Javascript must be enabled to continue!
LEGALISASI KEKERASAN TERHADAP ANAK DALAM BERITA HARIAN TEMPO: ANALISIS WACANA KRITIS
View through CrossRef
This study aims to describe the construction of the text on violence against children presented by Tempo Media; to describe the injustices carried out and produced by Tempo media practitioners through their news texts; and to describe the textual relations with the social context behind Tempo's news texts. This research employs descriptive qualitative in the form of a critical linguistic perspective. The data analysis technique used in this research is Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis Theory, that is to say, text analysis, discourse practice analysis, and sociocultural practice analysis. The results of this research showed that based on the textual analysis there is social inequality in Tempo’s news discourse. This is known by the use of choice of words (vocabulary) that marginalizes children. The choice of words used by Tempo in its reporting implies an ideology of the legalization of violence against children. Tempo still places children as the weak who deserve to be mistreated. Based on the discource practice analysis, it was found that news of violence at Tempo was still dominant; there might be differences of opinion at the editorial level; news of violence against children was dramatized. Meanwhile, based on the sociocultural analysis, it turns out that Tempo adheres to the ideology of marginalization or the superordination of adults over children. This marginalization practice occurs due to the misrepresentation different from exclusion in which excommunication or exclusion of other groups/people is seen as the others.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konstruksi teks pemberitaan kekerasan terhadap anak yang dihadirkan Tempo; mendeskripsikan ketidakadilan yang dijalankan dan diproduksi praktisi media Tempo melalui teks-teks beritanya; serta mendeskripsikan relasi tekstual dengan konteks sosial yang tersembunyi di balik teks-teks berita Tempo. Tipe penelitian yang dipakai dalam artikel ini adalah deskriptif kualitatif dalam perspektif linguistik kritis. Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah Teori Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough, yaitu analisis teks, analisis praktik kewacanaan, dan analisis praktik sosiokultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis tekstual, terdapat ketimpangan sosial pada wacana berita Tempo dengan pilihan kata-kata (kosakata) yang meminggirkan kaum anak. Pilihan kata yang dipakai Tempo dalam pemberitaannya mengandung makna legalisasi kekerasan terhadap anak. Tempo masih menempatkan anak sebagai kaum tak berdaya yang pantas dianiaya. wacana berita mengenai anak sebagai subjek dalam pemberitaan mungkin saja bukan menjadi ideologi media Tempo, sehingga wacana berita anak sebagai objek yang ditonjolkan. Berdasarkan analisis praktik wacana, ditemukan bahwa berita kekerasan di Tempo masih dominan; adanya perbedaan pandangan di tingkat redaksional; adanya dramatisasi pada berita kekerasan terhadap anak. Sementara itu, berdasarkan analisis sosiokultural, ternyata Tempo sesungguhnya menganut ideologi marginalisasi atau superordinasi orang dewasa terhadap anak-anak. Praktik marginalisasi ini terjadi karena adanya misrepresentasi yang berbeda dengan ekslusi dan pengucilan, yang dalam ekskomunikasi atau eksklusi kelompok/orang lain dipandang sebagai the others.
Universitas Citra Bangsa
Title: LEGALISASI KEKERASAN TERHADAP ANAK DALAM BERITA HARIAN TEMPO: ANALISIS WACANA KRITIS
Description:
This study aims to describe the construction of the text on violence against children presented by Tempo Media; to describe the injustices carried out and produced by Tempo media practitioners through their news texts; and to describe the textual relations with the social context behind Tempo's news texts.
This research employs descriptive qualitative in the form of a critical linguistic perspective.
The data analysis technique used in this research is Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis Theory, that is to say, text analysis, discourse practice analysis, and sociocultural practice analysis.
The results of this research showed that based on the textual analysis there is social inequality in Tempo’s news discourse.
This is known by the use of choice of words (vocabulary) that marginalizes children.
The choice of words used by Tempo in its reporting implies an ideology of the legalization of violence against children.
Tempo still places children as the weak who deserve to be mistreated.
Based on the discource practice analysis, it was found that news of violence at Tempo was still dominant; there might be differences of opinion at the editorial level; news of violence against children was dramatized.
Meanwhile, based on the sociocultural analysis, it turns out that Tempo adheres to the ideology of marginalization or the superordination of adults over children.
This marginalization practice occurs due to the misrepresentation different from exclusion in which excommunication or exclusion of other groups/people is seen as the others.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konstruksi teks pemberitaan kekerasan terhadap anak yang dihadirkan Tempo; mendeskripsikan ketidakadilan yang dijalankan dan diproduksi praktisi media Tempo melalui teks-teks beritanya; serta mendeskripsikan relasi tekstual dengan konteks sosial yang tersembunyi di balik teks-teks berita Tempo.
