Javascript must be enabled to continue!
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
View through CrossRef
Sepanjang sejarah Alkitab khususnya dalam Perjanjian Baru menunjukkan bahwa Tuhan Yesus banyak memakai dan melibatkan anak-anak dalam pengajaran dan pelayanan-Nya ini membuktikan bahwa Tuhan Yesus mengerti kebutuhan dasar anak (Matius 18:1). Dalam bukunya ―Kebutuhan Dasar Psikologis‖ Lewis Raths menulis ―Anak-anak mempunyai kebutuhan untuk diterima dan dimiliki oleh sebuah kelompok oleh seorang yang baginya amat penting. Ternyata kebutuhan tersebut cenderung meningkat sepanjang masa kanak-kanak sampai usia remaja, kebutuhan tersebut tampaknya sangat dalam kadang-kadang melebihi kebutuhan yang lain‖. Menurut Alkitab pendidikan Agama Kristen kepada anak-anak adalah suatu tugas orang tua menjadi guru atau pendidik pertama dan utama bagi anak dalam keluarga untuk mendapat didikan, pengajaran, begitu juga pengasuh (pengajar Sekolah Minggu) dan pelayan-pelayan unsur, bagaimana mengajar dan menanamkan nilai-nilai rohani yang baik ke dalam batin anak lewat iman agar anak mau bertumbuh dengan baik di segala waktu dan tempat. Sebagaimana tertulis dalam Ulangan 6:6-9, ―Apa yang Kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintumu dan pada tiang gerbangmu‖. Dan ditulis dalam Ibrani 11:1 ―Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan28 8bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat‖. Dalam uraian di atas penulis memahami bahwa dalam lingkungan keluarga, orang tua, pengajar, pendidik dan pelayanan unsur dapat bertanggung jawab dalam membina pertumbuhan iman anak kearah yang lebih baik, dan menanamkan benih-benih rohani yang akan tumbuh dan berkembang dalam pribadi anak. Tetapi dalam arah ini muncul gejala-gejala yang kurang baik dan timbul masalah yaitu memudarnya nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan anak sehingga tingkah laku anak menjadi kurang baik. Latar belakang dari persoalan tingkah laku anak yang kurang baik tentu bermacam-macam dan kompleks. Di sini penulis membatasi uraian pada salah satu sebab dari perilaku anak yang kurang baik yaitu kurang adanya perhatian orang tua dalam mendidik pertumbuhan iman dari anak-anak karena kurang menyadari tugas pokok sebagai pendidik utama dalam mengajar dan mendidik anak tentang nilai-nilai Kristiani. Salah satu pokok permasalahan adalah orang tua kurang ada perhatian bagi anak-anak remaja sehingga pertumbuhan iman yang terombang-ambing dan hal ini menyebabkan banyak anak yang terpengaruh dengan lingkungan yang membawa mereka ke arah yang kurang baik, yaitu anak tidak bisa menghormati dan mentaati perintah orang tua, anak yang malas mengambil bagian dalam persekutuan-persekutuan ibadah dan lain-lain.Untuk mengatasi persoalan yang dijelaskan di atas, pendidikan Agama Kristen dalam keluarga harus menjadi prioritas utama, dikarenakan anak-anak 70% bersama-sama keluarga, sedangkan waktu bersama gereja dan sekolah adalah 30%. Jika peran dan pembinaan orang tua dalam iman anak di dalam keluarga dipahami dan dihayati dalam kerangka Kristiani, maka sesungguhnya keluarga Kristen akan berperan aktif dan menyiapkan sebuah generasi baru. Generasi yang akan mewarnai lingkungannya, generasi yang akan mengambil alih bangsa dan zaman ini. Dalam hal ini seharusnya keluarga Kristen khususnya orang tua28 9mampu menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya, sebagaimana terungkap dalam nasehat Paulus kepada Timotius I Timotius 4:12 yakni: ―Jadilah teladan bagi orang- orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu, dan dalam kesucianmu‖Dengan kata lain orang tua, harus terlebih dahulu mempunyai pengertian yang benar tentang keselamatan atau harus lahir baru terlebih dahulu untuk menyampaikan iman Kristen tentang kebenaran Injil yang Agung bagi anak-anak yang dibimbingnya tentang pengorbanan Kristus, sebagai Penebus dan Pendamai yakni tafsiran akan istilah-istilah yang mengemukakan karya Kristus yang digenapi sesuai dengan daya tangkap seorang anak. Pokok persoalan yang terjadi di keluarga Kristen yaitu kurang memperhatikan tugas utamanya dalam membina Iman anak remaja sehingga mengakibatkan pertumbuhan iman anak-anak remaja tidak berkembang dengan baik.
