Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Evaluasi Pelaksanaan Pasca Diklat Pemantapan Pengurus Koperasi di Propinsi Riau

View through CrossRef
Koperasi menjadi soko guru perekonomian bangsa, hal ini menjadikan perhatian pemerintah terhadap usaha menumbuhkembangkan koperasi sangat besar. Perkembangan koperasi tidak terlepas dari peran serta pengurus, yang mana kepengurusan koperasi menjadi bagian yang penting. Melalui diklat pemantapan pengurus koperasi dalam mengelola koperasi yang dilaksanakan oleh Badan pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Rau diharapkan dapat mencapai usaha pengembangan koperasi masa depan. Melalui jenis penelitian kualitatif dengan narasumber pengurus koperasi yang mendapatkan pelatihan dan juga anggota koperasi di Propinsi Riau dan data diambil dengan menggunakan wawancara serta dianalisis secara kualitatif, maka diperoleh hasil penelitian bahwa setelah dilakukannya pendidikan dan pelatihan pemantapan pengurus koperasi yakni dalam masa satu tahun berjalan belum optimal perubahan yang diharapkan terhadap kepengurusan koperasi itu sendiri. Hal ini disebabkan antara lain: faktor kesungguhan peserta pelatihan dalam mengikuti pelatihan, juga faktor narasumber yang kurang berpengalaman dalam mengusur koperasi dan juga faktor pengurus koperasi yang ikut pelatihan bukan pengambil kebijakan. Perlu upaya evaluasi pasca pelatihan yang diberikan kepada peserta pelatihan sehingga hasil pelatihan dapat dijamin keberhasilannya di masa depan
Title: Evaluasi Pelaksanaan Pasca Diklat Pemantapan Pengurus Koperasi di Propinsi Riau
Description:
Koperasi menjadi soko guru perekonomian bangsa, hal ini menjadikan perhatian pemerintah terhadap usaha menumbuhkembangkan koperasi sangat besar.
Perkembangan koperasi tidak terlepas dari peran serta pengurus, yang mana kepengurusan koperasi menjadi bagian yang penting.
Melalui diklat pemantapan pengurus koperasi dalam mengelola koperasi yang dilaksanakan oleh Badan pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Rau diharapkan dapat mencapai usaha pengembangan koperasi masa depan.
Melalui jenis penelitian kualitatif dengan narasumber pengurus koperasi yang mendapatkan pelatihan dan juga anggota koperasi di Propinsi Riau dan data diambil dengan menggunakan wawancara serta dianalisis secara kualitatif, maka diperoleh hasil penelitian bahwa setelah dilakukannya pendidikan dan pelatihan pemantapan pengurus koperasi yakni dalam masa satu tahun berjalan belum optimal perubahan yang diharapkan terhadap kepengurusan koperasi itu sendiri.
Hal ini disebabkan antara lain: faktor kesungguhan peserta pelatihan dalam mengikuti pelatihan, juga faktor narasumber yang kurang berpengalaman dalam mengusur koperasi dan juga faktor pengurus koperasi yang ikut pelatihan bukan pengambil kebijakan.
Perlu upaya evaluasi pasca pelatihan yang diberikan kepada peserta pelatihan sehingga hasil pelatihan dapat dijamin keberhasilannya di masa depan.

Related Results

MANAJEMEN KINERJA KOPERASI MITRA PERKEBUNAN (Studi Kasus Koperasi Batangan Babatn, Kamasa Alur Sakadi dan Batukng Basule)
MANAJEMEN KINERJA KOPERASI MITRA PERKEBUNAN (Studi Kasus Koperasi Batangan Babatn, Kamasa Alur Sakadi dan Batukng Basule)
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen kinerja koperasi mitra perkebunan. Bentuk penelitian ini adalah menggunakan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan data ...
PEMBERDAYAAN LEMBAGA KOPERASI DI KABUPATEN MUSI RAWAS
PEMBERDAYAAN LEMBAGA KOPERASI DI KABUPATEN MUSI RAWAS
Tujuan Peneli dalam penelitian ini adalah untuk menemukan model pemberdayaanlembaga koperasi yang ada di lokasi penelitian, dengan menggunakan metode deskriptifdan analisis dengan ...
Dampak Pendidikan dan Pelatihan Manajemen oleh Perpusnas terhadap Kinerja Pustakawan
Dampak Pendidikan dan Pelatihan Manajemen oleh Perpusnas terhadap Kinerja Pustakawan
Pendahuluan. Indonesia memiliki sekitar 5 ribu pustakawan yang terdaftar di Perpusnas. Kondisi kompetensi pustakawan tersebut sangat bervariasi. Diklat untuk peningkatan kompetensi...
KEWIRAUSAHAAN KOPERASI
KEWIRAUSAHAAN KOPERASI
Salah satu puncak pengakuan atas eksistensi koperasi di Indonesia semakin nyata saat terbentuknya Kabinet Pembangunan VII pada 1998, di mana telah terjadi penyempurnaan nama Depart...
Membangun Citra Koperasi Indonesia
Membangun Citra Koperasi Indonesia
Berdasarkan penjelasan Pasal 33 UUD 1945, secara eksplisit koperasi merupakan bangun perusahaan yang sesuai bagi perekonomian Indonesia. Secara yuridis selama UUD 1945 masih merupa...
Menelaah Koperasi Era Omnibus Law
Menelaah Koperasi Era Omnibus Law
Gagasan modernisasi koperasi bukan hal baru, gagasan ini muncul seiring dengan tuntutan globalisasi ekonomi yang menuntut peran koperasi untuk dapat bersaing dalam pertarungan pasa...
SOSIALISASI KEBERADAAN KOPERASI KONSUMEN SETIA BHAKTI WANITA JAWA TIMUR PADA KELOMPOK MASYARAKAT DI KOTA SURABAYA
SOSIALISASI KEBERADAAN KOPERASI KONSUMEN SETIA BHAKTI WANITA JAWA TIMUR PADA KELOMPOK MASYARAKAT DI KOTA SURABAYA
Koperasi konsumen Setia Bhakti Wanita Jawa Timur merupakan salah satu koperasi di Surabaya yang menerapkan sistem tanggung renteng sehingga keanggotaannya harus berkelompok. Pada a...
Hambatan Dalam Perjanjian Kredit Simpan Pinjam Koperasi
Hambatan Dalam Perjanjian Kredit Simpan Pinjam Koperasi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan perjanjian kredit simpan pinjam pada Koperasi berdasarkan hukum yang berlaku secara holistik di Indonesia, dan untuk mengetahu...

Back to Top