Tipe penelitian yang dipakai dalam artikel ini adalah deskriptif kualitatif dalam perspektif linguistik kritis.
Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah Teori Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough, yaitu analisis teks, analisis praktik kewacanaan, dan analisis praktik sosiokultural.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis tekstual, terdapat ketimpangan sosial pada wacana berita Tempo dengan pilihan kata-kata (kosakata) yang meminggirkan kaum anak.
Pilihan kata yang dipakai Tempo dalam pemberitaannya mengandung makna legalisasi kekerasan terhadap anak.
Tempo masih menempatkan anak sebagai kaum tak berdaya yang pantas dianiaya.
wacana berita mengenai anak sebagai subjek dalam pemberitaan mungkin saja bukan menjadi ideologi media Tempo, sehingga wacana berita anak sebagai objek yang ditonjolkan.
Berdasarkan analisis praktik wacana, ditemukan bahwa berita kekerasan di Tempo masih dominan; adanya perbedaan pandangan di tingkat redaksional; adanya dramatisasi pada berita kekerasan terhadap anak.
Sementara itu, berdasarkan analisis sosiokultural, ternyata Tempo sesungguhnya menganut ideologi marginalisasi atau superordinasi orang dewasa terhadap anak-anak.
Praktik marginalisasi ini terjadi karena adanya misrepresentasi yang berbeda dengan ekslusi dan pengucilan, yang dalam ekskomunikasi atau eksklusi kelompok/orang lain dipandang sebagai the others.
.
Related Results
Kekerasan Fisik Terhadap Anak Pasca Pandemik Covid 19
Kekerasan Fisik Terhadap Anak Pasca Pandemik Covid 19
Anak merupakan kelompok rentan yang perlu mendapatkan perlindungan dari segala tindak kejahatan dan kekerasan sesuai ketentuan perundang-undangan. Kekerasan terhadap anak bukanlah...
ANALISIS FRAMING MODEL WILLIAM A. GAMSON MENGENAI PEMBERITAAN SIRKUIT MANDALIKA DI MEDIA HARIAN LOMBOK POST
ANALISIS FRAMING MODEL WILLIAM A. GAMSON MENGENAI PEMBERITAAN SIRKUIT MANDALIKA DI MEDIA HARIAN LOMBOK POST
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembingkaian berita dan mendapatkan gambaran bagaimana framing berita yang dilakukan oleh Media Harian Lombok Post terkait pembe...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
Sosialisasi Perlindungan Anak Terhadap Prostitusi Anak Dan Kekerasan Terhadap Anak
Sosialisasi Perlindungan Anak Terhadap Prostitusi Anak Dan Kekerasan Terhadap Anak
Beberapa temuan ada ratusan ribu anak-anak Indonesia yang menjadi korban prostitusi anak dan kekerasan pada anak tiap tahunnya. Eksploitasi anak untuk prostitusi sangat membahayaka...
Wacana Berita Kekerasan Santri di Temanggung Pada Media Republika Online dan Kompas.com Ediisi 11 s.d 13 September 2023
Wacana Berita Kekerasan Santri di Temanggung Pada Media Republika Online dan Kompas.com Ediisi 11 s.d 13 September 2023
Dalam setiap pemberitaan, media online memiliki ideologi masing-masing. Dalam hal ini, Republika Online dan Kompas.com juga memilki ideologi masing-masing dalam menyajikan informas...
Dampak Kekerasan Dalam Rumah Tangga Terhadap Perkembangan Psikologis Anak
Dampak Kekerasan Dalam Rumah Tangga Terhadap Perkembangan Psikologis Anak
Penelitian ini bertujuan untuk menggali dinamika psikologi anak yang mengalami kekerasan dalam keluarga dan mencari solusi untuk membantu anak dalam menghadapi situasi tersebut. Ke...
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
Sepanjang sejarah Alkitab khususnya dalam Perjanjian Baru menunjukkan bahwa Tuhan Yesus banyak memakai dan melibatkan anak-anak dalam pengajaran dan pelayanan-Nya ini membuktikan b...
Implementasi Algoritma Naïve Bayes Clasifier untuk Mengelompokkan Naskah Berita Pendidikan dan berita Covid-19
Implementasi Algoritma Naïve Bayes Clasifier untuk Mengelompokkan Naskah Berita Pendidikan dan berita Covid-19
Seiring dengan perkembangan jaman, banyak lembaga penyaluran informasi yang pada awalnya menyampaikan berita melalui media cetak atau media elektronik, seperti koran dan televisi, ...

