Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kajian Kualitas Kompos Sampah Organik Rumah Tangga

View through CrossRef
Berdasarkan Peraturan Pemerintah no 16 tahun 2005, tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum menggariskan kebijakan dalam pengolahan sampah dengan metode  yang ramah lingkungan, terpadu, dengan mempertimbangkan karakteristik sampah, keselamatan kerja dan kondisi sosial masyarakat setempat. Komposisi sampah di perkotaan di Indonesia secara umum terdiri atas sampah  organik 70% dan an organik 30%. Pengomposan merupakan alternatif pengolahan sampah organik, yang mana dari 70% sampah organik, 40% nya dapat dikomposkan. Kompos mengandung makro dan mikro nutrein yang sangat bermanfaat sebagai pengkondisi tanah (soil conditioner) sehingga pengomposan sebagai solusi pengolahan sampah yang ramah lingkungan yang menghasilkan nilai tambah berupa kompos yang secara ekonomi menguntungkan. Metode pengumpulan data sekunder kualitas kompos dari berbagai hasil penelitian dan kompos yang dijual dipasaran. Metode analisis secara  deskriptif berdasarkan dengan pengelompokan kualitas kompos berdasarkan jenis sampah pasar dan rumah tangga; pengelompokan kualitas kompos berdasar sistem pengolahan dan analisis kualitas kompos dibandingkan dengan standard Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas kompos sampah organik masih belum memenuhi standar spesifikasi kualitas kompos. Beberapa parameter fisik, kandungan nutrien N dan P masih rendah serta ditemui kompos yang mengandung logam berat dan bakteri coli. Direkomendasikan kompos harus disertai dengan pemilahan yang baik untuk mencegah kontaminan yang berbahaya, pengontrolan kualitas selama proses dan penambahan nutrien untuk meningkatkan kandungan kualitasnya  agar memenuhi standar. 
Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan
Title: Kajian Kualitas Kompos Sampah Organik Rumah Tangga
Description:
Berdasarkan Peraturan Pemerintah no 16 tahun 2005, tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum menggariskan kebijakan dalam pengolahan sampah dengan metode  yang ramah lingkungan, terpadu, dengan mempertimbangkan karakteristik sampah, keselamatan kerja dan kondisi sosial masyarakat setempat.
Komposisi sampah di perkotaan di Indonesia secara umum terdiri atas sampah  organik 70% dan an organik 30%.
Pengomposan merupakan alternatif pengolahan sampah organik, yang mana dari 70% sampah organik, 40% nya dapat dikomposkan.
Kompos mengandung makro dan mikro nutrein yang sangat bermanfaat sebagai pengkondisi tanah (soil conditioner) sehingga pengomposan sebagai solusi pengolahan sampah yang ramah lingkungan yang menghasilkan nilai tambah berupa kompos yang secara ekonomi menguntungkan.
Metode pengumpulan data sekunder kualitas kompos dari berbagai hasil penelitian dan kompos yang dijual dipasaran.
Metode analisis secara  deskriptif berdasarkan dengan pengelompokan kualitas kompos berdasarkan jenis sampah pasar dan rumah tangga; pengelompokan kualitas kompos berdasar sistem pengolahan dan analisis kualitas kompos dibandingkan dengan standard Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas kompos sampah organik masih belum memenuhi standar spesifikasi kualitas kompos.
Beberapa parameter fisik, kandungan nutrien N dan P masih rendah serta ditemui kompos yang mengandung logam berat dan bakteri coli.
Direkomendasikan kompos harus disertai dengan pemilahan yang baik untuk mencegah kontaminan yang berbahaya, pengontrolan kualitas selama proses dan penambahan nutrien untuk meningkatkan kandungan kualitasnya  agar memenuhi standar.
 .

Related Results

Pembuatan Pupuk Kompos Mandiri dari Limbah Organik untuk Tanaman Pekarangan Rumah di RT. 18 Kelurahan Pematang Gubernur
Pembuatan Pupuk Kompos Mandiri dari Limbah Organik untuk Tanaman Pekarangan Rumah di RT. 18 Kelurahan Pematang Gubernur
Sampah organik adalah sisa sayur, kulit pisang, buah yang busuk, kulit bawang yang didapat dari aktifitas rumah tangga. Sampah organik kering yang memiliki air lebih sedikit yaitu ...
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
Pendahuluan: Badan Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Sejak Tahun 2009 mengembangkan program bank sampah sebagai salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Sub Bidang Daur Ulan...
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
The role of house worker is very important in our daily life. Developing of work frame fo house worker are more extend and complex as advance as the era. Kencana foundation is foun...
Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Kompos sebagai Upaya Pengurangan Timbulan Sampah Rumah Tangga
Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Kompos sebagai Upaya Pengurangan Timbulan Sampah Rumah Tangga
Permasalahan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, menjadi isu lingkungan yang semakin kompleks di berbagai wilayah, termasuk desa-desa di Indonesia. Sampah organik yang t...
Pelatihan Cara Mudah Mengolah Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik
Pelatihan Cara Mudah Mengolah Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik
Limbah rumah tangga masih menjadi sumber pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Sampah rumah tangga terdiri dari limbah organik dan anorganik.  Sampah organik bisa ...
Penerapan Teknologi Pengomposan pada Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kabupaten Garut
Penerapan Teknologi Pengomposan pada Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kabupaten Garut
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menerapkan teknologi pengomposan dari sampah rumah tangga sehingga menghasilkan produk yang berguna berupa pupuk kompos. Keberhasilan penelitia...
PELATIHAN MEMBUAT KOMPOS SECARA KONVENSIONAL DARI SAMPAH ORGANIK DOMESTIK DI KELURAHAN SUNGAI BINJAI KECAMATAN BATHIN III KABUPATEN BUNGO
PELATIHAN MEMBUAT KOMPOS SECARA KONVENSIONAL DARI SAMPAH ORGANIK DOMESTIK DI KELURAHAN SUNGAI BINJAI KECAMATAN BATHIN III KABUPATEN BUNGO
Kompos berasal dari sampah organik seperti dedaunan yang berasal dari taman, jerami, rerumputan, dan sisa-sisa sayur, buah, yang berasal dari aktivitas rumah tangga dan pasar (samp...
Analisis Pengaruh Ukuran Partikel Sampah Organik Terhadap Waktu Pengomposan Dengan Metode Komposter Semi Anaerob
Analisis Pengaruh Ukuran Partikel Sampah Organik Terhadap Waktu Pengomposan Dengan Metode Komposter Semi Anaerob
Sampah organik sejenis sampah rumah tangga belum dimanfaatkan dengan baik, sehingga dapat mencemari lingkungan. Sampah organik yang tidak dikelola dalam rentang waktu 2-3 hari dapa...

Back to Top