Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS KADAR BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR PULP KAKAO MENGGUNAKAN ADSORBEN ABU SEKAM PADI
View through CrossRef
Pencarian sumber- sumber energi alternatif terutama berasal dari tumbuhan multiguna yang berbasis lokal dan berkelanjutan terus digalakan. Salah satu bahan bakar nabati (BBN) yang sangat prospektif dikembangkan di Indonesia adalah bioetanol, yaitu senyawa etanol yang dibuat dari tanaman yang mengandung komponen pati atau karbohidrat/gula seperti dari tanaman kakao. Salah satu komponen biji kakao adalah pulp yang mengandung glukosa 8-15% sehingga sangat potensial untuk dijadikan sebagai bahan baku pembuatan etanol melalui proses fermentasi yang selama ini jarang dimanfaatkan cairan lendir pulp yang dihasilkan dari proses fermentasi satu ton biji kakao dapat mencapai 75-100liter dengan bau yang tidak sedap, sehingga dapat mencemari lingkungan. Kadar bioetanol hasil fermentasi pulp kakao dipengaruhi oleh factor pH, kadar ragi, dan lama fermentasi. Sebelum fermentasi dilakukan terlebih dahulu dibuat starter dengan tujuan untuk mengaktifkan enzim. Pemisahan dan pemurnian etanol hasil fermentasi dapat ditingkatkan kadarnya dengan penambahan adsorben abu sekam padi. Abu sekam adi terlebih dahulu dicuci sampai bersih dan terakhir dicuci dengan aquades dan dipanaskan dalam oven pada suhu 1050C. Sampel pulp kakao hasil fermentasi yang mengandung etanol ditambahkan dengan abu sekam padi sebelum di destilasi. Destilat etanol yang diperoleh diukur kadarnya menggunakan Alcohol Meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu fermentasi dan kadar ragi mempengaruhi kadar bioetanol dari pulp kakao yang dihasilkan. Lama fermentasi optimal yang diperoleh adalah 6 hari dengan kadar bioetanol sebesar 4,73%. Kadar ragi optimal terhadap starter (berat starter adalah 1 % dari sampel pulp kakao yang difermntasi) diperoleh pada kondisi dengan perbandingan 1 gram ragi: 1% starter. Kadar bioetanol yang diperoleh dengan penambahan abu sekam padi menggalami peningkatan dari 5,06% menjadi 8,52%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penambahan abu sekam padi pada sampel pulp kakao hasil fermentasi yang menggandung bioetanol dapat ditingkatkan dengan penambahaan abu sekam padi.
Universitas PGRI Banyuwangi
Title: ANALISIS KADAR BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR PULP KAKAO MENGGUNAKAN ADSORBEN ABU SEKAM PADI
Description:
Pencarian sumber- sumber energi alternatif terutama berasal dari tumbuhan multiguna yang berbasis lokal dan berkelanjutan terus digalakan.
Salah satu bahan bakar nabati (BBN) yang sangat prospektif dikembangkan di Indonesia adalah bioetanol, yaitu senyawa etanol yang dibuat dari tanaman yang mengandung komponen pati atau karbohidrat/gula seperti dari tanaman kakao.
Salah satu komponen biji kakao adalah pulp yang mengandung glukosa 8-15% sehingga sangat potensial untuk dijadikan sebagai bahan baku pembuatan etanol melalui proses fermentasi yang selama ini jarang dimanfaatkan cairan lendir pulp yang dihasilkan dari proses fermentasi satu ton biji kakao dapat mencapai 75-100liter dengan bau yang tidak sedap, sehingga dapat mencemari lingkungan.
Kadar bioetanol hasil fermentasi pulp kakao dipengaruhi oleh factor pH, kadar ragi, dan lama fermentasi.
Sebelum fermentasi dilakukan terlebih dahulu dibuat starter dengan tujuan untuk mengaktifkan enzim.
Pemisahan dan pemurnian etanol hasil fermentasi dapat ditingkatkan kadarnya dengan penambahan adsorben abu sekam padi.
Abu sekam adi terlebih dahulu dicuci sampai bersih dan terakhir dicuci dengan aquades dan dipanaskan dalam oven pada suhu 1050C.
