Javascript must be enabled to continue!
Hambatan Dalam Perjanjian Kredit Simpan Pinjam Koperasi
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan perjanjian kredit simpan pinjam pada Koperasi berdasarkan hukum yang berlaku secara holistik di Indonesia, dan untuk mengetahui penghambat dalam proses perjanjian kredit simpan pinjam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris, yaitu penelitian hukum yang memfokuskan penelitan pada realitas hukum dalam masyarakat dalam memanfaatkan koperasi di Kota Makassar sebagai wilayah penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan pelaksanaan perjanjian yang dilakukan antar pihak sangat mudah. Anggota Koperasi cukup menyerahkan jaminan yang sesuai dengan barang yang telah ditentukan oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan berkesesuaian dengan norma-norma hukum, namun masih ada faktor penghambat dalam proses perjanjian kredit simpan pinjam pada koperasi di wilayah penelitian yaitu karena faktor profesi dan wanprestasi di lembaga keuangan lainnya. Sebagai temuan penelitian ini bahwa teknis menyelesaikan sengketa apabila anggota Koperasi wanprestasi, maka pihak pengurus akan mendatangi anggota Koperasi tersebut dan menanyakan permasalahannya kenapa anggota Koperasi sampai tidak bisa membayar pinjamannya menjadi pola kekeluargaan yang dilakukan untuk mewujudkan konsep koperasi. Rekomendasi penelitian ini yaitu hendaknya pihak Koperasi dalam menetapkan nilai jaminan lebih memperhitungkan secara cermat sehingga apabila anggota Koperasi melakukan tunggakan pembayaran dalam waktu lama, nilai jaminan tersebut tetap dapat menutup hutang pokok dan biaya-biaya atas keterlambatan tersebut dan diharapkan pihak Koperasi tersebut harus lebih tegas dalam melaksanakan isi perjanjian dan menindak anggota Koperasi yang melanggar perjanjian sesuai hukum, yaitu secara bertahap memberikan teguran yang sesuai dengan kesepakatan baik teguran lisan maupun teguran tertulis berdasarkan prinsip kekeluargaan yang dicetuskan koperasi.
Abstract. This study aims to determine the implementation of loan agreements in cooperatives based on laws that apply holistically in Indonesia, and to determine savings in the loan agreement process at Mallomo Jaya Abadi Cooperatives. This study uses empirical legal research methods, namely legal research that focuses on research on the legal reality in society in utilizing cooperatives in Makassar City as a research area. The results of this study indicate that the implementation of the agreement between the parties is very easy. Cooperative members are sufficient to provide guarantees in accordance with the goods that have been determined by the Savings and Loans Cooperative (KSP) and in accordance with legal norms, but there are still inhibiting factors in the loan agreement process at cooperatives in the research area, namely due to professional factors and default at the institution. other finance. As a finding of this study that technically resolving disputes if the members of the Cooperative are in default, the management Cooperative will go to the members of the cooperative and ask the question why members of the cooperative cannot pay their credits as a pattern used to realize the cooperative concept. The recommendation of this research is that the Cooperative in determining the value of the guarantee is more carefully considered if the members of the Cooperative make payments in arrears for a long time, the value of the guarantee can still cover the principal debt and costs for this and it is hoped that the Cooperative must be more assertive in implement the agreement and take action against members of the Cooperative who violate the law, gradually giving warnings in accordance with the agreement, both warnings and reprimands based on the principle of kinship initiated by the cooperative.
Title: Hambatan Dalam Perjanjian Kredit Simpan Pinjam Koperasi
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan perjanjian kredit simpan pinjam pada Koperasi berdasarkan hukum yang berlaku secara holistik di Indonesia, dan untuk mengetahui penghambat dalam proses perjanjian kredit simpan pinjam.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris, yaitu penelitian hukum yang memfokuskan penelitan pada realitas hukum dalam masyarakat dalam memanfaatkan koperasi di Kota Makassar sebagai wilayah penelitian.
Hasil penelitian ini menunjukkan pelaksanaan perjanjian yang dilakukan antar pihak sangat mudah.
Anggota Koperasi cukup menyerahkan jaminan yang sesuai dengan barang yang telah ditentukan oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan berkesesuaian dengan norma-norma hukum, namun masih ada faktor penghambat dalam proses perjanjian kredit simpan pinjam pada koperasi di wilayah penelitian yaitu karena faktor profesi dan wanprestasi di lembaga keuangan lainnya.
Sebagai temuan penelitian ini bahwa teknis menyelesaikan sengketa apabila anggota Koperasi wanprestasi, maka pihak pengurus akan mendatangi anggota Koperasi tersebut dan menanyakan permasalahannya kenapa anggota Koperasi sampai tidak bisa membayar pinjamannya menjadi pola kekeluargaan yang dilakukan untuk mewujudkan konsep koperasi.
