Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SEJARAH KOTA SINTANG DARI 1822 –1900-an

View through CrossRef
Abstrak: Penelitian ini bertujuan membahas sejarah Sintang dari tahun 1822 – 1900-an yang dibagi dalam empat periode yaitu Kerajaan Sintang, Sintang pada masa Kolonial Belanda dan Jepang, Sintang pada Abad 19, dan Sintang pada Abad 20. Metode penelitiannya menggunakan metode sejarah yang terdiri dari pengumpulan sumber (heuristik), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi atau penulisan sejarah. Hasil dari penelitian ini adalah Sintang merupakan bagian dari wilayah Kalimantan Barat yang terletak di bagian hulu Sungai Kapuas. Sejak masa Kerajaan Sintang sampai masuknya Belanda dan Jepang, Sintang memiliki sejarah yang panjang. Pemerintahan, perekonomian, serta pemukiman di Sintang tidak lepas dari peran penting Sungai Kapuas dan Sungai Melawi. Tempat pertemuan antara kedua sungai tersebut menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian berkembang karena letaknya yang strategis. Selain itu juga sebagai pusat pertahanan karena dapat memantau kapal keluar masuk dari dari daerah hulu. Kerajaan Sintang, Pemerintahan Belanda, dan kawasan perekonomian etnis Tionghoa berkembang di daerah tersebut. Perkembangan perekonomian dan pemerintahan inilah yang membuat masyarakat memilih untuk menetap dan membuka pemukiman tidak jauh dari tempat tersebut serta mempengaruhi pada periode-periode selanjutnya.Abstract:  This study aims to discuss the history of Sintang from 1822-the 1900s, which is divided into four periods, namely the Sintang Kingdom, Sintang during the Dutch and Japanese Colonial times, Sintang in the 19th Century, and Sintang in the 20th Century. The research method uses historical methods consisting of collecting sources (heuristics), source criticism, interpretation, and historiography or historical writing. The results of this study are that Sintang is part of the West Kalimantan region, which is located in the upper part of the Kapuas River. From the time of the Sintang Kingdom until the entry of the Netherlands and Japan, Sintang has a long history. The government, economy, and settlements in Sintang cannot be separated from the vital role of the Kapuas River and Melawi River. The meeting place between the two rivers becomes the centre of government and the growing economy because of its strategic location. In addition, it is also a defence centre because it can monitor ships in and out of the upstream area. The Sintang Kingdom, the Dutch Government, and the ethnic Chinese economic zone developed in the area. The development of the economy and government made people choose to settle and open settlements not far from the place and affected the following periods.
Universitas Muhammadiyah Mataram
Title: SEJARAH KOTA SINTANG DARI 1822 –1900-an
Description:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan membahas sejarah Sintang dari tahun 1822 – 1900-an yang dibagi dalam empat periode yaitu Kerajaan Sintang, Sintang pada masa Kolonial Belanda dan Jepang, Sintang pada Abad 19, dan Sintang pada Abad 20.
Metode penelitiannya menggunakan metode sejarah yang terdiri dari pengumpulan sumber (heuristik), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi atau penulisan sejarah.
Hasil dari penelitian ini adalah Sintang merupakan bagian dari wilayah Kalimantan Barat yang terletak di bagian hulu Sungai Kapuas.
Sejak masa Kerajaan Sintang sampai masuknya Belanda dan Jepang, Sintang memiliki sejarah yang panjang.
Pemerintahan, perekonomian, serta pemukiman di Sintang tidak lepas dari peran penting Sungai Kapuas dan Sungai Melawi.
Tempat pertemuan antara kedua sungai tersebut menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian berkembang karena letaknya yang strategis.
Selain itu juga sebagai pusat pertahanan karena dapat memantau kapal keluar masuk dari dari daerah hulu.
Kerajaan Sintang, Pemerintahan Belanda, dan kawasan perekonomian etnis Tionghoa berkembang di daerah tersebut.
Perkembangan perekonomian dan pemerintahan inilah yang membuat masyarakat memilih untuk menetap dan membuka pemukiman tidak jauh dari tempat tersebut serta mempengaruhi pada periode-periode selanjutnya.
Abstract:  This study aims to discuss the history of Sintang from 1822-the 1900s, which is divided into four periods, namely the Sintang Kingdom, Sintang during the Dutch and Japanese Colonial times, Sintang in the 19th Century, and Sintang in the 20th Century.
The research method uses historical methods consisting of collecting sources (heuristics), source criticism, interpretation, and historiography or historical writing.
The results of this study are that Sintang is part of the West Kalimantan region, which is located in the upper part of the Kapuas River.
From the time of the Sintang Kingdom until the entry of the Netherlands and Japan, Sintang has a long history.
The government, economy, and settlements in Sintang cannot be separated from the vital role of the Kapuas River and Melawi River.
The meeting place between the two rivers becomes the centre of government and the growing economy because of its strategic location.
In addition, it is also a defence centre because it can monitor ships in and out of the upstream area.
The Sintang Kingdom, the Dutch Government, and the ethnic Chinese economic zone developed in the area.
The development of the economy and government made people choose to settle and open settlements not far from the place and affected the following periods.

