Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERSPEKTIF KONSTRUKSIONIS SOSIAL PENYANDANG DISABILITAS SENSORIK NETRA TERHADAP LEMBAGA WYATA GUNA

View through CrossRef
Wyata Guna pada awalnya merupakan lembaga pelayanan sosial yang berfokus pada penyandang disabilitas sensorik netra. Dengan adanya Permensos No. 3 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Direktorat Jendral Rehabilitasi Sosial mengakibatkan adanya perubahan bentuk lembaga menjadi sentra layanan sosial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perspektif konstruksionis sosial penyandang disabilitas sensorik netra terhadap lembaga Sentra Wyata Guna. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi data oleh empat kategori informan, yakni penyandang disabilitas sensorik netra, penerima manfaat kategori PPKS non-netra, pekerja sosial, dan pihak lembaga. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa penyandang disabilitas sensorik netra melakukan interaksi sosial kepada pihak-pihak yang ada di Sentra Wyata Guna, dengan melakukan komunikasi verbal dan non-verbal serta kontak sosial secara langsung dan tidak langsung. Interaksi sosial tersebut membentuk sebuah makna yang diyakini secara bersama-bersama yaitu melihat lembaga Sentra Wyata Guna sebagai sebuah lembaga pelayanan sosial yang menjalankan program secara inklusi. Realitas sosial yang terbentuk melalui tahap eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi ialah penyandang disabilitas sensorik netra mengidentifikasikan dirinya menjadi bagian dari lembaga Sentra Wyata Guna sebagai lingkungan sosialnya.
Title: PERSPEKTIF KONSTRUKSIONIS SOSIAL PENYANDANG DISABILITAS SENSORIK NETRA TERHADAP LEMBAGA WYATA GUNA
Description:
Wyata Guna pada awalnya merupakan lembaga pelayanan sosial yang berfokus pada penyandang disabilitas sensorik netra.
Dengan adanya Permensos No.
3 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Direktorat Jendral Rehabilitasi Sosial mengakibatkan adanya perubahan bentuk lembaga menjadi sentra layanan sosial.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perspektif konstruksionis sosial penyandang disabilitas sensorik netra terhadap lembaga Sentra Wyata Guna.
Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi data oleh empat kategori informan, yakni penyandang disabilitas sensorik netra, penerima manfaat kategori PPKS non-netra, pekerja sosial, dan pihak lembaga.
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa penyandang disabilitas sensorik netra melakukan interaksi sosial kepada pihak-pihak yang ada di Sentra Wyata Guna, dengan melakukan komunikasi verbal dan non-verbal serta kontak sosial secara langsung dan tidak langsung.
Interaksi sosial tersebut membentuk sebuah makna yang diyakini secara bersama-bersama yaitu melihat lembaga Sentra Wyata Guna sebagai sebuah lembaga pelayanan sosial yang menjalankan program secara inklusi.
Realitas sosial yang terbentuk melalui tahap eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi ialah penyandang disabilitas sensorik netra mengidentifikasikan dirinya menjadi bagian dari lembaga Sentra Wyata Guna sebagai lingkungan sosialnya.

Related Results

ANALISIS HUKUM ISLAM DAN UU NO. 8 TAHUN 2016 TENTANG PENYANDANG DISABILITAS TERHADAP PERSOALAN PEMENUHAN HAK ANAK PENYANDANG DISABILITAS
ANALISIS HUKUM ISLAM DAN UU NO. 8 TAHUN 2016 TENTANG PENYANDANG DISABILITAS TERHADAP PERSOALAN PEMENUHAN HAK ANAK PENYANDANG DISABILITAS
Hak anak adalah hak dasar yang wajib diberikan dan didapatkan oleh anak meliputi anak usia dini dan juga remaja. Hak anak ini berlaku baik bagi anak penyandang disabilitas maupun a...
Peran Pekerja Sosial dalam membentuk kemandirian Penyandang disabilitas netra di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang
Peran Pekerja Sosial dalam membentuk kemandirian Penyandang disabilitas netra di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang
Penyandang disabilitas netra merupakan seseorang yang mengalami keterbatasan dalam penglihatan. Di Jawa Timor terdapat 5.987 penyandang disabilitas netra. Oleh karena keterbatasan ...
PELATIHAN STRATEGI PENINGKATAN PENJUALAN DALAM BERWIRAUSAHA BAGI PENYANDANG DISABILITAS KOTA LUBUKLINGGAU
PELATIHAN STRATEGI PENINGKATAN PENJUALAN DALAM BERWIRAUSAHA BAGI PENYANDANG DISABILITAS KOTA LUBUKLINGGAU
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penyandang disabilitas di Indonesia pada 2020 adalah 22,5 juta. Sementara Survei Ekonomi Nasional (Susenas) 2020 mencatat ada 28,05 juta...
HAK PENDIDIKAN PENYANDANG DISABILITAS DI JAWA TIMUR
HAK PENDIDIKAN PENYANDANG DISABILITAS DI JAWA TIMUR
Penyandang disabilitas di Indonesia, sebagian besar hidup dalam kondisi rentan dan pengurangan atau penghilangan hak penyandang disabilitas.Untuk mewujudkan kesamaan hak dan kesemp...
Posbindu Disabilitas
Posbindu Disabilitas
Posbindu disabilitas merupakan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat yang dilaksanakan dari dan oleh masyarakat disabilitas dan pendampingnya, baik promotif, preventif, kuratif dan r...
PENERAPAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI PENYANDANG DISABILITAS NETRA DI PANTI SOSIAL BINA NETRA WYATA GUNA BANDUNG
PENERAPAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI PENYANDANG DISABILITAS NETRA DI PANTI SOSIAL BINA NETRA WYATA GUNA BANDUNG
Abstract This research aims to examine the implementation of cognitive behaviour therapy to self-confidence of people with disability at Wyata Guna Social Institution for People wi...

Back to Top