Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kriteria Seleksi Bibit Pala melalui Model Pemuliaan Partisipatif di Perkebunan Pala

View through CrossRef
Proses pengelolaan pembibitan pala yang kurang baik pada Perkebunan Pala Desa Banjaran menyebabkan kualitas bibit pala rendah dan berakibat pada penurunan harga jual dari bibit tersebut. Capaian umum dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat mengembangkan kelompok tani mitra mandiri dalam praktik GAP (good agricultural practice), seleksi, dan pembibitan tanaman pala. Secara khusus, kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan teknologi bibit pala sambutan (sambung pala hutan), penyungkupan, modifikasi media tanam, dan seleksi terarah agar terjadi peningkatan kualitas pertumbuhan bibit pala. Hasil percobaan dengan penerapan teknologi pala “sambutan” (sambung pala hutan) yang diintegrasikan dengan penyungkupan dan modifikasi media mampu meningkatkan kualitas pertumbuhan bibit dengan tingkat keseragaman hingga 90%. Adapun kriteria seleksi yang ditentukan bersama dengan masyarakat adalah laju pertumbuhan, warna daun, jumlah daun, tinggi tanaman, dan nama lokal. Laju pertumbuhan dan jumlah daun berkontribusi sebanyak 87% nilai seleksi yang dipilih oleh para petani. Nama lokal atau spesies pala yang digunakan juga menjadi faktor penentu dari kualitas bibit yang baik. Melalui perbaikan teknik pembibitan yang benar dan seleksi pemuliaan partisipatif, diharapkan dapat menghasilkan bibit yang berkualitas. Keywords: pembibitan, seleksi, pala
Title: Kriteria Seleksi Bibit Pala melalui Model Pemuliaan Partisipatif di Perkebunan Pala
Description:
Proses pengelolaan pembibitan pala yang kurang baik pada Perkebunan Pala Desa Banjaran menyebabkan kualitas bibit pala rendah dan berakibat pada penurunan harga jual dari bibit tersebut.
Capaian umum dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat mengembangkan kelompok tani mitra mandiri dalam praktik GAP (good agricultural practice), seleksi, dan pembibitan tanaman pala.
Secara khusus, kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan teknologi bibit pala sambutan (sambung pala hutan), penyungkupan, modifikasi media tanam, dan seleksi terarah agar terjadi peningkatan kualitas pertumbuhan bibit pala.
Hasil percobaan dengan penerapan teknologi pala “sambutan” (sambung pala hutan) yang diintegrasikan dengan penyungkupan dan modifikasi media mampu meningkatkan kualitas pertumbuhan bibit dengan tingkat keseragaman hingga 90%.
Adapun kriteria seleksi yang ditentukan bersama dengan masyarakat adalah laju pertumbuhan, warna daun, jumlah daun, tinggi tanaman, dan nama lokal.
Laju pertumbuhan dan jumlah daun berkontribusi sebanyak 87% nilai seleksi yang dipilih oleh para petani.
Nama lokal atau spesies pala yang digunakan juga menjadi faktor penentu dari kualitas bibit yang baik.
Melalui perbaikan teknik pembibitan yang benar dan seleksi pemuliaan partisipatif, diharapkan dapat menghasilkan bibit yang berkualitas.
Keywords: pembibitan, seleksi, pala.

Related Results

Intensitas Serangan Hama pada Anakan Tanaman Hutan di Persemaian Permanen Tumbang Nusa Kalimantan Tengah
Intensitas Serangan Hama pada Anakan Tanaman Hutan di Persemaian Permanen Tumbang Nusa Kalimantan Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, frekuensi, dan intensitas serangan hama pada bibit di Kebun Bibit Permanen, Tumbang Nusa, Kalimantan Tengah. Kebun bibit mema...
Ekosofi Hindu Pada Pemuliaan Air di Pura Sakti Desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng
Ekosofi Hindu Pada Pemuliaan Air di Pura Sakti Desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng
Pemanfaatan sumber daya air serta melaksanakan beberapa tindakan perlindungan serta pelestarian terhadap sumber daya air merupakan salah satu bentuk dari pelaksanaan pemuliaan air ...
PERFORMA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii HASIL SELEKSI DI PERAIRAN LAIKANG KABUPATEN TAKALAR
PERFORMA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii HASIL SELEKSI DI PERAIRAN LAIKANG KABUPATEN TAKALAR
Peremajaan bibit melalui seleksi dapat dilakukan untuk perbaikan kualitas bibit rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan performa bibit rumput laut K. alvarezii hasil...
Pemberdayaan Petani Pala dalam Meningkatkan Produktivitas Hasil Tanaman Pala di Distrik Pariwari Kabupaten Fakfak
Pemberdayaan Petani Pala dalam Meningkatkan Produktivitas Hasil Tanaman Pala di Distrik Pariwari Kabupaten Fakfak
Kabupaten Fakfak merupakan salah satu penghasil buah pala terbesar di Papua Barat. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk menyusun laporan akhir ini dengan judul “Pemberdayaan P...
PENGEMBANGAN KONSEP ALAT BANTU PEMETIK BUAH PALA (STUDI KASUS : PERKEBUNAN PALA NEGERI BOOI)
PENGEMBANGAN KONSEP ALAT BANTU PEMETIK BUAH PALA (STUDI KASUS : PERKEBUNAN PALA NEGERI BOOI)
Era perkembangan teknologi industri saat ini sangat penting dalam mendukung kegiatan manusia. Penggunaan teknologi tidak terlepas dari keterlibatan semua kalangan, baik kalangan ma...
KAJIAN PRODUKSI TANAMAN PALA DI HKM RANGAI SEJAHTERA KPH RAJABASA
KAJIAN PRODUKSI TANAMAN PALA DI HKM RANGAI SEJAHTERA KPH RAJABASA
Pala merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi, ekologi, dan sosial yang baik, karenanya pala menjadi salah satu tanaman yang banyak diminati dalam pengembangan perhutanan sosi...
Mekanisme Pemilihan Hakim Konstitusi
Mekanisme Pemilihan Hakim Konstitusi
Mekanisme seleksi pemilihan hakim konstitusi telah menimbulkan trifurkasi seleksi hakim konstitusi yang dilaksanakan oleh Presiden, DPR dan MA. Trifurkasi seleksi hakim konstitusi ...
Strategi Daya Saing Ekspor Pala Indonesia di Uni Eropa
Strategi Daya Saing Ekspor Pala Indonesia di Uni Eropa
Indonesia merupakan negara pengekspor pala ke dunia dengan salah satu tujuan utamanya adalah ke Uni Eropa. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu menganalisis daya saing dan strategi...

Back to Top