Rekomendasi penelitian ini yaitu hendaknya pihak Koperasi dalam menetapkan nilai jaminan lebih memperhitungkan secara cermat sehingga apabila anggota Koperasi melakukan tunggakan pembayaran dalam waktu lama, nilai jaminan tersebut tetap dapat menutup hutang pokok dan biaya-biaya atas keterlambatan tersebut dan diharapkan pihak Koperasi tersebut harus lebih tegas dalam melaksanakan isi perjanjian dan menindak anggota Koperasi yang melanggar perjanjian sesuai hukum, yaitu secara bertahap memberikan teguran yang sesuai dengan kesepakatan baik teguran lisan maupun teguran tertulis berdasarkan prinsip kekeluargaan yang dicetuskan koperasi.
Abstract.
This study aims to determine the implementation of loan agreements in cooperatives based on laws that apply holistically in Indonesia, and to determine savings in the loan agreement process at Mallomo Jaya Abadi Cooperatives.
This study uses empirical legal research methods, namely legal research that focuses on research on the legal reality in society in utilizing cooperatives in Makassar City as a research area.
The results of this study indicate that the implementation of the agreement between the parties is very easy.
Cooperative members are sufficient to provide guarantees in accordance with the goods that have been determined by the Savings and Loans Cooperative (KSP) and in accordance with legal norms, but there are still inhibiting factors in the loan agreement process at cooperatives in the research area, namely due to professional factors and default at the institution.
other finance.
As a finding of this study that technically resolving disputes if the members of the Cooperative are in default, the management Cooperative will go to the members of the cooperative and ask the question why members of the cooperative cannot pay their credits as a pattern used to realize the cooperative concept.
The recommendation of this research is that the Cooperative in determining the value of the guarantee is more carefully considered if the members of the Cooperative make payments in arrears for a long time, the value of the guarantee can still cover the principal debt and costs for this and it is hoped that the Cooperative must be more assertive in implement the agreement and take action against members of the Cooperative who violate the law, gradually giving warnings in accordance with the agreement, both warnings and reprimands based on the principle of kinship initiated by the cooperative.
.
Related Results
Penerapan aplikasi perhimpunan simpan pinjam mandiri Paroki Padrepio Medan
Penerapan aplikasi perhimpunan simpan pinjam mandiri Paroki Padrepio Medan
Koperasi Perhimpunan Simpan Pinjam Mandiri Paroki Padrepio Medan beralamat di Jalan Beringin III No 9 Helvetia Medan meliputi wilayah Gereja Katolik Paroki Padre Pio Helvetia Meda...
ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM CREDIT UNION DAYA LESTARI SAMARINDA
ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM CREDIT UNION DAYA LESTARI SAMARINDA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesehatan Koperasi Simpan Pinjam Credit Union Daya Lestari Samarinda dari tahun tahun 2018 yang beracuan pada Peraturan Deputi...
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KOPERASI SIMPAN PINJAM ATAS PINJAMAN ANGGOTA YANG BERMASALAH TANPA JAMINAN DI KOPERASI TABUR PUJA KABUPATEN SOLOK
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KOPERASI SIMPAN PINJAM ATAS PINJAMAN ANGGOTA YANG BERMASALAH TANPA JAMINAN DI KOPERASI TABUR PUJA KABUPATEN SOLOK
Pinjaman yang bermasalah di Koperasi Simpan Pinjam Tabur Puja Kabupaten Solok terhitung Rp. 2.370.751.305. Pencairan pinjaman dilakukan dengan tanpa adanya jaminan. Pasal 1338 ayat...
Penyelesaian Kredit Macet pada Koperasi Simpan Pinjam Putra Dana Jaya
Penyelesaian Kredit Macet pada Koperasi Simpan Pinjam Putra Dana Jaya
Koperasi mempunyai peran yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Dalam praktinya, di Koperasi Putra Dana Jaya diketahui pula telah terjadi permas...
Analisis Realisasi Anggaran Kredit pada Koperasi Sangkakala Abadi Palu
Analisis Realisasi Anggaran Kredit pada Koperasi Sangkakala Abadi Palu
Tujuan Penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui dan menganalisis Realisasi Anggaran Kredit Pada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sangkakala Abadi Palu. (2) mengetahui dan menganalisi...
Efektivitas Strategi Koperasi Simpan Pinjam Surya Abadi Mandiri Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Anggota
Efektivitas Strategi Koperasi Simpan Pinjam Surya Abadi Mandiri Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Anggota
Koperasi Simpan Pinjam "Surya Abadi Mandiri" didirikan dengan tujuan utama untuk membantu anggotanya mengatasi kesulitan keuangan dan meningkatkan taraf hidup mereka. Namun dalam p...
SISTEM SIMPAN PINJAM KOPERASI WANITA”INGIN MAJU” PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH
SISTEM SIMPAN PINJAM KOPERASI WANITA”INGIN MAJU” PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH
Koperasi merupakan satu wadah untuk bergabung dan berusaha bersama agar kekurangan yang terjadi dalam kegiatan ekonomi dapat diatasi. Yang mana koperasi juga suatu bentuk kerjasam...
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN SISTEM PEMBERI KREDIT PADA CU DHARMA BAKTI
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN SISTEM PEMBERI KREDIT PADA CU DHARMA BAKTI
Pemberian kredit kepada anggota koperasi atau masyarakat umum perlu adanya kehati-hatian dari pihak koperasi dalam menilai nasabahnya sebelum melakukan pencairan kredit. Selain itu...

