Kayu Mahoni Menggunakan Phanerochaete chrysosporium
Produksi Crude Selulase dari Limbah Kayu Mahoni Menggunakan Phanerochaete chrysosporium
Limbah kayu mahoni dapat dikategorikan sebagai limbah lignoselulosa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biofuel, seperti bioetanol. Selulosa pada limbah kayu mahon...
ANALISIS KADAR BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR PULP KAKAO MENGGUNAKAN ADSORBEN ABU SEKAM PADI
ANALISIS KADAR BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR PULP KAKAO MENGGUNAKAN ADSORBEN ABU SEKAM PADI
Pencarian sumber- sumber energi alternatif terutama berasal dari tumbuhan multiguna yang berbasis lokal dan berkelanjutan terus digalakan. Salah satu bahan bakar nabati (BBN) yang ...
APLIKASI CRUDE ENZIM SELULASE DARI TONGKOL JAGUNG (Zea mays L) PADA PRODUKSI ETANOL DENGAN METODE SIMULTANEOUS SACCHARIFICATION AND FERMENTATION (SSF)
APLIKASI CRUDE ENZIM SELULASE DARI TONGKOL JAGUNG (Zea mays L) PADA PRODUKSI ETANOL DENGAN METODE SIMULTANEOUS SACCHARIFICATION AND FERMENTATION (SSF)
Tongkol jagung yang melimpah sebagai produk samping dari hasil pengolahan industri jagung pipilan, memberikan peluang untuk dimanfaatkan sebagai substrat dalam produksi crude enzim...
ANALISA PENGARUH PEMBENTUKAN BIOGAS TERHADAP PENCAMPURAN LIMBAH SEKAM PADI PADA KOTORAN SAPI
ANALISA PENGARUH PEMBENTUKAN BIOGAS TERHADAP PENCAMPURAN LIMBAH SEKAM PADI PADA KOTORAN SAPI
Biogas adalah salah satu jenis energi terbarukan yang diproduksi melalui proses anaerobic bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pencampuran limbah seka...
Edukasi dan Sosialisasi Pengolahan Limbah Sekam Padi Menjadi Bioadsorben dengan Metode Ramah Lingkungan
Edukasi dan Sosialisasi Pengolahan Limbah Sekam Padi Menjadi Bioadsorben dengan Metode Ramah Lingkungan
Cot Puklat merupakan suatu Desa di Mukim Meulayo Kabupaten Aceh Besar, yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani padi. Saat proses penggilingan padi, kulit padi akan t...
KARAKTERISASI BEBERAPA ION LOGAM TERHADAP AKTIVITAS ENZIM TRIPSIN
KARAKTERISASI BEBERAPA ION LOGAM TERHADAP AKTIVITAS ENZIM TRIPSIN
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum enzim tripsin dan mengetahui pengaruh penambahan ion logam Ag+ (dalam bentuk senyawa AgNO3), ion logam Cu2+ (dalam bentuk ...
ANALISIS USAHATANI PADI SAWAH VARIETAS LOKAL DAN VARIETAS UNGGUL DI KECAMATAN MARTAPURA BARAT, KABUPATEN BANJAR
ANALISIS USAHATANI PADI SAWAH VARIETAS LOKAL DAN VARIETAS UNGGUL DI KECAMATAN MARTAPURA BARAT, KABUPATEN BANJAR
Padi merupakan tanaman pertama yang hingga saat ini menjadi tanaman utama di dunia terutama di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangan. Di Kecamatan Martapura Barat tepatnya di D...

