Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI RSUD ADE MOEHAMMAD DJOEN KOTA SINTANG

View through CrossRef
ABSTRAK Permasalahan yang timbul di RSUD Ade M. Djoen Sintang yaitu ketersediaan sarana dan prasarana yang masih kurang dan penanganan pengelolaan sampah yang masih belum berjalan dengan baik. Terkendala pada operasional pengolahan sampah mengakibatkan penumpukan sampah medis maupun nonmedis di RSUD Ade M. Djoen Sintang, yang seharusnya dikelola dan di lakukan pengolahan setiap harinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk identifikasi dan menganalisa pengelolaan persampahan terutama aspek teknis operasional, memberikan rekomendasi terhadap pengelolaan persampahan. Pengambilan data primer dilakukan dengan cara sampling timbulan dan menentukan komposisi sampah. Sampling dilakukan dengan metode SNI 19-3964-1994. Ketersediaan wadah yang ada sebanyak 25 wadah sampah medis dan 25 wadah sampah nonmedis, total wadah sebanyak 50 wadah sampah. Dengan kondisi demikian perlu dilakukan penambahan wadah sampah dikarenakan wadah yang tersedia masih belum cukup untuk menampung sampah yang dihasilkan dari aktifitas kesehariannya di rumah sakit tersebut. Penambahan wadah sesuai perhitungan selama pengamatan berlangsung dengan kondisi tempat tidur pasien tidak penuh diperlukan sebanyak 13 wadah sampah medis dan 13 wadah sampah nonmedis. Dibandingkan dengan standar WHO, rata-rata rumah sakit menghasilkan sampah sebanyak 3,2 kg/bed/hari, dengan menggunakan kapasitas wadah medis dan nonmedis sebesar 60 liter , rumah sakit Ade M. Djoen memerlukan wadah sampah  sebanyak 176 wadah sampah medis dan 176 wadah sampah nonmedis dalam kondisi tempat tidur pasien terisi penuh. Untuk pengangkutan sampah nonmedis menggunakan troli dengan kapasitas 1,5 m³, sedangkan sampah medis diangkut secara manual. Rekomendasi diantaranya menambah fasilitas pendukung diantaranya troli pengangkut sampah, wadah sampah dan memberi penamaan/label pada masing-masing wadah sampah, memperhatikan pelaksanaan pengelolaan sampah dan memberi pelatihan dan pengetahuan lebih tentang pengelolaan sampah rumah sakit sesuai regulasi yang berkaitan diantaranya Permenkes R.I Nomor 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit, Peraturan Pemerintah R.I no.18 Tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3.   Kata kunci : Pengelolaan sampah rumah sakit, Teknis operasional pengelolaan sampah, Sampah medis dan nonmedis.
Title: ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI RSUD ADE MOEHAMMAD DJOEN KOTA SINTANG
Description:
ABSTRAK Permasalahan yang timbul di RSUD Ade M.
Djoen Sintang yaitu ketersediaan sarana dan prasarana yang masih kurang dan penanganan pengelolaan sampah yang masih belum berjalan dengan baik.
Terkendala pada operasional pengolahan sampah mengakibatkan penumpukan sampah medis maupun nonmedis di RSUD Ade M.
Djoen Sintang, yang seharusnya dikelola dan di lakukan pengolahan setiap harinya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk identifikasi dan menganalisa pengelolaan persampahan terutama aspek teknis operasional, memberikan rekomendasi terhadap pengelolaan persampahan.
Pengambilan data primer dilakukan dengan cara sampling timbulan dan menentukan komposisi sampah.
Sampling dilakukan dengan metode SNI 19-3964-1994.
Ketersediaan wadah yang ada sebanyak 25 wadah sampah medis dan 25 wadah sampah nonmedis, total wadah sebanyak 50 wadah sampah.
Dengan kondisi demikian perlu dilakukan penambahan wadah sampah dikarenakan wadah yang tersedia masih belum cukup untuk menampung sampah yang dihasilkan dari aktifitas kesehariannya di rumah sakit tersebut.
Penambahan wadah sesuai perhitungan selama pengamatan berlangsung dengan kondisi tempat tidur pasien tidak penuh diperlukan sebanyak 13 wadah sampah medis dan 13 wadah sampah nonmedis.
Dibandingkan dengan standar WHO, rata-rata rumah sakit menghasilkan sampah sebanyak 3,2 kg/bed/hari, dengan menggunakan kapasitas wadah medis dan nonmedis sebesar 60 liter , rumah sakit Ade M.
Djoen memerlukan wadah sampah  sebanyak 176 wadah sampah medis dan 176 wadah sampah nonmedis dalam kondisi tempat tidur pasien terisi penuh.
Untuk pengangkutan sampah nonmedis menggunakan troli dengan kapasitas 1,5 m³, sedangkan sampah medis diangkut secara manual.
Rekomendasi diantaranya menambah fasilitas pendukung diantaranya troli pengangkut sampah, wadah sampah dan memberi penamaan/label pada masing-masing wadah sampah, memperhatikan pelaksanaan pengelolaan sampah dan memberi pelatihan dan pengetahuan lebih tentang pengelolaan sampah rumah sakit sesuai regulasi yang berkaitan diantaranya Permenkes R.
I Nomor 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit, Peraturan Pemerintah R.
I no.
18 Tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3.
  Kata kunci : Pengelolaan sampah rumah sakit, Teknis operasional pengelolaan sampah, Sampah medis dan nonmedis.

Related Results

SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
Pendahuluan: Badan Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Sejak Tahun 2009 mengembangkan program bank sampah sebagai salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Sub Bidang Daur Ulan...
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
<p>ABSTRACT<br />Sintang’s Dayak ikat weaving, which is one of the cultural artifacts of Sintang District, West Kalimantan, is used by indigenous peoples (Dayak tribes)...
SEJARAH KOTA SINTANG DARI 1822 –1900-an
SEJARAH KOTA SINTANG DARI 1822 –1900-an
Abstrak: Penelitian ini bertujuan membahas sejarah Sintang dari tahun 1822 – 1900-an yang dibagi dalam empat periode yaitu Kerajaan Sintang, Sintang pada masa Kolonial Belanda dan ...
EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
ABSTRAK Sampah selalu menjadi masalah sulit bagi masyarakat yang tidak peduli dengan lingkungan. Ketika orang tidak menjaga kebersihan, mereka dapat meninggalkan timbunan sa...
Kajian Penerapan Sistem Pengelolaan Sampah dengan Pendekatan Metode 3R di Kabupaten Padang Pariaman
Kajian Penerapan Sistem Pengelolaan Sampah dengan Pendekatan Metode 3R di Kabupaten Padang Pariaman
 This study aims to determine the existing conditions of solid waste management in Padang Pariaman Regency and the problems faced, as well as to assess the potential of implementi...
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 10/ 2010 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH (STUDI KASUS DI KOTA MALANG)
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 10/ 2010 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH (STUDI KASUS DI KOTA MALANG)
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 mengamanatkan perlunya perubahan paradigma yang mendasar dalam pengelola...
Determinan Perilaku Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Desa Jelegong Kabupaten Bandung
Determinan Perilaku Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Desa Jelegong Kabupaten Bandung
Sampah merupakan sisa aktivitas manusia dan/atau proses alam dengan timbulan sampah berbentuk padat sehingga perlu dikelola lebih lanjut. Laju timbulan sampah terus meningkat seiri...
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA SUKAMENAK
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA SUKAMENAK
Abstrak.  Volume sampah di kota Bandung meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk.  TPA sudah tidak dapat menampung lebih banyak lagi, akibatnya sampah meluap dan berser...

Back to Top