Javascript must be enabled to continue!
KARAKTERISASI BEBERAPA ION LOGAM TERHADAP AKTIVITAS ENZIM TRIPSIN
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum enzim tripsin dan mengetahui pengaruh penambahan ion logam Ag+ (dalam bentuk senyawa AgNO3), ion logam Cu2+ (dalam bentuk senyawa CuCl2), ion logam K+ (dalam bentuk senyawa KHPO4), dan ion logam Zn2+ (dalam bentuk senyawa ZnSO4) dalam berbagai variasi konsentrasi terhadap aktivitas enzim tripsin. dengan substrat kasein.Penelitian ini termasuk jenis eksperimen laboratorium dengan subjek penelitian enzim tripsin, sedangkan objeknya adalah aktivitas enzim tripsin pada penambahan beberapa ion dalam bentuk senyawa kimia dalam berbagai konsentrasi. Aktivitas enzim tripsin dengan substrat kasein ditentukan dengan metode Anson pada kondisi optimum (pH, suhu, waktu inkubasi). Analisis data secara deskriptif kualitatif, yaitu dengan mendeskripsikan pengaruh masing-masing ion pada berbagai konsentrasi terhadap aktivitas enzim tripsin dengan pembanding aktivitas enzim tripsin tanpa penambahan ion logam pada kondisi optimum.Hasil yang diperoleh menunjukkan aktivitas enzim tripsin dengan substrat kasein 10 mg/mL pada kondisi optimum (pH 8, 37°C, waktu inkubasi 20 menit) dengan penambahan ion logam Ag+ (dalam bentuk senyawa AgNO3) 0,002 M; 0,004 M; 0,006 M; dan 0,008 M berturut-turut sebesar 0,00085; 0,00025; 0,00075; dan 0,00010 unit aktivitas enzim. Aktivitas enzim tripsin dengan penambahan ion logam Cu2+ (dalam bentuk senyawa CuCl2) 0,002 M; 0,004 M; 0,006 M; 0,008 M, dan 0,01 M berturut-turut sebesar 0,00138; 0,00118; 0,0011; 0,00233, dan 0,0011 unit aktivitas enzim. Aktivitas enzim tripsin dengan penambahan ion logam Zn2+ (dalam bentuk senyawa ZnSO4) 0,002 M; 0,004 M; 0,006 M; 0,008 M, dan 0,01 M berturut-turut sebesar 0,0001; 0,00025; 0,0007; 0,000225, dan 0,000575 unit aktivitas enzim. Sedangkan aktivitas enzim tripsin dengan penambahan ion logam K+ (dalam bentuk senyawa KHPO4) 0,02 M; 0,04 M; 0,06 M; 0,08 M, dan 0,1 M berturut-turut sebesar 0,002867; 0,004233; 0,004533; 0,003, dan 0,0047 unit aktivitas enzim. Berdasarkan hasil penelitian terbukti secara empiris adanya kecenderungan ion logam Ag+ dan Cu2+ bersifat inhibitor dan ion logam Zn2+ dan K+ bersifat aktivator terhadap aktivitas enzim tripsin pada substrat kasein.
Title: KARAKTERISASI BEBERAPA ION LOGAM TERHADAP AKTIVITAS ENZIM TRIPSIN
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum enzim tripsin dan mengetahui pengaruh penambahan ion logam Ag+ (dalam bentuk senyawa AgNO3), ion logam Cu2+ (dalam bentuk senyawa CuCl2), ion logam K+ (dalam bentuk senyawa KHPO4), dan ion logam Zn2+ (dalam bentuk senyawa ZnSO4) dalam berbagai variasi konsentrasi terhadap aktivitas enzim tripsin.
dengan substrat kasein.
Penelitian ini termasuk jenis eksperimen laboratorium dengan subjek penelitian enzim tripsin, sedangkan objeknya adalah aktivitas enzim tripsin pada penambahan beberapa ion dalam bentuk senyawa kimia dalam berbagai konsentrasi.
Aktivitas enzim tripsin dengan substrat kasein ditentukan dengan metode Anson pada kondisi optimum (pH, suhu, waktu inkubasi).
Analisis data secara deskriptif kualitatif, yaitu dengan mendeskripsikan pengaruh masing-masing ion pada berbagai konsentrasi terhadap aktivitas enzim tripsin dengan pembanding aktivitas enzim tripsin tanpa penambahan ion logam pada kondisi optimum.