Sampel pulp kakao hasil fermentasi yang mengandung etanol ditambahkan dengan abu sekam padi sebelum di destilasi.
Destilat etanol yang diperoleh diukur kadarnya menggunakan Alcohol Meter.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu fermentasi dan kadar ragi mempengaruhi kadar bioetanol dari pulp kakao yang dihasilkan.
Lama fermentasi optimal yang diperoleh adalah 6 hari dengan kadar bioetanol sebesar 4,73%.
Kadar ragi optimal terhadap starter (berat starter adalah 1 % dari sampel pulp kakao yang difermntasi) diperoleh pada kondisi dengan perbandingan 1 gram ragi: 1% starter.
Kadar bioetanol yang diperoleh dengan penambahan abu sekam padi menggalami peningkatan dari 5,06% menjadi 8,52%.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penambahan abu sekam padi pada sampel pulp kakao hasil fermentasi yang menggandung bioetanol dapat ditingkatkan dengan penambahaan abu sekam padi.
Related Results
KEKUATAN PAVING BLOCK MENGGUNAKAN CAMPURAN ABU SEKAM PADI DAN KAPUR
KEKUATAN PAVING BLOCK MENGGUNAKAN CAMPURAN ABU SEKAM PADI DAN KAPUR
Abstrak : Paving block adalah suatu bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen, agregat dan air atau bahan lainnya. Paving block dapat digunakan untuk konstruksi jalan dan terg...
PEMBUATAN BIOETANOL DARI SEKAM PADI DENGAN PROSES HIDROLISIS MENGGUNAKAN ENZIM SELULASE
PEMBUATAN BIOETANOL DARI SEKAM PADI DENGAN PROSES HIDROLISIS MENGGUNAKAN ENZIM SELULASE
Sekam padi merupakan limbah proses penggilingan padi dan mengandung lignoselulosa yang cukup tinggi sehingga memiliki potensi besar sebagai bahan baku sumber energi alternatif. Lig...
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI EDAMAME PADA PEMBERIAN BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK P DI TANAH GAMBUT
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI EDAMAME PADA PEMBERIAN BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK P DI TANAH GAMBUT
Tanaman edamame (Glycine max (L.) Merill) merupakan tanaman multiguna yang memiliki peluang cukup besar untuk dikembangkan di Indonesia. Optimalisasi lahan gambut untuk areal produ...
KAJIAN ADSORPSI ION LOGAM Cr(VI) OLEH ADSORBEN KOMBINASI ARANG AKTIF SEKAM PADI DAN ZEOLIT MENGGUNAKAN METODE SOLID-PHASE SPECTROPHOTOMETRY (SPS)
KAJIAN ADSORPSI ION LOGAM Cr(VI) OLEH ADSORBEN KOMBINASI ARANG AKTIF SEKAM PADI DAN ZEOLIT MENGGUNAKAN METODE SOLID-PHASE SPECTROPHOTOMETRY (SPS)
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan kombinasi arang aktif sekam padi dan zeolit sebagai adsorben dalam mengadsorpsi ion logam Cr(VI) dan mempelajari pengaruh komposisi adso...
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
Indonesia merupakan penghasil kakao terbesar ketiga di dunia. Sebagian besar kakao diekspor keluar negeri. Maka pemerintah menerapkan peraturan yang membatasi ekspor kakao. Menurun...
Kualitas Dedak dari Berbagai Varietas Padi di Bengkulu Utara
Kualitas Dedak dari Berbagai Varietas Padi di Bengkulu Utara
ABSTRAKDedak padi merupakan limbah pengolahan padi menjadi beras dan kualitasnya bermacam-macam tergantung dari varietas padi. Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas dedak pad...
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH ABU SEKAM PADI DAN SUPERPLASTICIZER PADA MORTAR TERHADAP KUAT TEKAN
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH ABU SEKAM PADI DAN SUPERPLASTICIZER PADA MORTAR TERHADAP KUAT TEKAN
Limbah abu sekam padi merupakan limbah hasil pembakaran sekam padi yang mengandung senyawa terbesarnya adalah silika. Limbah abu sekam padi yang dicampur pada mortar tida...

