Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pembuatan Kompos Dari Sampah Rumah Tangga dan Sampah Kota

View through CrossRef
Kompos adalah produk mikrobia yang mengubah bahan organik dan menghasilkan kompos dengan nisbah C/N yang rendah. Mengaktifkan kegiatan mikrobia untuk mempercepat proses dekomposisi bahan organik dikenal sebagai pengomposan. Di sana ada bakteri, jamur, dan jasad renik lainnya. Bahan baku kompos ini terdiri dari jerami, sampah kota, limbah pertanian, kotoran hewan dan ternak, serta sampah rumah tangga. Kompos membantu memperbaiki struktur tanah dan menyediakan zat makanan yang diperlukan tumbuhan. Dengan banyaknya bahan baku, terutama sampah perkotaan, dan teknologi pengomposan yang tepat, kompos adalah alternatif pengolahan limbah padat organik yang dapat digunakan di Indonesia. Proses pengomposan akan menghasilkan panas karena aktivitas mikroba, yang terkait erat dengan kelengasan. Kelembaban yang cukup, baik basah maupun kering, sangat memengaruhi aktivitas dan kehidupan mikrobia. Aerasi timbunan terkait erat dengan kelengasan. Bakteri yang terlalu anaerob mati atau terhambat pertumbuhannya karena aerasi. Disarankan agar temperatur tidak terlalu tinggi (60oC). Sebagian besar, proses pengomposan menghasilkan asam-asam organik, yang mengakibatkan penurunan pH, efek netralisasi kemasaman, dan neutralisasi kemasaman, yang sering dilakukan dengan membuat bahan pengapuran. Studi tentang limbah dari manajemen limbah di pusat pengelolaan limbah dan tempat penghapusan limbah dapat membantu mengurangi limbah ekonomi dan menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk pengurusan limbah, dengan demikian mempromosikan kesehatan masyarakat dan lingkungan.
Title: Pembuatan Kompos Dari Sampah Rumah Tangga dan Sampah Kota
Description:
Kompos adalah produk mikrobia yang mengubah bahan organik dan menghasilkan kompos dengan nisbah C/N yang rendah.
Mengaktifkan kegiatan mikrobia untuk mempercepat proses dekomposisi bahan organik dikenal sebagai pengomposan.
Di sana ada bakteri, jamur, dan jasad renik lainnya.
Bahan baku kompos ini terdiri dari jerami, sampah kota, limbah pertanian, kotoran hewan dan ternak, serta sampah rumah tangga.
Kompos membantu memperbaiki struktur tanah dan menyediakan zat makanan yang diperlukan tumbuhan.
Dengan banyaknya bahan baku, terutama sampah perkotaan, dan teknologi pengomposan yang tepat, kompos adalah alternatif pengolahan limbah padat organik yang dapat digunakan di Indonesia.
Proses pengomposan akan menghasilkan panas karena aktivitas mikroba, yang terkait erat dengan kelengasan.
Kelembaban yang cukup, baik basah maupun kering, sangat memengaruhi aktivitas dan kehidupan mikrobia.
Aerasi timbunan terkait erat dengan kelengasan.
Bakteri yang terlalu anaerob mati atau terhambat pertumbuhannya karena aerasi.
Disarankan agar temperatur tidak terlalu tinggi (60oC).
Sebagian besar, proses pengomposan menghasilkan asam-asam organik, yang mengakibatkan penurunan pH, efek netralisasi kemasaman, dan neutralisasi kemasaman, yang sering dilakukan dengan membuat bahan pengapuran.
Studi tentang limbah dari manajemen limbah di pusat pengelolaan limbah dan tempat penghapusan limbah dapat membantu mengurangi limbah ekonomi dan menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk pengurusan limbah, dengan demikian mempromosikan kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Related Results

SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
Pendahuluan: Badan Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Sejak Tahun 2009 mengembangkan program bank sampah sebagai salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Sub Bidang Daur Ulan...
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
The role of house worker is very important in our daily life. Developing of work frame fo house worker are more extend and complex as advance as the era. Kencana foundation is foun...
Kajian Kualitas Kompos Sampah Organik Rumah Tangga
Kajian Kualitas Kompos Sampah Organik Rumah Tangga
Berdasarkan Peraturan Pemerintah no 16 tahun 2005, tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum menggariskan kebijakan dalam pengolahan sampah dengan metode  yang ramah lingkun...
STUDI POLA PENGELOLAAN SAMPAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) RUMAH TANGGA DI KABUPATEN BANJAR
STUDI POLA PENGELOLAAN SAMPAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) RUMAH TANGGA DI KABUPATEN BANJAR
Pertumbuhan jumlah penduduk membuat aktivitas rumah tangga semakin tinggi yang berdampak pada jumlah timbulan dan komposisi sampah yang dihasilkan salah satunya adalah sampah B3 ru...
Penerapan Teknologi Pengomposan pada Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kabupaten Garut
Penerapan Teknologi Pengomposan pada Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kabupaten Garut
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menerapkan teknologi pengomposan dari sampah rumah tangga sehingga menghasilkan produk yang berguna berupa pupuk kompos. Keberhasilan penelitia...
Pelatihan Cara Mudah Mengolah Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik
Pelatihan Cara Mudah Mengolah Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik
Limbah rumah tangga masih menjadi sumber pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Sampah rumah tangga terdiri dari limbah organik dan anorganik.  Sampah organik bisa ...
ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI RSUD ADE MOEHAMMAD DJOEN KOTA SINTANG
ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI RSUD ADE MOEHAMMAD DJOEN KOTA SINTANG
ABSTRAK Permasalahan yang timbul di RSUD Ade M. Djoen Sintang yaitu ketersediaan sarana dan prasarana yang masih kurang dan penanganan pengelolaan sampah yang masih belum berjalan ...

Back to Top