Title: PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
Description:
Sepanjang sejarah Alkitab khususnya dalam Perjanjian Baru menunjukkan bahwa Tuhan Yesus banyak memakai dan melibatkan anak-anak dalam pengajaran dan pelayanan-Nya ini membuktikan bahwa Tuhan Yesus mengerti kebutuhan dasar anak (Matius 18:1).
Dalam bukunya ―Kebutuhan Dasar Psikologis‖ Lewis Raths menulis ―Anak-anak mempunyai kebutuhan untuk diterima dan dimiliki oleh sebuah kelompok oleh seorang yang baginya amat penting.
Ternyata kebutuhan tersebut cenderung meningkat sepanjang masa kanak-kanak sampai usia remaja, kebutuhan tersebut tampaknya sangat dalam kadang-kadang melebihi kebutuhan yang lain‖.
Menurut Alkitab pendidikan Agama Kristen kepada anak-anak adalah suatu tugas orang tua menjadi guru atau pendidik pertama dan utama bagi anak dalam keluarga untuk mendapat didikan, pengajaran, begitu juga pengasuh (pengajar Sekolah Minggu) dan pelayan-pelayan unsur, bagaimana mengajar dan menanamkan nilai-nilai rohani yang baik ke dalam batin anak lewat iman agar anak mau bertumbuh dengan baik di segala waktu dan tempat.
Sebagaimana tertulis dalam Ulangan 6:6-9, ―Apa yang Kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintumu dan pada tiang gerbangmu‖.
Dan ditulis dalam Ibrani 11:1 ―Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan28 8bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat‖.
Dalam uraian di atas penulis memahami bahwa dalam lingkungan keluarga, orang tua, pengajar, pendidik dan pelayanan unsur dapat bertanggung jawab dalam membina pertumbuhan iman anak kearah yang lebih baik, dan menanamkan benih-benih rohani yang akan tumbuh dan berkembang dalam pribadi anak.
Tetapi dalam arah ini muncul gejala-gejala yang kurang baik dan timbul masalah yaitu memudarnya nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan anak sehingga tingkah laku anak menjadi kurang baik.
Latar belakang dari persoalan tingkah laku anak yang kurang baik tentu bermacam-macam dan kompleks.
Di sini penulis membatasi uraian pada salah satu sebab dari perilaku anak yang kurang baik yaitu kurang adanya perhatian orang tua dalam mendidik pertumbuhan iman dari anak-anak karena kurang menyadari tugas pokok sebagai pendidik utama dalam mengajar dan mendidik anak tentang nilai-nilai Kristiani.
Salah satu pokok permasalahan adalah orang tua kurang ada perhatian bagi anak-anak remaja sehingga pertumbuhan iman yang terombang-ambing dan hal ini menyebabkan banyak anak yang terpengaruh dengan lingkungan yang membawa mereka ke arah yang kurang baik, yaitu anak tidak bisa menghormati dan mentaati perintah orang tua, anak yang malas mengambil bagian dalam persekutuan-persekutuan ibadah dan lain-lain.
Untuk mengatasi persoalan yang dijelaskan di atas, pendidikan Agama Kristen dalam keluarga harus menjadi prioritas utama, dikarenakan anak-anak 70% bersama-sama keluarga, sedangkan waktu bersama gereja dan sekolah adalah 30%.
Jika peran dan pembinaan orang tua dalam iman anak di dalam keluarga dipahami dan dihayati dalam kerangka Kristiani, maka sesungguhnya keluarga Kristen akan berperan aktif dan menyiapkan sebuah generasi baru.
Generasi yang akan mewarnai lingkungannya, generasi yang akan mengambil alih bangsa dan zaman ini.
