Javascript must be enabled to continue!
PERAN PENYULUH AGAMA HINDU NON PNS TERHADAP PENDIDIKAN DAN SRADHA GENERASI MUDA HINDU DI KECAMATAN TAMANSARI KABUPATEN BOYOLALI
View through CrossRef
Penyuluhan Agama Hindu adalah suatu kegiatan memberi sesuluh atau penjelasan ajaran agama Hindu dalam rangka pembinaan umat agar dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran agama Hindu dengan kualitas dan kwantitas yang lebih baik. Seorang penyuluh dapat berfungsi untuk menginformasikan, mendidik, menghibur dan mempengaruhi. Tugas pokok dari seorang penyuluh agama yaitu melaksanakan penyuluhan untuk membina mental, moral dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, pembentukan budi ekerti luhur, sebagai landasan hidup beragama, berbangsa dan bernegara.
Penelitian ini membahas tentang kondisi Penyuluh Agama Hindu di Provinsi Jawa Tengah, Sasaran dan wilayah binaan Penyuluh Agama Hindu Non PNS di Kecamatan Tamansari Kabupaten Boyolali, Metode yang digunakan dalam penyuluhan, peran Penyuluh terhadap Pendidikan dan Sradha umat Hindu, serta kendala-kendala yang dihadapi dalam penyuluhan. Untuk memperoleh data yang akurat, penulis menggunakan metode pengumpulan data, metode observasi, metode wawancara, metode kepustakaan dan pendokumentasian. Kemudian data tersebut di analisa secara diskriptif interpretative menggunakan pendekatan konsep dan seperengkat teori yaitu Teori Fungsionalisme Struktural, Teori Interaksionisme Sosial dan Teori Peran.
Secara umum diketahui bahwa di Provinsi Jawa Tengah memiliki 78 Penyuluh Agama Hindu, 3 Penyuluh PNS dan 75 Penyuluh Non PNS yang tersebar di 23 Kabupaten/Kota. Penyuluh Agama Hindu Non PNS wilayah Kecamatan Tamansari telah melaksanakan kegiatan Penyuluhan pada semua jenjang usia dari anak-anak, Remaja dan Orang Tua. Metode yang digunakan untuk melakukan penyuluhan yaitu dengan Metode Sad Dharma dengan Lokasi Pembinaan di Pura Bhuana Puja, Pasraman Bhuana Puja, Pura Satya Dharma, Pura Yasa Dharma, Paguyuban KORPRI Kecamatan Musuk. Pembagian wilayah binaan telah disepakati oleh masing-masing Penyuluh Agama Hindu Non PNS di Kecamatan Tamansari Agus Sugiyono di Pura Satya Dharma, Agung Puji Widoyo di Pura Yasa Dharma, Wiyono dan Purwani di Pura Bhuana Puja.
Peran Penyuluh Agama Hindu Non PNS dalam meningkatkan Pendidikan dan Sradha Generasi Muda Hindu diarahkan kepada Peningkatan Pendidikan Siswa Sekolah, Peningkatan Mental dan Spiritual Generasi Muda Hindu, Meningkatkan Pengetahuan Agama Hindu dan Keimanan Umat, Melestarikan Kebudayaan, Melakukan Kaderisasi Terhadap Tokoh-tokoh Hindu, dan Meningkatkan Kerukunan antar umat Hindu.
Kendala yang dihadapi oleh Penyuluh Agama Hindu Non PNS secara umum dibagi menjadi dua yaitu pada kondisi wilayah binaan yang tergolong jauh dari tempat tinggal Penyuluh, sehingga kurang maksimal dalam melakukan penyuluhan sehingga agar semua kegiatan dapat terlaksana maka dijadwalkan dengan baik dalam pengaturan waktu. Kendala yang kedua adalah melibatkan kurangnya kesadaran anak muda dalam mengikuti pembinaan sehingga terkesan tidak serius dalam mengikuti pembinaan, serta umat yang kurang memahami Bahasa Indonesia membuat Penyuluh belajar ulang dalam menghadapi Umat Hindu.
Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten Jawa Tengah
Title: PERAN PENYULUH AGAMA HINDU NON PNS TERHADAP PENDIDIKAN DAN SRADHA GENERASI MUDA HINDU DI KECAMATAN TAMANSARI KABUPATEN BOYOLALI
Description:
Penyuluhan Agama Hindu adalah suatu kegiatan memberi sesuluh atau penjelasan ajaran agama Hindu dalam rangka pembinaan umat agar dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran agama Hindu dengan kualitas dan kwantitas yang lebih baik.
Seorang penyuluh dapat berfungsi untuk menginformasikan, mendidik, menghibur dan mempengaruhi.
Tugas pokok dari seorang penyuluh agama yaitu melaksanakan penyuluhan untuk membina mental, moral dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, pembentukan budi ekerti luhur, sebagai landasan hidup beragama, berbangsa dan bernegara.
Penelitian ini membahas tentang kondisi Penyuluh Agama Hindu di Provinsi Jawa Tengah, Sasaran dan wilayah binaan Penyuluh Agama Hindu Non PNS di Kecamatan Tamansari Kabupaten Boyolali, Metode yang digunakan dalam penyuluhan, peran Penyuluh terhadap Pendidikan dan Sradha umat Hindu, serta kendala-kendala yang dihadapi dalam penyuluhan.
