Javascript must be enabled to continue!
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
View through CrossRef
Pendahuluan: Badan Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Sejak Tahun 2009 mengembangkan program bank sampah sebagai salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Sub Bidang Daur Ulang Sampah. Rangkaian kegiatan terdiri dari pelatihan pengolahan sampah, pendampingan pengolahan sampah mandiri, pameran produk daur ulang sampah, dan sosialisasi pengolahan sampah mandiri. Bank sampah binaan DLH Kota Yogyakarta berjumlah 294 dan program yang berjalan belum dillakukan monitoring dan evaluasi secara tersistematik. Penilaian terhadap pelaksanaan program yang dilakukan pada saat ini dilakukan dengan membuat lomba Bank Sampah, tetapi hal tersebut berdasarkan wawancara dengan Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup pada tanggal 17 September 2014 masih belum mendapatkan data detail sehingga bisa dibuat profil. Program bank sampah Kota Yogyakarta belum memiliki sistem monitoring dan evaluasi yang sistematis untuk mengetahui efektivitas program. Sistem monitoring dan evaluasi yang ada bersifat terpusat di DLH padahal tenaga dan sumber daya lainnya di DLH Kota Yogyakakarta sangat terbatas sehingga dibutuhkan terobosan untuk membuat sistem evaluasi dan monitoring yang berbasis pada masyarakat. Apabila sistem ini terbentuk makan akan memudahkan DLH dalam melakukan monitoring dan evaluasi program bank sampah Kota Yogyakarta ke depannya.Metode: Penelitian ini merupakan Policy Research bidang kebijakan pengelolaan sampah. Lokasi yang dipilih adalah 45 kelurahan di Kota Yogyakarta. Penelitian dilakukan pula di Badan Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta. Teknik sampling yang akan digunakan adalah teknik purposive sampling. Informan bagi penelitian ini adalah pengurus bank sampah di 45 kelurahan Kota Yogyakarta. Instrumen penelitian dalam penelitian ini menggunakan panduan wawancara dan check list. Analisis data dilakukan selama proses berlangsung (on going proces data analysis). Proses analisis dilakukan sejak pra-observasi, fase tindakan, dan pasca tindakan.Hasil: Jadwal pelayanan paling banyak dilakukan satu bulan sekali oleh 39 bank sampah. Pendidikan direktur bank sampah paling banyak lulusan SLTA yaitu sebanyak 45 orang. PKK berperan pada perkembangan keberhasilan kegiatan 56 bank sampah. Sebanyak 45 bank sampah melakukan sosialisasi minimal 1 kali per tiga bulan. Jumlah pengurus masing-masing bank sampah yaitu 3 orang sampai 16 orang. Sebanyak 52 bank sampah memiliki bangunan permanen. Umur bank sampah rata-rata 2 tahun, dan hanya 3 bank sampah yang usianya mencapai 5 tahun. Omset bank sampah yang didapatkan pada bulan April sampai Juni 2015 sebanyak Rp. 506.042, sedangkan rata-rata tertinggi diperoleh omset sebanyak Rp. 3.004.730. Keikutsertaan warga dalam bank sampah dalam kategori sedang, yaitu sebanyak 36 bank sampah. Nasabah aktif bank sampah masuk dalam kategori sedang, yaitu sebanyak 42 bank sampah. Sebanyak 52 bank sampah yang kondisi fisiknya dalam kriteria baik, Sebanyak 42 bank sampah, manajemen organisasi dalam kategori cukup baik. Pemberdayaan masayrakat dalam kategori cukup yaitu sebanyak 48 bank sampah. Sebanyak 43 bank sampah tidak mengelola kerajinan. Sebanyak 48 bank sampah tidak mengelola menjadi kompos. Sebanyak 63 bank sampah tidak mengelola sampah secara 3 R.Kesimpulan: Screening keberlangsungan bank sampah di Kota Yogyakarta menunjukan bahwa jadwal pelayanan nasabah, pendidikan pengurus, peran PKK, sosialisasi, jumlah pengelola, keberadaan bangunan di bank sampah Kota Yogyakarta belum sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri LH No. 13 Tahun 2012. Hasil monitoring kegiatan bank sampah Kota Yogyakarta menunjukkan bahwa omset dan keikutsertaan warga sebagai bukti kemajuan bank sampah rata-rata masih rendah dibandingkan dengan ketentuan Peraturan Menteri LH No. 13 Tahun 2012. Hasil evaluasi kegiatan bank sampah Kota Yogyakarta dengan melihat kondisi fisik, manajemen bank sampah, dan pemberdayaan masyarakat lebih dari 50% sudah dalam katagori cukup dan baik. Profiling kegiatan bank sampah Kota Yogyakarta meliputi kegiatan kerajinan, pengomposan, dan kegiatan 3R masih lebih dari 50% bank sampah di Kota Yogyakarta yang tidak melakukan.Â
Universitas Ahmad Dahlan
Title: SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
Description:
Pendahuluan: Badan Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Sejak Tahun 2009 mengembangkan program bank sampah sebagai salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Sub Bidang Daur Ulang Sampah.
