Javascript must be enabled to continue!
Penilaian Resiko Kesehatan Lingkungan-EHRA (Fasilitas dan Perilaku Warga Perumahan Karanglo Indah) Terhadap Sampah Rumah Tangga
View through CrossRef
Perumahan Karanglo Indah, Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing, Malang, Jawa Timur adalah salah satu perumahan menengah dengan beberapa masalah terkait dengan layanan sampah yaitu: 1) frekuensi pengambilan oleh petugas dari rumah ke rumah belum terpenuhi, 2) timbunan sampah yang tidak rutin diambil pada TPS menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu, terlebih efek samping pada musim penghujan berupa bau, air sampah , lalat dan belatung semakin meningkat, 3) terjadi gunungan sampah karena timbunan sampah tidak diangkut menuju TPA pusat, 4) setiap rumah tangga sering membuang sendiri sampah ke TPS, 5) belum adanya kesadaran pemilahan sampah rumah. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan pemetaan hasil analisis penilaian resiko (EHRA) dalam bentuk persentase terkait fasilitas (layanan pembuangan-pengumpulan sampah) dan perilaku sanitasi (pemilahan sampah) terhadap sampah warga perumahan. Metode penelitian yang dilakukan adalah sosialisasi, survei dan wawancara kepada warga RW IV (RT 01 - RT 07) dan RW X (RT 04 dan RT 06).Terdapat + 26 blok, blok A – blok FF, populasi sekitar 364 KK dan ditetapkan 96 KK sebagai sampel. Analisis data kuisioner menggunakan program bantu Excel dan SPSS. Analisis awal adalah reliabilitas dan validitas kuisioner. Analisis lanjutan berupa persentase hasil análisis EHRA berdasar rekapitulasi kuisioner. Hasil analisis penilaian resiko (EHRA) terkait fasilitas yaitu cara utama pembuangan sampah adalah 51,04% warga membuang sendiri ke TPS, frukuensi pengangkutan sampah 39,58% dilakukan sekali dalam seminggu, pengangkutan sampah 50% menyatakan bahwa kadang sampah diangkut kadang tidak meski 95,83% warga membayar iuran sampah (1 x dalam sebulan). Untuk perilaku sanitasi tentang sampah berupa pemisahan sampah sebelum dibuang (organik,sampah basah, dapur & logam, gelas, plastik), 64,58% menyatakan memilah sampah sebelum dibuang dengan pertimbangan supaya bersih (72,92%). Kesimpulan penelitian yaitu fasilitas dan perilaku sanitasi warga tentang sampah masih beresiko terhadap kesehatan, warga masih kurang sadar dan peduli tentang sanitasi sampah dan pemilahannya.Kata kunci: fasilitas (layanan pembuangan-pengumpulan sampah); perilaku sanitasi (pemilahan sampah); EHRA ABSTRACTKaranglo Indah Residential, Balearjosari Village, Blimbing Subdistrict, Malang, East Java is one of the middle residential with several problems related to waste services, namely: 1) the frequency of officers taking home-to-home has not been fulfilled, 2) landfills that irregular taken at laystall causes unpleasant odors and disturbances, especially the side effects in the rainy season in the form of odors, garbage water, flies and maggots are increasing, 3) there is a mountain of garbage because the landfill is not transported to the central landfill, 4) each household often throws garbage into laystall by own, 5) there is no awareness of sorting home waste. The research purpose was to obtain a map as analysis results of the risk assessment (EHRA) in the form of percentages related to facilities (garbage collection-collection services) and sanitation behavior (waste sorting) towards residential waste. The research method that used was socialization, surveys and interviews to residents of RW IV (RT 01 - RT 07) and RW X (RT 04 and RT 06). There were + 26 blocks, block A - block FF, a population of around 364 households and 96 households as a sample. Questionnaire data analysis using Excel and SPSS as assistance programs. The initial analysis is the reliability and validity of the questionnaire. Further analysis in the form of percentage of EHRA analysis results based on questionnaire recapitulation. Results of the risk assessment analysis (EHRA) related to facilities as the main method of waste disposal was 51.04% of residents throw the disposal by their own to the laystall station, the frequency of transporting waste was 39.58% done once a week, for garbage transport 50% stated that sometimes garbage was transported, sometimes it was not, even 95.83% of residents pay garbage fees (each month). For sanitation behavior about waste in the form of waste separation before being disposal (organic, wet waste, kitchen & metal, glass, plastic), 64.58% stated that they sorting the waste before being disposed in consideration of being clean (72.92%). The research conclusion for sanitation facilities and behavior of residents about waste were still at risk against to health, people were still less aware and lack of care about waste sanitation and sorting.
