Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Strategi Daya Saing Ekspor Pala Indonesia di Uni Eropa

View through CrossRef
Indonesia merupakan negara pengekspor pala ke dunia dengan salah satu tujuan utamanya adalah ke Uni Eropa. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu menganalisis daya saing dan strategi untuk mempertahankan ekspor pala Indonesia di Uni Eropa. Pada penelitian ini jenis pala yang di analisis dengan kode Harmonized System (HS) 090811 (Nutmeg, neither crushed nor ground). Penelitian ini menggunakan alat analisis yaitu Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP), Revealed Comparative Advantages (RCA), Export Product Dynamic (EPD), dan X-Model Potential Export Products. Hasil perhitungan terhadap analisis ISP dengan nilai rerata yaitu 0,9806 yang menunjukkan Indonesia cenderung sebagai negara eksportir pala. Hasil analisis perhitungan RCA > 1, bahwa pala memiliki keunggulan komparatif yang kuat untuk ekspor Indonesia di Uni Eropa. Hasil analisis EPD menunjukkan bahwa secara keseluruhan pala Indonesia tergolong “faliing star” pada ekspor di Uni eropa. Analisis x-model menunjukkan bahwa pala Indonesia memiliki potensi pengembangan pasar tergolong “potensial” di Uni Eropa. Daya saing pala Indonesia dengan kompetitor ekspor utama di Uni Eropa menunjukkan pada analisis daya saing dengan RCA bahwa ekspor pala Indonesia masih di bawah Sri Lanka, untuk analisis EPD dinamika pertumbuhan ekspor pala Indonesia sama dengan Sri Lanka yaitu “falling star”, namun masih terendah dibandingkan India, Belanda dan UEA. Untuk potensi pengembang pasar ekspor Indonesia sama dengan Sri Lanka, India, dan Belanda yaitu “potensial”, sedangkan UEA termasuk potensi “optimis”. Adapun strategi yang dapat dilakukan kedepan untuk menghadapi daya saing ekspor pala di Uni Eropa antara lain: 1. Aspek teknis budidaya; 2. Aspek regulasi; 3. Aspek dukungan pemerintah.
Title: Strategi Daya Saing Ekspor Pala Indonesia di Uni Eropa
Description:
Indonesia merupakan negara pengekspor pala ke dunia dengan salah satu tujuan utamanya adalah ke Uni Eropa.
Penelitian ini memiliki tujuan yaitu menganalisis daya saing dan strategi untuk mempertahankan ekspor pala Indonesia di Uni Eropa.
Pada penelitian ini jenis pala yang di analisis dengan kode Harmonized System (HS) 090811 (Nutmeg, neither crushed nor ground).
Penelitian ini menggunakan alat analisis yaitu Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP), Revealed Comparative Advantages (RCA), Export Product Dynamic (EPD), dan X-Model Potential Export Products.
Hasil perhitungan terhadap analisis ISP dengan nilai rerata yaitu 0,9806 yang menunjukkan Indonesia cenderung sebagai negara eksportir pala.
Hasil analisis perhitungan RCA > 1, bahwa pala memiliki keunggulan komparatif yang kuat untuk ekspor Indonesia di Uni Eropa.
Hasil analisis EPD menunjukkan bahwa secara keseluruhan pala Indonesia tergolong “faliing star” pada ekspor di Uni eropa.
Analisis x-model menunjukkan bahwa pala Indonesia memiliki potensi pengembangan pasar tergolong “potensial” di Uni Eropa.
Daya saing pala Indonesia dengan kompetitor ekspor utama di Uni Eropa menunjukkan pada analisis daya saing dengan RCA bahwa ekspor pala Indonesia masih di bawah Sri Lanka, untuk analisis EPD dinamika pertumbuhan ekspor pala Indonesia sama dengan Sri Lanka yaitu “falling star”, namun masih terendah dibandingkan India, Belanda dan UEA.
Untuk potensi pengembang pasar ekspor Indonesia sama dengan Sri Lanka, India, dan Belanda yaitu “potensial”, sedangkan UEA termasuk potensi “optimis”.
Adapun strategi yang dapat dilakukan kedepan untuk menghadapi daya saing ekspor pala di Uni Eropa antara lain: 1.
Aspek teknis budidaya; 2.
Aspek regulasi; 3.
Aspek dukungan pemerintah.

Related Results

Analisis Daya Saing Ekspor Kakao Indonesia di Pasar Internasional
Analisis Daya Saing Ekspor Kakao Indonesia di Pasar Internasional
Kakao memegang peranan penting sebagai komoditas perkebunan subsektor pertanian dalam kegiatan perekonomian Indonesia. Selain minyak dan gas, kakao juga menjadi salah satu komodita...
Britain's Exit: It's Reason and Effects for Indonesian Economy
Britain's Exit: It's Reason and Effects for Indonesian Economy
Penelitian ini disusun untuk mengetahui mengapa Inggris keluar dari Uni Eropa dan bagaimana dampak Brexit terhadap perekonomian Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan metode ...
Hubungan Nilai Tukar terhadap Kegiatan Ekspor Manufaktur Pertanian Indonesia
Hubungan Nilai Tukar terhadap Kegiatan Ekspor Manufaktur Pertanian Indonesia
The natural resources and advanced technology nowadays have brought the world to international trade in which many countries get involved to another in order to sell or to buy some...
Pengaruh Jumlah Produksi Tuna, Harga Ekspor Tuna, dan Nilai Tukar Dolar Terhadap Volume Ekspor Tuna Indonesia
Pengaruh Jumlah Produksi Tuna, Harga Ekspor Tuna, dan Nilai Tukar Dolar Terhadap Volume Ekspor Tuna Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah produksi tuna, harga ekspor tuna, dan nilai tukar dolar terhadap volume ekspor tuna Indonesia. Data yang digunakan merup...
Analisis Kinerja Ekspor alas kaki Indonesia ke kawasan ASEAN
Analisis Kinerja Ekspor alas kaki Indonesia ke kawasan ASEAN
Ekspor utama alas kaki Indonesia adalah ke Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa, sedangkan untuk kawasan terdekat dengan Indonesia, seperti ASEAN, nilai ekspor alas kaki In...
Competitiveness and the Factors Affecting Indonesian Pineapple Exports
Competitiveness and the Factors Affecting Indonesian Pineapple Exports
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum produksi dan ekspor nanas di Indonesia, menganalisis daya saing nanas Indonesia di tujuh negara tujuan ekspor utama, dan men...
Sengketa Ekspor Nikel Indonesia dengan Uni Eropa di World Trade Organization
Sengketa Ekspor Nikel Indonesia dengan Uni Eropa di World Trade Organization
Tulisan ini bertujuan dalam menganalisis kasus sengketa ekspor mineral berupa nikel milik Indonesia yang digugat oleh Uni Eropa di World Trade Organization. Perseteruan bermula saa...

Back to Top