Rangkaian kegiatan terdiri dari pelatihan pengolahan sampah, pendampingan pengolahan sampah mandiri, pameran produk daur ulang sampah, dan sosialisasi pengolahan sampah mandiri.
Bank sampah binaan DLH Kota Yogyakarta berjumlah 294 dan program yang berjalan belum dillakukan monitoring dan evaluasi secara tersistematik.
Penilaian terhadap pelaksanaan program yang dilakukan pada saat ini dilakukan dengan membuat lomba Bank Sampah, tetapi hal tersebut berdasarkan wawancara dengan Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup pada tanggal 17 September 2014 masih belum mendapatkan data detail sehingga bisa dibuat profil.
Program bank sampah Kota Yogyakarta belum memiliki sistem monitoring dan evaluasi yang sistematis untuk mengetahui efektivitas program.
Sistem monitoring dan evaluasi yang ada bersifat terpusat di DLH padahal tenaga dan sumber daya lainnya di DLH Kota Yogyakakarta sangat terbatas sehingga dibutuhkan terobosan untuk membuat sistem evaluasi dan monitoring yang berbasis pada masyarakat.
Apabila sistem ini terbentuk makan akan memudahkan DLH dalam melakukan monitoring dan evaluasi program bank sampah Kota Yogyakarta ke depannya.
Metode: Penelitian ini merupakan Policy Research bidang kebijakan pengelolaan sampah.
Lokasi yang dipilih adalah 45 kelurahan di Kota Yogyakarta.
Penelitian dilakukan pula di Badan Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta.
Teknik sampling yang akan digunakan adalah teknik purposive sampling.
Informan bagi penelitian ini adalah pengurus bank sampah di 45 kelurahan Kota Yogyakarta.
Instrumen penelitian dalam penelitian ini menggunakan panduan wawancara dan check list.
Analisis data dilakukan selama proses berlangsung (on going proces data analysis).
Proses analisis dilakukan sejak pra-observasi, fase tindakan, dan pasca tindakan.
Hasil: Jadwal pelayanan paling banyak dilakukan satu bulan sekali oleh 39 bank sampah.
Pendidikan direktur bank sampah paling banyak lulusan SLTA yaitu sebanyak 45 orang.
PKK berperan pada perkembangan keberhasilan kegiatan 56 bank sampah.
Sebanyak 45 bank sampah melakukan sosialisasi minimal 1 kali per tiga bulan.
Jumlah pengurus masing-masing bank sampah yaitu 3 orang sampai 16 orang.
Sebanyak 52 bank sampah memiliki bangunan permanen.
Umur bank sampah rata-rata 2 tahun, dan hanya 3 bank sampah yang usianya mencapai 5 tahun.
Omset bank sampah yang didapatkan pada bulan April sampai Juni 2015 sebanyak Rp.
506.
042, sedangkan rata-rata tertinggi diperoleh omset sebanyak Rp.
3.
004.
730.
Keikutsertaan warga dalam bank sampah dalam kategori sedang, yaitu sebanyak 36 bank sampah.
Nasabah aktif bank sampah masuk dalam kategori sedang, yaitu sebanyak 42 bank sampah.
Sebanyak 52 bank sampah yang kondisi fisiknya dalam kriteria baik, Sebanyak 42 bank sampah, manajemen organisasi dalam kategori cukup baik.
Pemberdayaan masayrakat dalam kategori cukup yaitu sebanyak 48 bank sampah.
Sebanyak 43 bank sampah tidak mengelola kerajinan.
Sebanyak 48 bank sampah tidak mengelola menjadi kompos.
Sebanyak 63 bank sampah tidak mengelola sampah secara 3 R.
Kesimpulan: Screening keberlangsungan bank sampah di Kota Yogyakarta menunjukan bahwa jadwal pelayanan nasabah, pendidikan pengurus, peran PKK, sosialisasi, jumlah pengelola, keberadaan bangunan di bank sampah Kota Yogyakarta belum sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri LH No.