Title: Penilaian Resiko Kesehatan Lingkungan-EHRA (Fasilitas dan Perilaku Warga Perumahan Karanglo Indah) Terhadap Sampah Rumah Tangga
Description:
Perumahan Karanglo Indah, Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing, Malang, Jawa Timur adalah salah satu perumahan menengah dengan beberapa masalah terkait dengan layanan sampah yaitu: 1) frekuensi pengambilan oleh petugas dari rumah ke rumah belum terpenuhi, 2) timbunan sampah yang tidak rutin diambil pada TPS menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu, terlebih efek samping pada musim penghujan berupa bau, air sampah , lalat dan belatung semakin meningkat, 3) terjadi gunungan sampah karena timbunan sampah tidak diangkut menuju TPA pusat, 4) setiap rumah tangga sering membuang sendiri sampah ke TPS, 5) belum adanya kesadaran pemilahan sampah rumah.
Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan pemetaan hasil analisis penilaian resiko (EHRA) dalam bentuk persentase terkait fasilitas (layanan pembuangan-pengumpulan sampah) dan perilaku sanitasi (pemilahan sampah) terhadap sampah warga perumahan.
Metode penelitian yang dilakukan adalah sosialisasi, survei dan wawancara kepada warga RW IV (RT 01 - RT 07) dan RW X (RT 04 dan RT 06).
Terdapat + 26 blok, blok A – blok FF, populasi sekitar 364 KK dan ditetapkan 96 KK sebagai sampel.
Analisis data kuisioner menggunakan program bantu Excel dan SPSS.
Analisis awal adalah reliabilitas dan validitas kuisioner.
Analisis lanjutan berupa persentase hasil análisis EHRA berdasar rekapitulasi kuisioner.
Hasil analisis penilaian resiko (EHRA) terkait fasilitas yaitu cara utama pembuangan sampah adalah 51,04% warga membuang sendiri ke TPS, frukuensi pengangkutan sampah 39,58% dilakukan sekali dalam seminggu, pengangkutan sampah 50% menyatakan bahwa kadang sampah diangkut kadang tidak meski 95,83% warga membayar iuran sampah (1 x dalam sebulan).
Untuk perilaku sanitasi tentang sampah berupa pemisahan sampah sebelum dibuang (organik,sampah basah, dapur & logam, gelas, plastik), 64,58% menyatakan memilah sampah sebelum dibuang dengan pertimbangan supaya bersih (72,92%).
Kesimpulan penelitian yaitu fasilitas dan perilaku sanitasi warga tentang sampah masih beresiko terhadap kesehatan, warga masih kurang sadar dan peduli tentang sanitasi sampah dan pemilahannya.
Kata kunci: fasilitas (layanan pembuangan-pengumpulan sampah); perilaku sanitasi (pemilahan sampah); EHRA ABSTRACTKaranglo Indah Residential, Balearjosari Village, Blimbing Subdistrict, Malang, East Java is one of the middle residential with several problems related to waste services, namely: 1) the frequency of officers taking home-to-home has not been fulfilled, 2) landfills that irregular taken at laystall causes unpleasant odors and disturbances, especially the side effects in the rainy season in the form of odors, garbage water, flies and maggots are increasing, 3) there is a mountain of garbage because the landfill is not transported to the central landfill, 4) each household often throws garbage into laystall by own, 5) there is no awareness of sorting home waste.
