Javascript must be enabled to continue!
Kekerasan Simbolik Dalam Koran Merapi (Analisis Wacana pada Pemberitaan Kekerasan Seksual Perempuan Koran Merapi Edisi Januari-Desember 2014 )
View through CrossRef
Pemberitaan kekerasan seksual pada perempuan dalam Koran Merapi menempatkan posisi laki-laki menjadi subjek sedangkan perempuan menjadi objek, sehingga membentuk posisi yang timpang antara laki-laki dan perempuan. Posisi dominan laki-laki ini yang membuat pemberitaan masih terasa bias gender. Bordieu melihat fenomena ini sebagai kekerasan simbolik, kekerasan yang halus, tak kasat mata. Penelititan ini berupaya untuk melihat bagaiamana wacana kekerasan simbolik dalam pemberitaan kekerasan seksual pada perempuan di Koran Merapi. Untuk mengetahuinya penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis yang membedah jalinan teks, kognisi, dan sosial pada Koran Merapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana kekerasan simbolik yang terdapat pada pemberitaan Koran Merapi meliputi, objektivikasi seksual pada perempuan, perempuan sebagai penyebab kekerasan seksual, perempuan harus mematuhi kehendak laki-laki, melestarikan mitos “suci” pada perempuan, dan ketidak seriusan dalam memandang esensi kekerasan seksual.
Title: Kekerasan Simbolik Dalam Koran Merapi (Analisis Wacana pada Pemberitaan Kekerasan Seksual Perempuan Koran Merapi Edisi Januari-Desember 2014 )
Description:
Pemberitaan kekerasan seksual pada perempuan dalam Koran Merapi menempatkan posisi laki-laki menjadi subjek sedangkan perempuan menjadi objek, sehingga membentuk posisi yang timpang antara laki-laki dan perempuan.
Posisi dominan laki-laki ini yang membuat pemberitaan masih terasa bias gender.
Bordieu melihat fenomena ini sebagai kekerasan simbolik, kekerasan yang halus, tak kasat mata.
Penelititan ini berupaya untuk melihat bagaiamana wacana kekerasan simbolik dalam pemberitaan kekerasan seksual pada perempuan di Koran Merapi.
Untuk mengetahuinya penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis yang membedah jalinan teks, kognisi, dan sosial pada Koran Merapi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana kekerasan simbolik yang terdapat pada pemberitaan Koran Merapi meliputi, objektivikasi seksual pada perempuan, perempuan sebagai penyebab kekerasan seksual, perempuan harus mematuhi kehendak laki-laki, melestarikan mitos “suci” pada perempuan, dan ketidak seriusan dalam memandang esensi kekerasan seksual.
Related Results
Kekerasan Simbolik Dalam Koran Merapi (Analisis Wacana pada Pemberitaan Kekerasan Seksual Perempuan Koran Merapi Edisi Januari-Desember 2014 )
Kekerasan Simbolik Dalam Koran Merapi (Analisis Wacana pada Pemberitaan Kekerasan Seksual Perempuan Koran Merapi Edisi Januari-Desember 2014 )
Pemberitaan kekerasan seksual pada perempuan dalam Koran Merapi menempatkan posisi laki-laki menjadi subjek sedangkan perempuan menjadi objek, sehingga membentuk posisi yang timpan...
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Berbagai motif kejahatan seksual berkembang dalam dua dekade ini. Berkembangnya teknologi informasi serta arus globalisasi menambah kembali deretan modus operandi baru dalam kejaha...
Perlindungan Hukum Terhadap Korban Kekerasan Seksual Pasca Pengesahan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual : Penerapan dan Efektivitas
Perlindungan Hukum Terhadap Korban Kekerasan Seksual Pasca Pengesahan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual : Penerapan dan Efektivitas
Pengesahan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan seksual (UU TPKS) merupakan momentum bagi negara untuk hadir sebagai garda terdepan dalam melindungi korban kejahatan kekerasan sek...
Profil Kasus Kekerasan Seksual pada Korban Perempuan dan Anak di Instalansi Forensik dan Medikolegal RS Bhayangkara Tk. III Palangka Raya Tahun 2020–2024
Profil Kasus Kekerasan Seksual pada Korban Perempuan dan Anak di Instalansi Forensik dan Medikolegal RS Bhayangkara Tk. III Palangka Raya Tahun 2020–2024
Kekerasan seksual merupakan kejahatan serius yang mengancam kesehatan dan hak asasi perempuan serta anak. Perlindungan terhadap korban diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun ...
MENGATASI DAN MENCEGAH TINDAK KEKERASAN SEKSUAL PADA PEREMPUAN DENGAN PELATIHAN ASERTIF
MENGATASI DAN MENCEGAH TINDAK KEKERASAN SEKSUAL PADA PEREMPUAN DENGAN PELATIHAN ASERTIF
Tindak kekerasan seksual yang dialami oleh kaum perempuan di Indonesia masih menunjukan angka yang tinggi. Angka tersebut hanya segelintir dari banyaknya kasus kekerasan seksual se...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Perlindungan Hukum Terhadap Anak dari Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak
Perlindungan Hukum Terhadap Anak dari Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak
ABSTRACT-The phenomenon of violence that occurs in children in Indonesia is increasing, especially acts of sexual violence. Many acts of sexual violence that occur in children occu...
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...

