Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Komunikasi Persuasif Pembinaan Keagamaan Narapidana Narkoba oleh Penyuluh Agama di LPP Kelas IIB Padang

View through CrossRef
Pembinaan keagamaan merupakan salah satu komponen penting dalam rehabilitasi narapidana. Tetapi nyatanya, masih banyak narapidana terutama kasus narkoba yang kembali lagi ke lembaga pemasyarakatan dengan kasus serupa. Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi persuasif penyuluh agama dalam upaya pembinaan keagamaan narapidana kasus narkoba di LPP Kelas II B Kota Padang, serta bagaimana penerimaan pesan oleh narapidana. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan paradigma konstruktivis. Data diperoleh melalui proses wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan Teori Kemungkinan Elaborasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh agama memiliki kredibilitas dilihat dari penampilan, latar belakang, keterampilan, dan kemampuan membangun hubungan dengan narapidana. Penyuluh agama mampu mengenali kondisi mental narapidana perempuan dan melakukan pendekatan yang berbeda ketika berada dalam kelompok maupun secara personal dengan menyinggung sisi emosional. Sementara itu, penerimaan pesan narapidana dipengaruhi oleh motivasi dan kemampuan dalam memproses pesan. Beberapa narapidana mengalami gangguan fungsi kognitif akibat penggunaan narkoba sehingga membutuhkan perhatian yang lebih.
Title: Komunikasi Persuasif Pembinaan Keagamaan Narapidana Narkoba oleh Penyuluh Agama di LPP Kelas IIB Padang
Description:
Pembinaan keagamaan merupakan salah satu komponen penting dalam rehabilitasi narapidana.
Tetapi nyatanya, masih banyak narapidana terutama kasus narkoba yang kembali lagi ke lembaga pemasyarakatan dengan kasus serupa.
Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi persuasif penyuluh agama dalam upaya pembinaan keagamaan narapidana kasus narkoba di LPP Kelas II B Kota Padang, serta bagaimana penerimaan pesan oleh narapidana.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan paradigma konstruktivis.
Data diperoleh melalui proses wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan Teori Kemungkinan Elaborasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh agama memiliki kredibilitas dilihat dari penampilan, latar belakang, keterampilan, dan kemampuan membangun hubungan dengan narapidana.
Penyuluh agama mampu mengenali kondisi mental narapidana perempuan dan melakukan pendekatan yang berbeda ketika berada dalam kelompok maupun secara personal dengan menyinggung sisi emosional.
Sementara itu, penerimaan pesan narapidana dipengaruhi oleh motivasi dan kemampuan dalam memproses pesan.
Beberapa narapidana mengalami gangguan fungsi kognitif akibat penggunaan narkoba sehingga membutuhkan perhatian yang lebih.

Related Results

Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Abstrak . Pesannya pengguna media sosial saat ini berpotensi untuk dimanfaatkan oleh semua profesi termasuk penyuluh sebagai sumber belajar dan media informasi pertanian. Melalui p...
Efektifitas Hukum Pembinaan Narapidana Tindak Pidana Narkotika
Efektifitas Hukum Pembinaan Narapidana Tindak Pidana Narkotika
Skripsi ini berjudul: Efektifitas Hukum Pembinaan Narapidana Tindak Pidana Narkotika Di Lapas Kelas II A Sumbawa Besar. Latar belakang penulis melakukan penelitian ini dari permasa...
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Bali merupakan salah stasiun televisi lokal milik pemerintah Republik Indonesia yang dekat dengan budaya masyarakat setempat. Selain pen...
PELAKSANAAN PROGRAM PEMBINAAN KEMANDIRIAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB LUBUK BASUNG
PELAKSANAAN PROGRAM PEMBINAAN KEMANDIRIAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB LUBUK BASUNG
Lapas sebagai tempat berproses dan memperbaiki para pelanggar hukum yang disebut sebagai “penjahat”, pelaksanaan pembinaan pada narapidana dalam upaya mengembalikan narapidana menj...
PERAN PENYULUH AGAMA HINDU NON PNS TERHADAP PENDIDIKAN DAN SRADHA GENERASI MUDA HINDU DI KECAMATAN TAMANSARI KABUPATEN BOYOLALI
PERAN PENYULUH AGAMA HINDU NON PNS TERHADAP PENDIDIKAN DAN SRADHA GENERASI MUDA HINDU DI KECAMATAN TAMANSARI KABUPATEN BOYOLALI
Penyuluhan Agama Hindu adalah suatu kegiatan memberi sesuluh atau penjelasan ajaran agama Hindu dalam rangka pembinaan umat agar dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran a...
PEMBINAAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB SINGARAJA BAGI NARAPIDANA YANG DIJATUHI HUKUMAN PIDANA RINGAN
PEMBINAAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB SINGARAJA BAGI NARAPIDANA YANG DIJATUHI HUKUMAN PIDANA RINGAN
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui implementasi pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Singaraja bagi narapidana yang dijatuhi hukuman pidana ringan,  serta untuk...
Konsep Pembinaan Keluarga Sakinah Terhadap Narapidana Perempuan Di Lapas Kelas II A Bandung
Konsep Pembinaan Keluarga Sakinah Terhadap Narapidana Perempuan Di Lapas Kelas II A Bandung
Abstract. In Bandung Sukamiskin Prison there are 400 female inmates. This figure is quite a large number, that not only men who commit crimes, but also many women who are involved ...
TANTANGAN PEMENUHAN HAK PEMBINAAN BAGI PARA NARAPIDANA
TANTANGAN PEMENUHAN HAK PEMBINAAN BAGI PARA NARAPIDANA
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan mengatur bahwa pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan dilakukan terhadap semua narapidana, termasuk narapidana tindak pidana k...

Back to Top