The research purpose was to obtain a map as analysis results of the risk assessment (EHRA) in the form of percentages related to facilities (garbage collection-collection services) and sanitation behavior (waste sorting) towards residential waste.
The research method that used was socialization, surveys and interviews to residents of RW IV (RT 01 - RT 07) and RW X (RT 04 and RT 06).
There were + 26 blocks, block A - block FF, a population of around 364 households and 96 households as a sample.
Questionnaire data analysis using Excel and SPSS as assistance programs.
The initial analysis is the reliability and validity of the questionnaire.
Further analysis in the form of percentage of EHRA analysis results based on questionnaire recapitulation.
Results of the risk assessment analysis (EHRA) related to facilities as the main method of waste disposal was 51.
04% of residents throw the disposal by their own to the laystall station, the frequency of transporting waste was 39.
58% done once a week, for garbage transport 50% stated that sometimes garbage was transported, sometimes it was not, even 95.
83% of residents pay garbage fees (each month).
For sanitation behavior about waste in the form of waste separation before being disposal (organic, wet waste, kitchen & metal, glass, plastic), 64.
58% stated that they sorting the waste before being disposed in consideration of being clean (72.
92%).
The research conclusion for sanitation facilities and behavior of residents about waste were still at risk against to health, people were still less aware and lack of care about waste sanitation and sorting.
Related Results
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
Pendahuluan: Badan Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Sejak Tahun 2009 mengembangkan program bank sampah sebagai salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Sub Bidang Daur Ulan...
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
The role of house worker is very important in our daily life. Developing of work frame fo house worker are more extend and complex as advance as the era. Kencana foundation is foun...
ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI RSUD ADE MOEHAMMAD DJOEN KOTA SINTANG
ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI RSUD ADE MOEHAMMAD DJOEN KOTA SINTANG
ABSTRAK Permasalahan yang timbul di RSUD Ade M. Djoen Sintang yaitu ketersediaan sarana dan prasarana yang masih kurang dan penanganan pengelolaan sampah yang masih belum berjalan ...
STUDI POLA PENGELOLAAN SAMPAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) RUMAH TANGGA DI KABUPATEN BANJAR
STUDI POLA PENGELOLAAN SAMPAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) RUMAH TANGGA DI KABUPATEN BANJAR
Pertumbuhan jumlah penduduk membuat aktivitas rumah tangga semakin tinggi yang berdampak pada jumlah timbulan dan komposisi sampah yang dihasilkan salah satunya adalah sampah B3 ru...
Pelatihan Memilah Sampah Organik dan Anorganik di Pondok Padalarang Indah
Pelatihan Memilah Sampah Organik dan Anorganik di Pondok Padalarang Indah
Tumpukan sampah di Pondok Padalarang Indah menimbulkan masalah rumit bagi warga sekitarnya berupa polusi lingkungan, seperti polusi tanah, air, dan udara. Penumpukan sampah bisa di...
Krisis Sampah Rumah Tangga Menyebabkan Pencemaran Lingkungan Desa Kalialang Kecamatan Kalibawang
Krisis Sampah Rumah Tangga Menyebabkan Pencemaran Lingkungan Desa Kalialang Kecamatan Kalibawang
Sampah di Indonesia merupakan masalah yang tidak kunjung terselesaikan. Timbulan sampah dari waktu ke waktu masih fluktuatif jumlahnya. Pembuangan sampah rumah tangga sembarangan j...
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
ABSTRAK
Kasus keterlambatan rujukan merupakan salah satu permasalahan utama terjadinya kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kematian ibu dan bayi dapat diakibatkan pelayanan d...