Hasil yang diperoleh menunjukkan aktivitas enzim tripsin dengan substrat kasein 10 mg/mL pada kondisi optimum (pH 8, 37°C, waktu inkubasi 20 menit) dengan penambahan ion logam Ag+ (dalam bentuk senyawa AgNO3) 0,002 M; 0,004 M; 0,006 M; dan 0,008 M berturut-turut sebesar 0,00085; 0,00025; 0,00075; dan 0,00010 unit aktivitas enzim.
Aktivitas enzim tripsin dengan penambahan ion logam Cu2+ (dalam bentuk senyawa CuCl2) 0,002 M; 0,004 M; 0,006 M; 0,008 M, dan 0,01 M berturut-turut sebesar 0,00138; 0,00118; 0,0011; 0,00233, dan 0,0011 unit aktivitas enzim.
Aktivitas enzim tripsin dengan penambahan ion logam Zn2+ (dalam bentuk senyawa ZnSO4) 0,002 M; 0,004 M; 0,006 M; 0,008 M, dan 0,01 M berturut-turut sebesar 0,0001; 0,00025; 0,0007; 0,000225, dan 0,000575 unit aktivitas enzim.
Sedangkan aktivitas enzim tripsin dengan penambahan ion logam K+ (dalam bentuk senyawa KHPO4) 0,02 M; 0,04 M; 0,06 M; 0,08 M, dan 0,1 M berturut-turut sebesar 0,002867; 0,004233; 0,004533; 0,003, dan 0,0047 unit aktivitas enzim.
Berdasarkan hasil penelitian terbukti secara empiris adanya kecenderungan ion logam Ag+ dan Cu2+ bersifat inhibitor dan ion logam Zn2+ dan K+ bersifat aktivator terhadap aktivitas enzim tripsin pada substrat kasein.
.
Related Results
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Telah dilakukan penelitian penentuan kandungan logam magnetik penyusun abu layang batubara. Abu layang merupakan material berupa serbuk halus yang dihasilkan dari pembakaran batuba...
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Termofililk Penghasil Enzim Protease Asal Sumber Air Panas Way Belerang, Lampung
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Termofililk Penghasil Enzim Protease Asal Sumber Air Panas Way Belerang, Lampung
Abstrak
Protease merupakan enzim yang menghidrolisis ikatan peptida pada protein. Enzim ini biasa dimanfaatkan dalam industri pangan, pertanian, medis hingga membantu dalam proses...
Kandungan Enzim Papain pada Pepaya (Carica papaya L) Terhadap Metabolisme Tubuh
Kandungan Enzim Papain pada Pepaya (Carica papaya L) Terhadap Metabolisme Tubuh
atau dalam sistem metabolisme. Pepaya mengandung enzim proteolitik atau enzim pemecah protein yang disebut dengan enzim papain. Enzim papin berfungsi memecah protein pada makanan m...
Production of Lipase Enzyme by Marine Actinobacteria With Various pH and Temperature
Production of Lipase Enzyme by Marine Actinobacteria With Various pH and Temperature
Abstract: The demand for enzymes as biocatalysts in industry is very high. Research and development of different types of enzymes from different sources has started. One very impor...
PENCEMARAN LOGAM BERAT PADA AIR SUNGAI ANDONG OLEH PENAMBANGAN EMAS TRADISIONAL DI JATIROTO, JAWA TENGAH
PENCEMARAN LOGAM BERAT PADA AIR SUNGAI ANDONG OLEH PENAMBANGAN EMAS TRADISIONAL DI JATIROTO, JAWA TENGAH
Pencemaran logam berat pada lingkungan perairan terutama sungai yang diakibatkan kegiatan pertambangan sudah banyak dijumpai. Penelitian ini berlokasi di Jatiroto, Wonogiri, Jawa T...
Uji Aktivitas Inhibitor Enzim Tirosinase Kombinasi Ekstrak Bunga Mawar (Rosa Damascena Mill) Dengan Fraksi Umbi Bengkuang (Pachyrizus Erosus)
Uji Aktivitas Inhibitor Enzim Tirosinase Kombinasi Ekstrak Bunga Mawar (Rosa Damascena Mill) Dengan Fraksi Umbi Bengkuang (Pachyrizus Erosus)
Enzim tirosinase adalah enzim yang bertanggung jawab atas terjadinya biosintesis melanin dalam pembentukan warna pigmen kulit dan penyebab hiperpigmentasi. Bunga mawar (Rosa damasc...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...