Dalam hal ini seharusnya keluarga Kristen khususnya orang tua28 9mampu menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya, sebagaimana terungkap dalam nasehat Paulus kepada Timotius I Timotius 4:12 yakni: ―Jadilah teladan bagi orang- orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu, dan dalam kesucianmu‖Dengan kata lain orang tua, harus terlebih dahulu mempunyai pengertian yang benar tentang keselamatan atau harus lahir baru terlebih dahulu untuk menyampaikan iman Kristen tentang kebenaran Injil yang Agung bagi anak-anak yang dibimbingnya tentang pengorbanan Kristus, sebagai Penebus dan Pendamai yakni tafsiran akan istilah-istilah yang mengemukakan karya Kristus yang digenapi sesuai dengan daya tangkap seorang anak.
Pokok persoalan yang terjadi di keluarga Kristen yaitu kurang memperhatikan tugas utamanya dalam membina Iman anak remaja sehingga mengakibatkan pertumbuhan iman anak-anak remaja tidak berkembang dengan baik.
Related Results
Relevansi Pendidikan Kristen dalam Membentuk Resiliensi Iman Remaja Generasi Z terhadap Pemikiran Kristen Progresif dari Bingkai Teologi Kristen
Relevansi Pendidikan Kristen dalam Membentuk Resiliensi Iman Remaja Generasi Z terhadap Pemikiran Kristen Progresif dari Bingkai Teologi Kristen
Social changes and technological advancements, generation Z (Gen Z) teenagers face issues and challenges maintaining their Christian faith, especially with the emergence of progres...
PENYULUHAN GENRE ORANG MUDA HARAPAN BANGSA
PENYULUHAN GENRE ORANG MUDA HARAPAN BANGSA
ABSTRAK Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Menurut WHO batasan usia remaja adalah 10 tahun hingga 19 tahun. Batasan usia remaja yang digunak...
Pendampingan Kader Posyandu Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja
Pendampingan Kader Posyandu Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja
Permasalahan kesehatan remaja di Indonesia semakin kompleks yang harus ditangani secara komprehensif dan terintegrasi dengan melibatkan unsur dari lintas program dan lintas sektor ...
SINERGITAS UMAT KRISTEN DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KRISTEN
SINERGITAS UMAT KRISTEN DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KRISTEN
Sinergitas Umat Kristen Umat Kristen Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Kristen adalah suatu upaya pengkajian terhadap peranan umat Kristen dalam menunjang penyelenggaraan pendidikan...
Karakter Pemimpin Kristen yang Ideal Menurut 1 Timotius 4:12
Karakter Pemimpin Kristen yang Ideal Menurut 1 Timotius 4:12
This article focuses on explaining what the ideal character of a Christian leader looks like based on 1 Timothy 4:12. The book of 1 Timothy was chosen to describe the ideal charact...
MANAJEMEN PEMBINAAN EKSTRAKURIKULER VOICE OF PUJA DI SDN PUCANG JAJAR SURABAYA
MANAJEMEN PEMBINAAN EKSTRAKURIKULER VOICE OF PUJA DI SDN PUCANG JAJAR SURABAYA
Voice of Puja merupakan ekstrakurikuler paduan suara SDN Pucang Jajar, dalam keberlangsungannya memiliki manajemen pembinaan yang perlu untuk ditinjau melalui sebuah penelitian. Pe...
Orang Tua Sebagai Supporting System: Penanganan Anak Remaja Yang Mengalami Depresi
Orang Tua Sebagai Supporting System: Penanganan Anak Remaja Yang Mengalami Depresi
Remaja merupakan masa pencarian jati diri pada sebuah proses kehidupan. Tidak sedikit remaja yang melakukan tindakan-tindakan eksplorasi di fase ini. Tindakan-tindakan tersebut dap...
KENAKALAN REMAJA SEKSUAL DI KOTA BANJARBARU
KENAKALAN REMAJA SEKSUAL DI KOTA BANJARBARU
Tidak kita sadari bahwa setiap anak yang ada disekitar kita memiliki sikap dan sifatnya masing-masing yang berbeda-beda. Jurnal atau artikel ini menulis tentang perilaku kenakalan ...

