Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Profil Kasus Kekerasan Seksual pada Korban Perempuan dan Anak di Instalansi Forensik dan Medikolegal RS Bhayangkara Tk. III Palangka Raya Tahun 2020–2024

View through CrossRef
  Kekerasan seksual merupakan kejahatan serius yang mengancam kesehatan dan hak asasi perempuan serta anak. Perlindungan terhadap korban diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Secara global, lebih dari 650 juta perempuan dan 410-530 juta laki-laki mengalami kekerasan seksual pada masa anak-anak. Data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) menunjukkan peningkatan kasus kekerasan seksual pada kelompok usia anak. Kalimantan Tengah termasuk wilayah dengan angka kekerasan seksual yang masih tinggi, termasuk pada anak laki-laki yang kerap terabaikan akibat stigma sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memetakan profil kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak yang diperiksa di instalansi forensik dan medikolegal RS Bhayangkara Tk. III Palangka Raya tahun 2020-2024. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder dari Visum et Repertum korban kekerasan seksual tahun 2020–2024 dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 125 kasus kekerasan seksual yang memenuhi kriteria penelitian selama periode penelitian, didominasi oleh kelompok usia anak (89,6%), jenis kelamin perempuan (98,4%), dan status pelajar (70,4%). Jenis luka terbanyak berupa laserasi (63,7%) dan lokasi luka terbanyak pada hymen (52,3%). Kesimpulan penelitian ini menggambarkan sebagian besar kasus kekerasan seksual di RS Bhayangkara Tk. III Palangka Raya tahun 2020–2024 terjadi pada anak perempuan berstatus pelajar dengan luka laserasi hymen. Hal ini menunjukkan kerentanan biologis dan sosial yang masih tinggi pada perempuan dan anak terhadap kekerasan seksual, sehingga diperlukan peran strategis semua pihak pemilik kepentingan dalam meningkatkan upaya penanganan dan perlindungan korban kekerasan seksual dari berbagai aspek. Kata kunci: Kekerasan Seksual; Traumatologi; Visum et Repertum; Forensik; RS Bhayangkara     
Title: Profil Kasus Kekerasan Seksual pada Korban Perempuan dan Anak di Instalansi Forensik dan Medikolegal RS Bhayangkara Tk. III Palangka Raya Tahun 2020–2024
Description:
  Kekerasan seksual merupakan kejahatan serius yang mengancam kesehatan dan hak asasi perempuan serta anak.
Perlindungan terhadap korban diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Secara global, lebih dari 650 juta perempuan dan 410-530 juta laki-laki mengalami kekerasan seksual pada masa anak-anak.
Data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) menunjukkan peningkatan kasus kekerasan seksual pada kelompok usia anak.
Kalimantan Tengah termasuk wilayah dengan angka kekerasan seksual yang masih tinggi, termasuk pada anak laki-laki yang kerap terabaikan akibat stigma sosial.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memetakan profil kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak yang diperiksa di instalansi forensik dan medikolegal RS Bhayangkara Tk.
III Palangka Raya tahun 2020-2024.
Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder dari Visum et Repertum korban kekerasan seksual tahun 2020–2024 dengan teknik total sampling.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 125 kasus kekerasan seksual yang memenuhi kriteria penelitian selama periode penelitian, didominasi oleh kelompok usia anak (89,6%), jenis kelamin perempuan (98,4%), dan status pelajar (70,4%).
Jenis luka terbanyak berupa laserasi (63,7%) dan lokasi luka terbanyak pada hymen (52,3%).
Kesimpulan penelitian ini menggambarkan sebagian besar kasus kekerasan seksual di RS Bhayangkara Tk.
III Palangka Raya tahun 2020–2024 terjadi pada anak perempuan berstatus pelajar dengan luka laserasi hymen.
Hal ini menunjukkan kerentanan biologis dan sosial yang masih tinggi pada perempuan dan anak terhadap kekerasan seksual, sehingga diperlukan peran strategis semua pihak pemilik kepentingan dalam meningkatkan upaya penanganan dan perlindungan korban kekerasan seksual dari berbagai aspek.
Kata kunci: Kekerasan Seksual; Traumatologi; Visum et Repertum; Forensik; RS Bhayangkara     .

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Berbagai motif kejahatan seksual berkembang dalam dua dekade ini. Berkembangnya teknologi informasi serta arus globalisasi menambah kembali deretan modus operandi baru dalam kejaha...
FENOMENA KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN ISLAM DI KOTA LANGSA
FENOMENA KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN ISLAM DI KOTA LANGSA
Kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan merupakan kasus yang perlu mendapatkan perhatian dan penanganan yang sangat serius dari berbagai pihak, karena kasus kekerasan seksual...
MENGATASI DAN MENCEGAH TINDAK KEKERASAN SEKSUAL PADA PEREMPUAN DENGAN PELATIHAN ASERTIF
MENGATASI DAN MENCEGAH TINDAK KEKERASAN SEKSUAL PADA PEREMPUAN DENGAN PELATIHAN ASERTIF
Tindak kekerasan seksual yang dialami oleh kaum perempuan di Indonesia masih menunjukan angka yang tinggi. Angka tersebut hanya segelintir dari banyaknya kasus kekerasan seksual se...
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
Perlindungan Perempuan Dan Anak Dalam Merehabilitasi Korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual Melalui Media Online
Perlindungan Perempuan Dan Anak Dalam Merehabilitasi Korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual Melalui Media Online
ABSTRACT The development of digital technology has both positive and negative impacts on society. One of the most common negative impacts is sexual violence, targeting women and ch...

Back to Top