Untuk memperoleh data yang akurat, penulis menggunakan metode pengumpulan data, metode observasi, metode wawancara, metode kepustakaan dan pendokumentasian.
Kemudian data tersebut di analisa secara diskriptif interpretative menggunakan pendekatan konsep dan seperengkat teori yaitu Teori Fungsionalisme Struktural, Teori Interaksionisme Sosial dan Teori Peran.
Secara umum diketahui bahwa di Provinsi Jawa Tengah memiliki 78 Penyuluh Agama Hindu, 3 Penyuluh PNS dan 75 Penyuluh Non PNS yang tersebar di 23 Kabupaten/Kota.
Penyuluh Agama Hindu Non PNS wilayah Kecamatan Tamansari telah melaksanakan kegiatan Penyuluhan pada semua jenjang usia dari anak-anak, Remaja dan Orang Tua.
Metode yang digunakan untuk melakukan penyuluhan yaitu dengan Metode Sad Dharma dengan Lokasi Pembinaan di Pura Bhuana Puja, Pasraman Bhuana Puja, Pura Satya Dharma, Pura Yasa Dharma, Paguyuban KORPRI Kecamatan Musuk.
Pembagian wilayah binaan telah disepakati oleh masing-masing Penyuluh Agama Hindu Non PNS di Kecamatan Tamansari Agus Sugiyono di Pura Satya Dharma, Agung Puji Widoyo di Pura Yasa Dharma, Wiyono dan Purwani di Pura Bhuana Puja.
Peran Penyuluh Agama Hindu Non PNS dalam meningkatkan Pendidikan dan Sradha Generasi Muda Hindu diarahkan kepada Peningkatan Pendidikan Siswa Sekolah, Peningkatan Mental dan Spiritual Generasi Muda Hindu, Meningkatkan Pengetahuan Agama Hindu dan Keimanan Umat, Melestarikan Kebudayaan, Melakukan Kaderisasi Terhadap Tokoh-tokoh Hindu, dan Meningkatkan Kerukunan antar umat Hindu.
Kendala yang dihadapi oleh Penyuluh Agama Hindu Non PNS secara umum dibagi menjadi dua yaitu pada kondisi wilayah binaan yang tergolong jauh dari tempat tinggal Penyuluh, sehingga kurang maksimal dalam melakukan penyuluhan sehingga agar semua kegiatan dapat terlaksana maka dijadwalkan dengan baik dalam pengaturan waktu.
Kendala yang kedua adalah melibatkan kurangnya kesadaran anak muda dalam mengikuti pembinaan sehingga terkesan tidak serius dalam mengikuti pembinaan, serta umat yang kurang memahami Bahasa Indonesia membuat Penyuluh belajar ulang dalam menghadapi Umat Hindu.
.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Atypical Presentations of Pilonidal Sinus Disease: A Case Series with Literature Review
Atypical Presentations of Pilonidal Sinus Disease: A Case Series with Literature Review
Abstract
Introduction: Pilonidal sinus (PNS) typically arises in the sacrococcygeal region but can occasionally present in atypical locations, including the axilla, intermammary re...
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Abstrak . Pesannya pengguna media sosial saat ini berpotensi untuk dimanfaatkan oleh semua profesi termasuk penyuluh sebagai sumber belajar dan media informasi pertanian. Melalui p...
KINERJA PENYULUH AGAMA HINDU NON PNS DITINJAU DARI FUNGSI PENYULUH DI MASA PANDEMI COVID- 19
KINERJA PENYULUH AGAMA HINDU NON PNS DITINJAU DARI FUNGSI PENYULUH DI MASA PANDEMI COVID- 19
Penyuluh Agama Hindu merupakan ujung tombak pembinaan umat Hindu disetiap daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja penyuluh agama Hindu Non PNS Kementerian Agama D...
Profesionalisme Penyuluh Agama Islam Non Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kecamatan Sambas
Profesionalisme Penyuluh Agama Islam Non Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kecamatan Sambas
Tujuan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan tentang pelaksanaan tugas dan fungsi penyuluh agama Islam Non PNS di Kecamatan Sambas, kompetensi penyuluh agama Islam Non PNS di Ke...
HUBUNGAN SUPERVISI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN KOMPETENSI GURU TERHADAP KINERJA GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU YANG BERSERTIFIKAT PENDIDIK SMP DI KOTA DENPASAR
HUBUNGAN SUPERVISI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN KOMPETENSI GURU TERHADAP KINERJA GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU YANG BERSERTIFIKAT PENDIDIK SMP DI KOTA DENPASAR
Peningkatan kinerja guru pendidikan agama Hindu yang bersertifikat pendidik SMP di Kota Denpasar berhubungan dengan supervisi pembelajaran pendidikan agama Hindu dan kompetensi gur...
Multiple Concurrent Pilonidal Sinuses: Case report and Literature review
Multiple Concurrent Pilonidal Sinuses: Case report and Literature review
Abstract
Introduction: Concurrent pilonidal sinuses (PNSs) at distinct locations are extremely rare. This report highlights an exceptional case of a young female presenting with th...
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Bali merupakan salah stasiun televisi lokal milik pemerintah Republik Indonesia yang dekat dengan budaya masyarakat setempat. Selain pen...