Related Results

MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
<p>ABSTRACT<br />Sintang’s Dayak ikat weaving, which is one of the cultural artifacts of Sintang District, West Kalimantan, is used by indigenous peoples (Dayak tribes)...
Perlindungan Taman Kota Sebagai Jejak Sejarah Perkotaan : Upaya Pengelolaan Taman Kota Sebagai Aset Kota
Perlindungan Taman Kota Sebagai Jejak Sejarah Perkotaan : Upaya Pengelolaan Taman Kota Sebagai Aset Kota
Taman kota yang memiliki nilai sejarah merupakan warisan kekayaan budaya bangsa yang selain dapat dinikmati sebagai sarana kota, juga memiliki arti penting dari sisi sejarah perkem...
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
Perkembangan disiplin ilmu sejarah buat sekian lama memusatkan perbahasannya kepada falsafah “tiada dokumen, tiada sejarah” sebagai wadah merealisasikan matlamat sejarawan untuk me...
Editorial
Editorial
Pada mulanya politik dianggap sebagai tulang punggung sejarah, demikian dinyatakan oleh Kuntowijoyo (2003: 174). Oleh karena itu pula, lanjutnya, teks-teks sejarah selalu berisi re...
PENATAAN KAWASAN TEPI SUNGAI DI KOTA SINTANG DARI PERSPEKTIF SENENTANG
PENATAAN KAWASAN TEPI SUNGAI DI KOTA SINTANG DARI PERSPEKTIF SENENTANG
Senentang merupakan sebutan bagi sebuah tempat, yang lama-kelamaan berubah menjadi Sintang, yaitu nama dari Ibu Kota Kabupaten Sintang di Kawasan Timur Kalimantan Barat. Arti kata ...
Dakwah dalam perspektif sirah nabi
Dakwah dalam perspektif sirah nabi
Sejarah adalah produk intelektual manusia. Ia adalah hasil kreasi yang tidak sepi dari kepentingan, motif ideologis dan pilihan-pilihan penulisnya yang merefleksikan afiliasi nasio...
Dakwah dalam perspektif sirah nabi saw
Dakwah dalam perspektif sirah nabi saw
Sejarah adalah produk intelektual manusia. Ia adalah hasil kreasi yang tidak sepi dari kepentingan, motif ideologis dan pilihan-pilihan penulisnya yang merefleksikan afiliasi nasio...
PENGARUH CITRA MREK SUZUKI NEW SATRIA FU150 TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN
PENGARUH CITRA MREK SUZUKI NEW SATRIA FU150 TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1). Tanggapankonsumen terhadap Citra Merek Suzuki New Satria FU150 di PT. Indotama Motorika Sintang. (2)....

Back to Top