13 Tahun 2012.
Hasil monitoring kegiatan bank sampah Kota Yogyakarta menunjukkan bahwa omset dan keikutsertaan warga sebagai bukti kemajuan bank sampah rata-rata masih rendah dibandingkan dengan ketentuan Peraturan Menteri LH No.
13 Tahun 2012.
Hasil evaluasi kegiatan bank sampah Kota Yogyakarta dengan melihat kondisi fisik, manajemen bank sampah, dan pemberdayaan masyarakat lebih dari 50% sudah dalam katagori cukup dan baik.
Profiling kegiatan bank sampah Kota Yogyakarta meliputi kegiatan kerajinan, pengomposan, dan kegiatan 3R masih lebih dari 50% bank sampah di Kota Yogyakarta yang tidak melakukan.
 .
Related Results
EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
ABSTRAK
Sampah selalu menjadi masalah sulit bagi masyarakat yang tidak peduli dengan lingkungan. Ketika orang tidak menjaga kebersihan, mereka dapat meninggalkan timbunan sa...
ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI RSUD ADE MOEHAMMAD DJOEN KOTA SINTANG
ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI RSUD ADE MOEHAMMAD DJOEN KOTA SINTANG
ABSTRAK Permasalahan yang timbul di RSUD Ade M. Djoen Sintang yaitu ketersediaan sarana dan prasarana yang masih kurang dan penanganan pengelolaan sampah yang masih belum berjalan ...
Pengolahan Sampah Organik Menjadi Eco-Enzyme Dan Budidaya Maggot (Larva Black Soldier Fly) Di Bank Sampah Tulungagung
Pengolahan Sampah Organik Menjadi Eco-Enzyme Dan Budidaya Maggot (Larva Black Soldier Fly) Di Bank Sampah Tulungagung
Sampah menjadi permasalahan yang sangat serius di lingkungan seiring dengan meningkatnya jumlah populasi manusia. Meningkatnya volume sampah menjadikan sampah harus dikelola dengan...
ANALISIS PROGRAM BANK SAMPAH TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DI TINJAU DARI HUKUM EKONOMI SYARIAH DI KELURAHAN EKAJAYA KOTA JAMBI
ANALISIS PROGRAM BANK SAMPAH TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DI TINJAU DARI HUKUM EKONOMI SYARIAH DI KELURAHAN EKAJAYA KOTA JAMBI
Salah satu upaya yang dapat menangani persoalan tersebut adalah dengan memanfaatkan kembali sampah yang dapat dijadikan nilai tambah ekonomi serta manfaat bagi masyarakat. Bank Sam...
INISIASI PEMBENTUKAN BANK SAMPAH DI JETIS TARUBASAN KARANGANOM KLATEN
INISIASI PEMBENTUKAN BANK SAMPAH DI JETIS TARUBASAN KARANGANOM KLATEN
Rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah serta anggapan bahwa sampah tidak mempunyai nilai ekonomi menjadi permasalahan utama di lingkungan PKK RW ...
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA SUKAMENAK
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA SUKAMENAK
Abstrak. Volume sampah di kota Bandung meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. TPA sudah tidak dapat menampung lebih banyak lagi, akibatnya sampah meluap dan berser...
EFEKTIVITAS PROGRAM BANK SAMPAH DALAM PENGELOLAAN SAMPAH (STUDI KASUS: BANK SAMPAH SENYUM MANDIRI, KELURAHAN NEGLASARI, KOTA BANDUNG)
EFEKTIVITAS PROGRAM BANK SAMPAH DALAM PENGELOLAAN SAMPAH (STUDI KASUS: BANK SAMPAH SENYUM MANDIRI, KELURAHAN NEGLASARI, KOTA BANDUNG)
Program bank sampah merupakan salah satu upaya dalam pengelolaan sampah yang melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif, teruatama dalam hal pemilahan sampah. Keberadaan bank s...
EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH SEKAR MULYA DI DESA MULYODADI, KECAMATAN WONOAYU, KABUPATEN SIDOARJO
EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH SEKAR MULYA DI DESA MULYODADI, KECAMATAN WONOAYU, KABUPATEN SIDOARJO
Program Bank Sampah Sekar Mulya merupakan program yang didirikan oleh warga desa agar memiliki keterampilan dalam mengolah sampah. Penelitian menggunakan metode kualitatif yang ber...

